BAB. VII
PASAL KE 7 PENJELASAN SIFAT HURRIYAH
الفصل السابِعُ فِى بَيَانِ الْحُرِّيَّةِ
PASAL KE 7 PENJELASAN SIFAT HURRIYAH
Daftar Isi Bab. VII “Menteladani Sifat Hurriyah Nabi Saw” Kitab al-Risalah Mutaba’atul Hasanah
A. PENJELASAN TENTANG SIFAT HURRIYAH
1. Pengertian Hurriyah
2. Pengertian Hurriyah Menurut Istilah
3. Sifat-sifat Qalbu Yang Merdeka (Hurriyah)
4. Ukuran Kebebasan dan Kebenaran Manusia
5. Pendapat Ulama Sufi Tentang Hurriyah
BAB. VII
PASAL KE 7 PENJELASAN SIFAT HURRIYAH
الفصل السابِعُ فِى بَيَانِ الْحُرِّيَّةِ
A. PENJELASAN TENTANG HURRIYAH
1.
Pengertian Hurriyah
Kata Hurriyah berasal dari bahasa Arab, ia adalah masdar atau terbitan dari kata kerja HARRA – YAHURRU Fahuwa HURRIYATAN.
(حر يحر فهو حرية بمئنى اى استقلال)
Hurriyah
bermakna bebas ia, tidak terikat oleh yang lain, atau merdeka ia.
Menurut Artikel “Ringkasan AI Google” menyatakan bahwa
Hurriyah (kebebasan/kemerdekaan) dalam konteks sifat qalbu (karakter hati)
dalam Islam sering dikaitkan dengan konsep penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) dan
kebebasan batin dari perhambaan selain kepada Allah Swt. Qalbu yang merdeka
adalah qalbu yang sehat (qalbun salim) dan tidak terpenjara oleh hawa nafsu
atau kecintaan duniawi.
Yang dikehendaki Hurriyah dalam pembahasan disini adalah
Suatu keadaan yang dirasakan oleh seorang Salik, ia telah bebas, tidak terikat oleh yang lain,
atau merdeka dirinya dari pengaruh akwan dan agyar (gangguan- gangguan perasaan
batinnya) dalam menuju Allah Swt. Salik pada saat ibadah, tawajjuh, muraqabah,
musyahadah ataupun saat berdzikir, saat lapang, saat sempit atau saat kerja,
saat berhubungan dengan masyarakat dan lain-lainnya. Pada saat itu Salik dapat
menafikan, meleburkan, melenyapkan akan dirinya termasuk gerak dan diamnya
adalah merasa milik Allah semata. Saat itu Salik merasakan benar-benar
kebebasan dan kemerdekaan, ketidak terikatan rohaniyahnya.
2. Pengertian
Hurriyah Menurut Istilah
Adapun
Hurriyah menurut istilah Ahli Hakekat ada;ah keluarnya dari perbudakan kainat,
yang dikehendaki disini pemutusan semua hubungan.
وأما الحرية فهو فى اصتلاح أهل الحقيقة : الخروج عن رق
الكائنات والمرادتها وقطع جميع العلائق.
Hurriyah
menurut istilah adalah bebasnya jiwa, hati dari ikatan segala sesuatu dengan
pemutusan semua hubungan kecuali hanya kepada Allah Swt semata. Hurriyah adalah
seorang Hamba tidak memperhambakan dirinya, atau tidak memperbudakan dirinya
kepada semua makhluk lain selain kepada Allah Swt semata. Dirinya benar-benar
merdeka dari semua akwan, Dirinya benar-benar bebas dari ikatan agyar dan
kainat.
Dikatakan
bahwa tujuan utama dari pada sesuatu dan
berhadap si Hamba kepada orang yang mempunyai sesuatu adalah termasuk Hurriyah.
