BAB. IV
PASAL KE 4 PENJELASAN SIFAT SYIDDATUL FATHANAH
الفصل الرابع فى بيان شدة الفطانة
Daftar Isi Bab. IV “Menteladani Sifat Fathanah Nabi Saw” Kitab al-Risalah Mutaba’atul Hasanah
A. PENJELASAN SYIDDATUL FATHANAH
1. Pengertian al Fathanah
2. Poin Penting Mengenai Sifat Fathanah
B. TA’RIF SYIDDATUL FATHANAH
1. Arti Fathanah, Salah Satu Sifat Wajib Nabi dan Rasul
2. Pengembangan Sifat al Fathanah pada Pribadi Muslim
3. Al Fathanah yang Dimiliki Orang-orang Besar
C. PENGERTIAN BALADAH ADALAH BODOH SIFAT MUSTAHIL BAGI RASUL
BAB. IV
PASAL KE 4 PENJELASAN SIFAT SYIDDATUL FATHANAH
الفصل الرابع فى بيان شدة الفطانة
A. PENJELASAN
SYIDDATUL FATHANAH
1. Pengertian al Fathanah
al Fathanah berasal dari
bahasa Arab. al Fathanah adalah isim masdar atau kata benda yang asal kata
kerjanya : FATHANA – YAFTHUNU – FATHANAH
الْفَطَانَةُ هُوَ اِسْمٌ مِنْ فِعْلِهِ :
فَطَنَ – يَفْطِنُ – فَطَانَةً
al Fathanah yang berarti : "Cerdas, cerdik akalnya
atau Jennius otaknya atau cepat cara berpikirannya." (شِدَّةُ
الْفَطَانَةِ) artinya
“amat cerdas atau amat
Jennius otaknya atau amat cepat cara berpikirannya."
Secara Terminologi, syiddah
al Fathanah adalah sifat dan sikap pribadi seseorang yang sangat cerdas, cerdik
akalnya atau Jennius otaknya atau cepat cara berpikirannya menghadapi
permasalahan dunia, agama dan akhirat dan penyelesaiannya.
Mengutif dari artikel “Ringkasan
AI google” menyetakan bahwa Sifat fathanah adalah sifat
wajib bagi rasul yang berarti cerdas, pandai, dan bijaksana dalam berpikir
maupun bertindak. Fathanah mencakup kecerdasan intelektual, emosional, dan
spiritual untuk menyampaikan risalah, memimpin umat, serta memberikan solusi
atas permasalahan.
Sifat (فَطَنَةْ) ini berlawanan dengan (بَلَادَةْ) baladah (bodoh).
2. Poin Penting Mengenai Sifat Fathanah
Adapun poin-poin penting
mengenai Sifat Fathanah adalah :
1.Fathanah bukan sekadar sifat pintar
secara akademik, melainkan kebijaksanaan dalam menempatkan logika dan tindakan
secara benar.
2.Strategis dalam Dakwah: Rasul menggunakan
fathanah untuk berkomunikasi dengan baik dan menyampaikan ajaran Allah Swt
dengan metode yang tepat.
3.Contoh Penerapan: Nabi
Muhammad Saw menunjukkan fathanah saat meletakkan Hajar Aswad (penyelesaian
konflik antar suku) dan mengatur strategi perang.
4.Implementasi bagi Umat:
Umat Muslim dituntut meneladani fathanah dengan giat belajar, berwawasan luas,
dan bijak dalam menyikapi kehidupan.
5.Fathanah memungkinkan rasul
mengungguli tantangan tugas berat dengan hikmah dan logika kenabian.
Fathanah merupakan salah satu
sifat Rasulullah Saw yang patut diteladani dan suatu sikap mengerti, memahami,
dan menghayati secara mendalam yang berkenaan dengan segala hal.
