Sabtu, 09 Mei 2026

Bab. IV “Menteladani Sifat Fathanah Nabi Saw” al-Risalah Mutaba'atul Hasanah

 

BAB. IV

PASAL KE 4 PENJELASAN SIFAT SYIDDATUL FATHANAH

الفصل الرابع فى بيان شدة الفطانة

Daftar Isi Bab. IV “Menteladani Sifat Fathanah Nabi Saw” Kitab al-Risalah Mutaba’atul Hasanah 

A. PENJELASAN SYIDDATUL FATHANAH

1. Pengertian al Fathanah

2. Poin Penting Mengenai Sifat Fathanah 

B. TA’RIF SYIDDATUL FATHANAH

1. Arti Fathanah, Salah Satu Sifat Wajib Nabi dan Rasul

2. Pengembangan Sifat al Fathanah pada Pribadi Muslim

3. Al Fathanah yang Dimiliki Orang-orang  Besar

C. PENGERTIAN BALADAH ADALAH BODOH SIFAT MUSTAHIL BAGI RASUL

BAB. IV

PASAL KE 4 PENJELASAN SIFAT SYIDDATUL FATHANAH

الفصل الرابع فى بيان شدة الفطانة

A. PENJELASAN SYIDDATUL FATHANAH

1. Pengertian al Fathanah

al Fathanah berasal dari bahasa Arab. al Fathanah adalah isim masdar atau kata benda yang asal kata kerjanya : FATHANA – YAFTHUNU – FATHANAH

الْفَطَانَةُ هُوَ اِسْمٌ مِنْ فِعْلِهِ : فَطَنَ – يَفْطِنُ – فَطَانَةً

al Fathanah  yang berarti : "Cerdas, cerdik akalnya atau Jennius otaknya atau cepat cara berpikirannya." (شِدَّةُ الْفَطَانَةِ)  artinya “amat cerdas atau amat Jennius otaknya atau amat cepat cara berpikirannya."

Secara Terminologi, syiddah al Fathanah adalah sifat dan sikap pribadi seseorang yang sangat cerdas, cerdik akalnya atau Jennius otaknya atau cepat cara berpikirannya menghadapi permasalahan dunia, agama dan akhirat dan penyelesaiannya.

Mengutif dari artikel “Ringkasan AI google” menyetakan bahwa Sifat fathanah adalah sifat wajib bagi rasul yang berarti cerdas, pandai, dan bijaksana dalam berpikir maupun bertindak. Fathanah mencakup kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual untuk menyampaikan risalah, memimpin umat, serta memberikan solusi atas permasalahan.

Sifat (فَطَنَةْ) ini berlawanan dengan (بَلَادَةْ) baladah (bodoh).

 

2. Poin Penting Mengenai Sifat Fathanah

Adapun poin-poin penting mengenai Sifat Fathanah adalah  :

1.Fathanah bukan sekadar sifat pintar secara akademik, melainkan kebijaksanaan dalam menempatkan logika dan tindakan secara benar.

2.Strategis dalam Dakwah: Rasul menggunakan fathanah untuk berkomunikasi dengan baik dan menyampaikan ajaran Allah Swt dengan metode yang tepat.

3.Contoh Penerapan: Nabi Muhammad Saw menunjukkan fathanah saat meletakkan Hajar Aswad (penyelesaian konflik antar suku) dan mengatur strategi perang.

4.Implementasi bagi Umat: Umat Muslim dituntut meneladani fathanah dengan giat belajar, berwawasan luas, dan bijak dalam menyikapi kehidupan.

5.Fathanah memungkinkan rasul mengungguli tantangan tugas berat dengan hikmah dan logika kenabian.

Fathanah merupakan salah satu sifat Rasulullah Saw yang patut diteladani dan suatu sikap mengerti, memahami, dan menghayati secara mendalam yang berkenaan dengan segala hal.

Fathanah merupakan kecerdasan intelektual emosional dan terutama pada hal spiritual. Termasuk kebijaksanaan dalam berpikir dan bertindak. Dalam definisi sederhana, fathanah artinya cerdas. Seperti yang dimiliki oleh Nabi Ibrahim yang dikenal akan kecerdasan serta ketepatannya dan kemampuannya dalam menyampaikan suatu risalah kepada kaumnya, bahkan juga memahami strategis dalam menyampaikan ajaran dari Allah Swt.

B. TA’RIF SYIDDATUL FATHANAH

Kitab Aqa'idul Iman dikatakan bahwa al Fathanah bermakna cerdik sekalian pesuruh Allah Ta'ala pada pekerjaan masalah dunia, agama dan akhirat. Mustahil bagi sekalian pesuruh Allah Ta'ala itu mereka bersifat baladah bermakna bodoh (kurang cerdas akalnya), pada membantah, mengalahkan lawan-lawannya.