Dikatakan bahwa si Hamba tidaklah termasuk Hurriyah bila kau terima sesuatu
selain Allah. Kesemuanya adalah pendekatan diri si Hamba kepada Allah adalah
termasuk keharusan dan ia dituntut. Fiman Allah pada Surat al Hasyar ayat 9 :
...ويؤثرون على أنفسهم ولو كان بهم خصاصة ... الحشر9
Artinya
:"Mereka (al Muhajirin) mengutamakan/melebihkan dari pada mereka sendiri
meskipun pada sesuatu yang mereka berhajat kepadanya........"QS. Hasyar
ayat 9
3. Sifat-sifat Qalbu Yang Merdeka (Hurriyah)
Mengutip sebuah Artikel “Ringkasan AI Google” menyatakan
bahwa berikut adalah sifat-sifat qalbu yang merdeka (hurriyah) menurut kajian
tasawuf dan psikologi Islam:
a.. Hakikat Qalbu yang Merdeka (Hurriyah)Merdeka dari Hawa
Nafsu: Qalbu tidak didikte oleh keinginan rendah (nafs ammarah), melainkan
tunduk pada bimbingan akal sehat dan wahyu. Merdeka dari Makhluk: Hati hanya
bersandar, berharap, dan takut kepada Allah, bukan kepada manusia atau
materi.Memiliki Sifat Rabbani: Qalbu yang bersih mencerminkan sifat-sifat
kebaikan (kasih sayang, kebenaran, kemaafan) karena menjadi pusat kehendak yang
dididik oleh nilai-nilai ketuhanan.
b.. Sifat-Sifat Qalbu yang Sehat (Merdeka)Qalbun Salim
(Hati yang Selamat): Hati yang suci dari syirik, penyakit hati, dan
keraguan.Taqallub (Fleksibel dalam Kebaikan): Qalbu bersifat yataqallabu (mudah
berbolak-balik). Dalam konteks positif, hati yang merdeka bergejolak untuk
terus mendekat kepada Allah (kembali ke fitrah).Memiliki Nur (Cahaya): Mampu
membedakan yang hak dan yang batil (kebijaksanaan).
c. Penghalang Hurriyah Qalbu (Penyakit Hati)Qalbu menjadi
terpenjara ketika mengidap al-amradh al-qalbiyyah (penyakit hati), antara
lain:Qaswah al-Qalb (Keras Hati): Hati yang kaku dan sulit menerima
kebenaran.Ghaflah (Lalai): Lupa diri dan lupa kepada Allah.Hubbud Dunya: Cinta
dunia secara berlebihan yang menjadikan hati terikat (tidak merdeka) pada
materi.
d.. Cara Mencapai Hurriyah QalbuTazkiyatun Nafs:
Menyucikan hati melalui taubat, zikir, dan muhasabah.Manajemen Qalbu: Mengenal
potensi dan kelemahan hati agar bisa dikelola menjadi raja yang bijak dalam
diri manusia, tidak didikte oleh syahwat.Dalam pandangan Sufi, ketika qalbu
mencapai derajat merdeka (hurriyah), ia akan merasakan kedamaian sejati karena
kembali ke jati diri aslinya, yaitu mengenal Allah (ma'rifatullah).
إنما آثروا
على أنفسهم لتجردهم عما خرجوا منه وآثروا به.
Bahwasanya mereka melebihkan atas diri mereka sendiri
untuk bersungguh-sungguh terhadap sesuatu yang mereka telah keluarkan dari
padanya, mereka lebih mengutamakan al Muhajirin.
قال عليه الصلاة والسلام :عزفت اى زهدت نفسى عن الدنيا فاستوى
عندى حجرها وذهبها فالحر يؤثر الخلق بجميع الكائنات من الدارين, ولا يكون له سؤال ولا
قصد ولا أرب ولاخط, ومقام الحرية عزيز, ومعظم الحرية فى خدمة الفقراء. وقيل أوحى الله
تعالى إلى موسى عليه السلام إذا رأيت لى طالبا فكن له خادما.
Diktakan bahwa Allah Ta'ala mewahyukan kepada Nabi Musa
Alaihis Salam "Apabila keadaan engkau ingin melihat kepada-Ku maka jadilah baginya
sebagai pelayan."
إنما يكفى
أحدكم ما قنعت به نفسه وإنما يصير إلى أربعة اذرع وشبرة و إنما يرجع الأمر إلى الأخرة.