Fathanah merupakan kecerdasan
intelektual emosional dan terutama pada hal spiritual. Termasuk kebijaksanaan
dalam berpikir dan bertindak. Dalam definisi sederhana, fathanah artinya
cerdas. Seperti yang dimiliki oleh Nabi Ibrahim yang dikenal akan kecerdasan
serta ketepatannya dan kemampuannya dalam menyampaikan suatu risalah kepada
kaumnya, bahkan juga memahami strategis dalam menyampaikan ajaran dari Allah Swt.
B. TA’RIF SYIDDATUL FATHANAH
Kitab Aqa'idul Iman dikatakan
bahwa al Fathanah bermakna cerdik sekalian pesuruh Allah Ta'ala pada pekerjaan
masalah dunia, agama dan akhirat. Mustahil bagi sekalian pesuruh Allah Ta'ala
itu mereka bersifat baladah bermakna bodoh (kurang cerdas akalnya), pada
membantah, mengalahkan lawan-lawannya.
Adapun ta'rif al
Fathanah :
تَعْرِيْفُ الْفَطَانَةِ فَهِىَ الْقُدْرَةُ عَلَى إِقَامَةِ الْحُجَّةِ الْخَصْمِ
Artinya : ta'rif al
Fathanah yaitu mereka mampu, kuasa
membuat hujjah sanggahan atas bantahan yang dibuat musuh-musuhnya.
Firman Allah pada surat al
An'am berbunyi :
وتلك حجتنا أتيناها إبراهيم. الأنعام 83
Artinya : "Dan yang demikian itu hujjah kami yang telah kami datangkan akan dia kepada Nabi Ibrahim alaihis salam". QS. Al An,am 83.Firman Allah pada surat al Nahal berbunyi :
وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِىْ هِىَ أَحْسَنُ.
النحل 125
Artinya : "Bantahlah mereka itu dengan cara yang baik mkasudnya dengan
cara yang terbaik." QS. al Nahal 125.
1.Arti Fathanah, Salah Satu
Sifat Wajib Nabi dan Rasul
Fathanah merupakan salah satu
sifat Rasulullah SAW yang patut diteladani dan suatu sikap dimengerti, dipahami,
dan dihayati secara mendalam yang berkenaan dengan segala hal. Fathanah juga merupakan
kecerdasan intelektual emosional dan terutama pada hal spiritual. Termasuk
kebijaksanaan dalam berpikir dan bertindak. Dalam definisi sederhana, fathanah
artinya cerdas. Seperti yang dimiliki oleh Nabi Ibrahim yang dikenal akan
kecerdasan serta ketepatannya dan kemampuannya dalam menyampaikan suatu risalah
kepada kaumnya, bahkan juga memahami strategis dalam menyampaikan ajaran dari
Allah Swt.
2. Pengembangan Sifat al
Fathanah pada Pribadi Muslim
Muhammad Saw yang ke empat yang harus diadopsi oleh Ummatnya khususnya Pengamal Tarekat al Junaidiyah harus memiliki sifat ini dalam jiwanya. Mereka sangat pandai memilih-memilah dan menempatkan diri agar selamat, bahagia di dunia dan akhirat. Syiddah al Fathanah adalah sifat dan sikap seseorang yang sangat cerdas dalam urusan dunia dan akhirat, harus memiliki sifat ini oleh Pribadi Muslim, Isteri, anak dan keluarga disekitarnya. Al Fathanah yang dimiliki Orang-orang Besar.
3. Al Fathanah yang Dimiliki
Orang-orang Besar
Al Fathanah juga berarti
cerdik dan dapat berfikir, tidak bermenung-menung saja, kerenyut kening dalam –
dalam sehingga orang harus menunggu lama-lama.
Banyak orang yang pintar dan
banyak persediaan pikirannya, tetapi tidak cepat menangkap pikiran dan
mengetahui tujuan orang lain, tidak lekas mengerti. Orang yang demikian bukan
orang cerdik, walaupun banyak pengetahuannya, penampilannya tidak menarik
membosankan.