Adapun ta'rif al Fathanah  :

تَعْرِيْفُ الْفَطَانَةِ فَهِىَ الْقُدْرَةُ عَلَى إِقَامَةِ الْحُجَّةِ الْخَصْمِ

Artinya : ta'rif al Fathanah  yaitu mereka mampu, kuasa membuat hujjah sanggahan atas bantahan yang dibuat musuh-musuhnya.

Firman Allah pada surat al An'am berbunyi :

وتلك حجتنا أتيناها إبراهيم.   الأنعام  83

Artinya : "Dan yang   demikian   itu  hujjah  kami yang  telah kami datangkan   akan  dia kepada Nabi Ibrahim alaihis salam".   QS. Al An,am 83.Firman Allah pada surat al Nahal berbunyi :

وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِىْ هِىَ أَحْسَنُ. النحل 125

Artinya : "Bantahlah  mereka itu dengan cara yang baik mkasudnya dengan cara yang terbaik." QS. al Nahal 125.

 

1.Arti Fathanah, Salah Satu Sifat Wajib Nabi dan Rasul

Fathanah merupakan salah satu sifat Rasulullah SAW yang patut diteladani dan suatu sikap dimengerti, dipahami, dan dihayati secara mendalam yang berkenaan dengan segala hal. Fathanah juga merupakan kecerdasan intelektual emosional dan terutama pada hal spiritual. Termasuk kebijaksanaan dalam berpikir dan bertindak. Dalam definisi sederhana, fathanah artinya cerdas. Seperti yang dimiliki oleh Nabi Ibrahim yang dikenal akan kecerdasan serta ketepatannya dan kemampuannya dalam menyampaikan suatu risalah kepada kaumnya, bahkan juga memahami strategis dalam menyampaikan ajaran dari Allah Swt.

        

2. Pengembangan Sifat al Fathanah pada Pribadi Muslim

Muhammad Saw yang ke empat yang harus diadopsi oleh Ummatnya khususnya Pengamal Tarekat al Junaidiyah harus memiliki sifat ini dalam jiwanya. Mereka sangat pandai memilih-memilah dan menempatkan diri agar selamat, bahagia di dunia dan akhirat. Syiddah al Fathanah adalah sifat dan sikap seseorang yang sangat cerdas dalam urusan dunia dan akhirat, harus memiliki sifat ini oleh Pribadi Muslim, Isteri, anak dan keluarga disekitarnya. Al Fathanah yang dimiliki Orang-orang  Besar.

3. Al Fathanah yang Dimiliki Orang-orang  Besar

Al Fathanah juga berarti cerdik dan dapat berfikir, tidak bermenung-menung saja, kerenyut kening dalam – dalam sehingga orang harus menunggu lama-lama.

Banyak orang yang pintar dan banyak persediaan pikirannya, tetapi tidak cepat menangkap pikiran dan mengetahui tujuan orang lain, tidak lekas mengerti. Orang yang demikian bukan orang cerdik, walaupun banyak pengetahuannya, penampilannya tidak menarik membosankan.

Orang perempuan demikian pula, banyak perempuan yang cantik, pandai melagak, tetapi tidak menarik perhatian.

Ada juga perempuan yang hanya sedarhana sifatnya tetapi menawan hati karena dalam perangainya itu tampak kecerdikan dan kecerdasan. Perempuam yang tidak mempunyai kecerdikan dan tidak dapat mengetahui maksud orang adalah seumpama sebuah Figura bagus bingkainya, tetapi lukisannya tidak hidup tidak berseni.

Cerdas dan cerdik amat besar pengaruhnya, akan menimbulkan pribadi Salik Pengamal Tarekat al Junaidiyah. Itulah yang lebih banyak mengutamakan orang dalam pergaulan hidup. Orang bodoh, tolol, domben, lambat mengerti, menyebabkan pribadi Salik tidak mendapat penghargaan baik dari Tuhannya ataupun dari penghargaan dari sesamanya. Itu pula kadang-kadang yang menyebabkan mudah berbuat kejahatan. Pribadi orang yang cerdas nyata pada pada cara mengeluarkan kata-kata mempergunakan pikiran dan perasaan, berpikir tersusun dan bermantik. Imam Al Gazali berkata  bahwa :"Siapa yang berfikir tidak bermantik, ilmunya tidak dapat dipercaya".

Suatu jawaban pertanyaan yang tegas jitu, ketika orang menanyakan suatu perkara yang sulit, lama sekali akan hilang dari ingatan orang. Orang bertanya kepada Abdullah bin Abbas paman Nabi Muhammad Saw " Mana Tuan yang besar dengan Nabi Muhammad Saw ? Beliau menjawab : "Dia lebih besar dari pada saya, tetapi saya lebih dulu lahir dari pada dia."

Ada juga orang yang bertanya kepada Khalifah Ali bin Abi Thalib : "Berapa lama Tuan perjalanan dari Masyrik ke Magrib ? Jawab beliau dengan cepat: "Sehari perjalanan bagi Matahari ". Orang itu bertanya lagi : Berapa ribu tahun perjalanan dari Bumi ke Langit, pulang pergi ? Beliau jawab :"Hanya satu detik bagi do'a orang yang mustajab."