Bahwasanya sesuatu yang mencukupkan oleh salah seorang
dari mereka maka sesuatu itu telah diterima dengannya oleh diri mereka sendiri. Bahwasanya sesuatu itu
akan menjadi 4 langkah atau depa (meluas kuburnya). Sesungguhnya akan
dipulangkan perkara tsb hingga ke akhirat.
Berkata Ustaz dan Syekh bahwa " Sesungguhnya hurriyah
adalah memberi pengenalan dari pada bahwa tidak ada bagi si Hamba dibawah
penghambaan makhluk". Dan tidak berlaku atasnya oleh Sultan yang diadakan.
Adapun ciri alamat benarnya hurriyah adalah gugur pikiran
dari dalam hatinya antara segala sesuatu, maka samalah dari padanya lintasan -
lintasan hati (garat) misalnya kemulaan, kehormatan, perangai yang terpuji.
Haris berkata kepada Rasul Saw : "Dirinya telah juhud
dari dunia, maka sama bencinya dari saya akan batu dan emasnya."
Imam Qusyairi berkata, ia dengar gurunya Abu 'Ali ad Daqaq
berkata : " Barangsiapa keluar hatinya atau lupa hatinya dari dunia, maka
ia telah bebas atau merdeka dari dunia." Telah berpindah oleh hatinya ke
negeri akhirat maka telah merdeka dari dunia.
Syekh Abdurrahman al Shiddiq di dalam Kitab Fii 'Aqaidul Iman menyebutkan perkataan orang
yang bersyair tentang Hurriyah yaitu : "Perkataan Syair "
سَأَلْتُ النِّدَى عَنْ خُلٍ وَفِى فَقَالُوْا مَا إِلَى هَذَا سَبِيْلٌ
تَمْسِكْ إِنْ ظَفِرْتَ بِنَبْلِ حُرٍّ فَإِنَّ الْحُرَّ فِى الدُّنْيَا قَلِيْلٌ
Telah aku tanyakan kepada manusia dari pada teman yang
sempurna, Maka kata mereka itu kepada ku tiada ada jalan kepada mendapat ini
teman.
Berpeganglah engkau
jika kau mendapat dengan tepi kain orang yang merdeka atau orang yang tiada
terikat di alam dunia itu sedikit.
Berbuat
baik meski tak dipuji tidak menjadi “Ikut-Ikutan” Relevansi Hurriyah di Era
Media Sosial sekarang menuju Kemerdekaan Spiritual hidup lebih tenang dengan ikhlas
Sayyidina Ali bin Abi
Thalib pernah menasihati putranya, Sayyidina Hasan: Hai anakku Hasan “Janganlah
Engkau menjadi hamba bagi orang lain. Karena Allah telah menjadikanmu merdeka.”
Pesan singkat ini mengisyaratkan makna mendalam: kebebasan
sejati bukan sekadar bebas bergerak, melainkan bebas dari kebutuhan untuk
diakui oleh manusia.
Di tengah budaya sosial yang penuh penilaian, banyak orang
hidup bukan untuk kebenaran, tetapi untuk memuaskan pandangan manusia. Semangat
berbuat baik naik turun tergantung pada pujian, komentar, atau penghargaan yang
diterima. Padahal, menurut ajaran tasawuf, kondisi ini menunjukkan seseorang
belum benar-benar merdeka (hurriyah) secara spiritual.
Berkata Imam Syafi'i rahimahullah tentang Hurriyah :
"
الحر من راعى وداد لحظة وانتمى لمن أفاده لفظة
"
Maksudnya yaitu "Orang yang merdeka itu orang yang
memelihara berkasih-kasihan satu lahzah dan membangsakan dirinya bagi pasangan
memberi faidah akan dia satu ucapan."
Imam Qusyairi berkata, ia dengar gurunya Abu 'Ali ad Daqaq
berkata : " Allah telah mewahyukan kepada Nabi Daud Alaihis Salam, bilamana kau telah melihat kepada seseorang
penuntut ilmu, maka bagi penuntut ilmu itu menjadi pelayan Gurunya, Kata
Rasulullah Saw :
سيد القوم
خادمهم
"Pimpinan atau Pembesar Kaum itu
adalah menjadi pelayan dari pada Kaumnya."
Berkata Yahya bin Mu'az
:
Dibina kehidupan dunia ini sebagai pelayanannya si Hamba
dan Pengibadat. Dan dibangun akhirat itu khadamnya oleh orang yang bebas dan
orang yang berbuat baik.
Berkata seorang Syekh Sufi Ibrahim bin Adham :
"Sesungguhnya Hurriyah itu adalah kebebasan, kemerdekaan ketidak terikatan
jiwa yang mulya itu terlebih dahulu dari dunia pana ini, sebelum jiwanya benar-benar keluar dari dunia
ini. Dan katanya lagi :"Janganlah engkau bersahabat (dengan jiwa terikat
dunia) kecuali bersahabat dengan orang yang hurriyah / yang bebas, merdeka dan
lagi mulya, ia mendengar dan tidak banyak kata."
4. Ukuran Kebebasan dan Kebenaran Manusia
Dalam Islam, Kebebasan dan kebenaran tidak
ditentukan oleh banyak bicara public atau komentar-komentar publik, melainkan
oleh ridha Allah Swt. Oleh sebab itu, seseorang tidak boleh menunda kebaikan
hanya karena tidak diapresiasi.
Rasulullah
SAW mengingatkan:
حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ اللَّهِ، مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي ثَلْجٍ
الْبَغْدَادِيُّ صَاحِبُ أَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلٍ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حَفْصٍ، حَدَّثَنَا
إِبْرَاهِيمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حَاطِبٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ،
عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " لاَ تُكْثِرُوا
الْكَلاَمَ بِغَيْرِ ذِكْرِ اللَّهِ فَإِنَّ كَثْرَةَ الْكَلاَمِ بِغَيْرِ ذِكْرِ اللَّهِ
قَسْوَةٌ لِلْقَلْبِ وَإِنَّ أَبْعَدَ النَّاسِ مِنَ اللَّهِ الْقَلْبُ الْقَاسِي
" . حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي النَّضْرِ، حَدَّثَنِي أَبُو النَّضْرِ،
عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حَاطِبٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ،
عَنِ ابْنِ عُمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم نَحْوَهُ بِمَعْنَاهُ . قَالَ
أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ لاَ نَعْرِفُهُ إِلاَّ مِنْ حَدِيثِ إِبْرَاهِيمَ
بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حَاطِبٍ .
Telah menceritakan kepada kami Abu Abdullah, Muhammad bin
Abi Thalj Al-Baghdadi, sahabat Ahmad bin Hanbal, telah menceritakan kepada kami
Ali bin Hafsh, telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Abdulllah bin Haatib,
dari Abdulllah bin Dinar, dari Ibn Umar, ia berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: 'Janganlah kalian banyak
berbicara tanpa mengingat Allah, karena sesungguhnya banyak berbicara tanpa
mengingat Allah mengeraskan hati. Dan sesungguhnya orang yang paling jauh dari
Allah adalah hati yang keras.' Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abi
An-Nadhr, telah menceritakan kepadaku Abu An-Nadhr, dari Ibrahim bin Abdulllah
bin Haatib, dari Abdulllah bin Dinar, dari Ibn Umar, dari Nabi صلى الله عليه وسلم dengan makna yang sama.
Menurut penjelasan ulama, orang seperti ini justru akan
makin tersakiti oleh manusia, karena ia menggantungkan kebahagiaannya pada
makhluk yang sifatnya berubah-ubah.
Tidak semua yang merasa berjasa akan dikenang orang, dan tidak semua kebaikan mendapat balasan serupa. Mereka yang berbuat demikian dilihat manusia akan mengalami kekecewaan berulang, sebab manusia memiliki sifat lupa, berubah-ubah, dan terkadang suka menzalimi sesama. Sebaliknya, Allah Swt tidak menyia-nyiakan sekecil apa pun kebaikan manusia yang dilakukan dengan ikhlas.
5. Pendapat Ulama
Sufi Tentang Hurriyah
الحرية
هى أن لايكون العبد تحت عبودية المخلوقات. ويقال : الأعراض عن الكل والإقبال على من
له الكل. ويقال أن لا يدخل قبلك سوى الله تعالى. وكلها متقاربة وهى ممدوحة ومطلوبة.
Kebebasan berarti tidak diperbudak oleh makhluk ciptaan.