Al Marhum KH. Agussalim terkenal kecepatannya dalam berfikir. Pada suatu hari dizaman penjajahan Belanda. Dia bercakap-cakap dengan seorang bangsa Belanda tentang Bahasa Indonesia.

Orang Belanda itu mengatakan bahwa Bahasa Indonesia hanya bahasa jongos-jongos, bahasa itu tidak akan sanggup dipakai untuk ilmu pengetahuan. "Bisa! Mengapa tidak ? Tukas KH. Agussalim. Kata orang belanda "Kata-kata POLITIK" Apa Bahasa Indonesianya? Beliau menjawab dengan cepat sekali : "Terjemahkan dulu kata itu, Tuan ! ke dalam Bahasa Belanda, nanti akan saya terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia secepat itu pula" Orang Belanda terdiam.

Demikian pengertian Al Fathanah yakni cerdas, jenius, cerdik dancepat berfikir yang harus dimiliki khususnya Pengamal Tarekat al Junaidiyah untuk menjatuhkan musuh-musuhnya yang menguasai dirinya atau mengalahkan kejahatan nafsu-nafsunya.

 

C. PENGERTIAN BALADAH ADALAH BODOH SIFAT MUSTAHIL BAGI RASUL

Menurut Artikel “Ringkasan AI google” menyatakan bahwa Sifat baladah (bodoh/dungu) mustahil ada pada Rasul karena bertentangan dengan sifat wajib fatanah (cerdas). Antonim atau lawan kata yang merupakan sifat wajib bagi rasul adalah Fatanah (cerdas/pintar). Rasul wajib cerdas untuk menjelaskan wahyu, berdiplomasi, dan membimbing umat.

Definisi Baladah adalah sifat bodoh, dungu, atau tidak cerdas. Konteksnya Mustahil  Allah memilih Rasul sebagai pemimpin yang paripurna, sehingga tidak mungkin memiliki sifat bodoh yang menghambat penyampaian risalah. Sifat Wajib Fatanah (cerdas), yang berarti Rasul memiliki kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual yang tinggi. Sebagai contohnya, jika seorang rasul memiliki sifat baladah, ia tidak akan mampu menyampaikan argumen yang kuat kepada umatnya yang menentang ajaran agama yang dibawanya.

Setiap rasul memiliki sifat mustahil baladah. Mengutip Arti Baladah, Sifat Mustahil bagi Rasul menyatakan bahwa “baladah artinya bodoh.” Dan penjelasan lebih lanjut, seorang rasul mempunyai tugas yang berat dan sangat tidak mungkin ia memiliki sifat yang bodoh. Jika seorang rasul memiliki sifat yang bodoh, maka ia tidak akan dapat mengemban amanat dari Allah Swt. Sifat baladah ini termasuk ke dalam sifat mustahil yang dimiliki oleh para rasul. Seperti firman Allah Swt dalam surah Al-A'raf ayat 199 yang berbunyi :

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَاَعْرِضْ عَنِ الْجٰهِلِيْنَ ١٩٩

Artinya: "Jadilah pemaaf, perintahlah (orang-orang) pada yang makruf, dan berpalinglah dari orang-orang bodoh."

 

 

Referensi  :

Kitab Aqa'idul Iman

Artikel “Ringkasan AI google” menyatakan Sifat baladah (bodoh/dungu)

https://www.google.com/search?q=sifat+baladah+bagi+para+rasul+adalah+mustahil+adanya+dan+antonimnya+dari+sifat+tersebut+adalah&rlz=1C1CHBD_idID1040ID1040&oq=s

Artikel detikhikmah, "Arti Baladah, Sifat Mustahil bagi Rasul" https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-6617194/arti-baladah-sifat-mustahil-bagi-rasul.

Artikel “Ringkasan AI” google //                    https://www.google.com/search?q=sifat+fathanah&rlz=1C1CHBD_idID1040ID1040&oq=sifat+fathanah&aqs=chrome..69i57j0i10i11i512l4j0i512l2j0i10i11i512l3.19564j0j15&sou

Artikel detikhikmah, "Arti Fathanah, Salah Satu Sifat Wajib Nabi dan Rasul" selengkapnya https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-6600481/arti-fathanah-salah-satu-sifat-wajib-nabi-dan-rasul.

 

 

 

 

 

 

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bab. VIII “Menteladani Sifat Syaja'ah Nabi Saw” al-Risalah Mutaba'atul Hasanah

  BAB. VIII PASAL KE 8 PENJELASAN SIFAT SYAJJA'AH اَلْفَصْلُ الْثَامِنُ فِى بَيَانِ الشَّجَاعَةِ FASAL YANG KE 8   PENJELASAN   SYAJA...