Dikatakan juga bahwa kebebasan berarti berpaling dari segala sesuatu dan
berpaling kepada Yang Maha Memiliki segala sesuatu. Dan dikatakan pula bahwa
kebebasan berarti tidak membiarkan apa pun masuk ke dalam hati kecuali Allah
Yang Maha Kuasa. Semua definisi ini serupa, terpuji, dan diinginkan.
قال الله
عز وجل : ويؤثرون على أنفسهم ولو كان بهم خصاصة ... الحشر9, قال : إنما آثروا على أنفسهم
لتجردهم عما خرجوا منه وآثروا به
Allah Yang Maha Kuasa berfirman: “Dan mereka mendahulukan
orang lain daripada diri mereka sendiri, padahal mereka sangat membutuhkan…”
(Al-Hashr 9). Dia berfirman: Mereka hanya mendahulukan orang lain daripada diri
mereka sendiri karena mereka bebas dari apa yang telah mereka tinggalkan dan
lebih memilihnya daripada diri mereka sendiri.
عن ابن
عباس قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إنما يكفى أحدكم ما قنعت به نفسه وإنما
يصير إلى أربعة اذرع وشبرة و إنما يرجع الأمر إلى الأخرة
Dari Ibnu Abbas,
yang berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: “Apa yang
memuaskan jiwa seseorang sudah cukup bagi setiap orang di antara kalian, dan
perkara itu pada akhirnya akan dipersempit menjadi empat hasta dan satu
jengkal, dan penghakiman terakhir ada di akhirat.”
قال الاستاذ
الشيخ : أن الحرية تتحدد فى ان لا يكون العبد تحت رق المخلوقات. ولا يجرى عليه سلطان
المكونات. وعلامة صحته سقوط التمييز عن قلبه بين الأشياء (اى أمور الدنيا والأخرة.فلا
يسترقه عاجل دنياه ولا آجل عقباه) فتتساوى عنده اخطارالأعراض.
Ulama terhormat itu berkata: “Kebebasan didefinisikan oleh kenyataan bahwa seseorang tidak diperbudak oleh makhluk ciptaan, dan tidak tunduk pada kekuasaan makhluk ciptaan. Tanda kebebasan yang sejati adalah tidak adanya perbedaan dalam hati seseorang antara hal-hal (yaitu, urusan dunia dan akhirat, sehingga kenikmatan sesaat di dunia ini maupun akibat akhirat tidak dapat memperbudak seseorang), dan dengan demikian semua bahaya menjadi sama di mata seseorang.”
قال حارث
رضى الله عنه لرسول الله صلى الله عليه وسلم
: عزفت اى زهدت نفسى عن الدنيا فاستوى عندى حجرها وذهبها.
Harith (semoga Allah meridainya) berkata kepada Rasulullah
(shalawat dan salam kepadanya): “Aku telah berpaling dari dunia, sehingga batu
dan emas di mataku sama nilainya.”
قال الإمام القشيرى سمعت الأستاذ أبا علي الدقاق رحمهما
الله تعالى يقول : من دخل الدنيا وهو عنها حر, ارتحل الآخرة وهو عنها حر. وقال أيضا
: من كان فى الدنيا حرا منها كان فى الدنيا حرا منها.
Imam al-Qushayri berkata: Aku mendengar guru Abu Ali
al-Daqqaq (semoga Allah merahmati keduanya) berkata: “Siapa pun yang memasuki
dunia ini tanpa terikat olehnya, akan meninggalkan akhirat tanpa terikat
olehnya.” Beliau juga berkata: “Siapa pun yang terbebas darinya di dunia ini
akan tetap terbebas darinya di dunia ini.”
قال الأستاذ
الشيخ : واعلم أن حقيقة الحرية فى كمال العبودية. فإذا صدقت لله تعالى عبوديته خلصت
عن رق الأغيار حريته. فاما من توهم أن العبد يسلم له أن يخلع وقتا عذار العبودية ويحيد
بلحظة عن حد المر والنهى. وهو مميز فى التكليف فذالك انسلاخ من ادين.
Syekh itu berkata: Ketahuilah bahwa kebebasan sejati
terletak pada pengabdian yang sempurna. Jika pengabdian seseorang tulus kepada
Allah Yang Maha Kuasa, maka kebebasannya terbebas dari belenggu orang lain.
Adapun orang yang mengira bahwa seorang hamba dapat untuk sementara waktu
melepaskan belenggu pengabdian dan menyimpang sesaat dari batas-batas yang
diperintahkan dan dilarang, sementara ia masih terikat pada kewajiban agama,
maka itu adalah penyimpangan dari agama.
قال الله
سبحانه لنبيه صلى الله عليه وسلم : واعبد ربك حتى يأتي اليقين (سورة الحج 99) يعنى
الأجل اجمع المفسرون. وان لالذى أشار إليه القوم من الحرية هو ان لا يكون العبد بقلبه
تحت رق شيئ من المخلوقات. لا من اعراض الدنيا و لا من اعراض الخرة, فيكون فرد الفرد,
لم يسترقه عاجل دنيا. ولا حاصل هوى ولا آجل منى, ولا سؤال ولا قصد ولا هدف ولا حط.
Hadis Qudsi bahwa Allah Yang Maha Kuasa berfirman kepada Nabi-Nya, صلى الله عليه وسلم: “Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepastian” (Surah Al-Hajj 99). Ini merujuk pada waktu yang telah ditentukan, sebagaimana disepakati oleh semua penafsir. Dan apa yang dimaksud para ulama sebagai kebebasan adalah bahwa hati seorang hamba tidak boleh diperbudak oleh apa pun yang diciptakan, baik oleh keinginan duniawi maupun keinginan akhirat. Dengan demikian, ia harus benar-benar bebas, tidak tersentuh oleh kesenangan duniawi yang sementara, pengejaran hawa nafsu, harapan jangka panjang, pertanyaan, niat, tujuan, atau keinginan akhirat.
وسئل دلف
الشبلى : الا نعلم أنه رحمن ؟ فقال بلى ولكن منذ عرفت رحمته ما سألته أن يرحمنى ومقام الحرية عزيز. وكان ابو العباس السيارى
يقول : لو صحت صلاة بغير قرآن لصحت بهذا البيت : اتمنى على الزمان محالا ان ترى مقاتاي
طلعة حر. واما أقاويل المشايخ فى الحرية. فقال الحسين بن منصور : من أراد الحرية فليصل
للعبودية.
Delf al-Shibli ditanya: "Tidakkah kita tahu bahwa Dia
Maha Penyayang?" Beliau menjawab: "Ya, tetapi sejak aku mengetahui
rahmat-Nya, aku tidak meminta rahmat-Nya kepadaku, karena kedudukan kebebasan
itu sangat berharga." Abu al-Abbas al-Sayyari biasa berkata: "Jika
sebuah doa sah tanpa Al-Quran, maka doa itu akan sah dengan ayat ini: 'Aku
berharap kepada waktu hal yang mustahil, agar kamu dapat melihat medan perangku
dihiasi dengan wajah orang yang merdeka.'" Adapun perkataan para syekh
tentang kebebasan, al-Husayn ibn Mansur berkata: "Siapa pun yang
menginginkan kebebasan hendaknya berusaha untuk menjadi hamba."
سئل الجنيد
عمن لم يبق عليه من الدنيا إلا مقدار مص ثواه بقال الكاتب عبدما بقي عليه درهم. ويقول
الجنيد أيضا :إنك لاتصل الى صريح الحرية وعليك من حقيقية عبودية فيطهر السريرة وبين
الله تعالى.
Al-Junayd ditanya tentang seseorang yang hanya memiliki
sisa harta duniawi untuk hidup, dan juru tulis itu menjawab, "Dia adalah
seorang budak yang hanya memiliki satu dirham." Al-Junayd juga berkata,
"Kamu tidak dapat mencapai kebebasan sejati selama kamu berada dalam
keadaan perbudakan sejati, maka sucikanlah batinmu dan hubunganmu dengan Allah
Yang Maha Kuasa."
قال الحسين
بن منصور : إذا استوفى العبد مقامات العبودية كلها يصير حرا من تعب العبودية, فيترسم
بالعبودية بلا عناء...
Al-Husayn ibn Mansur berkata: Ketika seorang hamba telah
memenuhi semua tingkatan perbudakan, ia menjadi bebas dari kerja keras
perbudakan, dan ia mewujudkan perbudakan tanpa kesulitan...
....ولا
كلفة.
وذلك مقام
الأنبياء والصديقين, يعنى يصير محمولا لايلحقه, بقلبه مشقه, وإن كان متحليا بها شرعا.
...atau beban.
Itulah tingkatan para nabi dan orang-orang saleh, artinya
ia menjadi begitu bebas sehingga tidak ada kesulitan yang menimpanya, bahkan
jika ia secara hukum diwajibkan untuk melakukannya.
انشدنا
منصور الفقيه لنفسه :
ما بقي
فى الإنسان حر لاولا فى الجن حر
قد مضى
حر الفر بقيد ن فحلو العيش مر
واعلم
: أن معظم الحرية فى خدمة الفقراء
Mansur sang ahli hukum membacakan kepada kami, menyusun
baris-baris ini:
Tidak ada kebebasan yang tersisa pada manusia, maupun pada
jin.
Kebebasan seorang hamba telah berlalu, terikat oleh
rantai, sehingga manisnya hidup menjadi pahit.
Ketahuilah bahwa kebebasan terbesar terletak pada melayani
kaum miskin.
قال الإمام
القشيرى سمعت الشيخ أبا علي الدقاق رحمهما الله تعالى يقول : أوحى الله تعالى إلى داود
عليه السلام : إذا رأيت لى طالبا فكن له خادما, قال صلى الله عليه وسلم : سيد القوم خادمهم.
Imam al-Qushayri berkata: Aku mendengar Syekh Abu Ali
al-Daqqaq, semoga Allah merahmati mereka berdua, berkata: Allah Yang Maha Kuasa
mewahyukan kepada Daud, semoga kedamaian menyertainya: “Jika kamu melihat
seseorang yang mencari karunia-Ku, jadilah hambanya.” Nabi, semoga kedamaian
dan berkah Allah menyertainya, bersabda: “Pemimpin suatu kaum adalah hambanya.”
يقول يحيى
بن معاذ : ابناء الدنيا تخدمهم الإماء والعبيد و ابناء الآخرة يخدمهم الاحرار, وقال
إبراهيم بن أدهم : إن الحر الكريم يخرج من
الدنيا قبل أن يخرج منها وقال أيضا : لاتصحب إلا حرا كريما يسمع ولا يتكلم.
Yahya ibn Mu’adh berkata: “Penduduk dunia dilayani oleh
budak dan hamba, sedangkan penduduk akhirat dilayani oleh orang-orang merdeka.”
Ibrahim ibn Adham berkata: “Orang merdeka yang mulia meninggalkan dunia ini
sebelum ia meninggalkannya.” Beliau juga berkata: “Janganlah bergaul kecuali
dengan orang merdeka yang mulia yang mendengarkan tetapi tidak berbicara.”
Referensi :
Google translate Indonesia https://www.google.com/search?q=translate+indonesia&rlz=1C1CHBD_idID1040ID1040&oq=&aqs=chrome.0.35i39i362j46i39i362j35i39i362l6.41287672j0j15&sourceid=chrome&ie=
Artikel
“Ringkasan AI Google”
https://www.google.com/search?q=Hurriyah+SIFAT+QALBU&sca_esv=3b6d4900261f3af2&rlz=1C1CHBD_idID1040ID1040&sxsrf=ANbL-n7HprpZV9ss1x1gArDb1_aA12RiMw%3A
Kitab Fii 'Aqaidul Iman Oleh Syekh Abdurrahman al
Shiddiq
Ar
Risalah Qusyairiyah oleh Imam al Qusyari
Artikel “Merdeka dari Validasi Manusia: Rahasia Hurriyah
dalam Tasawuf yang Sering Dilupakan”
https://nujateng.com/2025/11/merdeka-dari-validasi-manusia-rahasia-hurriyah-dalam-tasawuf-yang-sering-dilupakan/
Hadits Jami' At-Tirmidzi No. 2414 - Buku Zuhud dari
Rasulullah // https://www.hadits.id/hadits/tirmidzi/2414
Tidak ada komentar:
Posting Komentar