Orang perempuan demikian
pula, banyak perempuan yang cantik, pandai melagak, tetapi tidak menarik
perhatian.
Ada juga perempuan yang hanya
sedarhana sifatnya tetapi menawan hati karena dalam perangainya itu tampak
kecerdikan dan kecerdasan. Perempuam yang tidak mempunyai kecerdikan dan tidak
dapat mengetahui maksud orang adalah seumpama sebuah Figura bagus bingkainya,
tetapi lukisannya tidak hidup tidak berseni.
Cerdas dan cerdik amat besar
pengaruhnya, akan menimbulkan pribadi Salik Pengamal Tarekat al Junaidiyah.
Itulah yang lebih banyak mengutamakan orang dalam pergaulan hidup. Orang bodoh,
tolol, domben, lambat mengerti, menyebabkan pribadi Salik tidak mendapat
penghargaan baik dari Tuhannya ataupun dari penghargaan dari sesamanya. Itu
pula kadang-kadang yang menyebabkan mudah berbuat kejahatan. Pribadi orang yang
cerdas nyata pada pada cara mengeluarkan kata-kata mempergunakan pikiran dan
perasaan, berpikir tersusun dan bermantik. Imam Al Gazali berkata bahwa :"Siapa yang berfikir tidak
bermantik, ilmunya tidak dapat dipercaya".
Suatu jawaban pertanyaan yang
tegas jitu, ketika orang menanyakan suatu perkara yang sulit, lama sekali akan
hilang dari ingatan orang. Orang bertanya kepada Abdullah bin Abbas paman Nabi
Muhammad Saw " Mana Tuan yang besar dengan Nabi Muhammad Saw ? Beliau menjawab
: "Dia lebih besar dari pada saya, tetapi saya lebih dulu lahir dari pada
dia."
Ada juga orang yang bertanya
kepada Khalifah Ali bin Abi Thalib : "Berapa lama Tuan perjalanan dari
Masyrik ke Magrib ? Jawab beliau dengan cepat: "Sehari perjalanan bagi
Matahari ". Orang itu bertanya lagi : Berapa ribu tahun perjalanan dari
Bumi ke Langit, pulang pergi ? Beliau jawab :"Hanya satu detik bagi do'a
orang yang mustajab."
Al Marhum KH. Agussalim
terkenal kecepatannya dalam berfikir. Pada suatu hari dizaman penjajahan
Belanda. Dia bercakap-cakap dengan seorang bangsa Belanda tentang Bahasa
Indonesia.
Orang Belanda itu mengatakan
bahwa Bahasa Indonesia hanya bahasa jongos-jongos, bahasa itu tidak akan
sanggup dipakai untuk ilmu pengetahuan. "Bisa! Mengapa tidak ? Tukas KH.
Agussalim. Kata orang belanda "Kata-kata POLITIK" Apa Bahasa
Indonesianya? Beliau menjawab dengan cepat sekali : "Terjemahkan dulu kata
itu, Tuan ! ke dalam Bahasa Belanda, nanti akan saya terjemahkan ke dalam
Bahasa Indonesia secepat itu pula" Orang Belanda terdiam.
Demikian pengertian Al
Fathanah yakni cerdas, jenius, cerdik dancepat berfikir yang harus dimiliki
khususnya Pengamal Tarekat al Junaidiyah untuk menjatuhkan musuh-musuhnya yang
menguasai dirinya atau mengalahkan kejahatan nafsu-nafsunya.
C. PENGERTIAN BALADAH ADALAH
BODOH SIFAT MUSTAHIL BAGI RASUL
Menurut Artikel “Ringkasan AI
google” menyatakan bahwa Sifat baladah (bodoh/dungu) mustahil ada pada Rasul
karena bertentangan dengan sifat wajib fatanah (cerdas). Antonim atau lawan
kata yang merupakan sifat wajib bagi rasul adalah Fatanah (cerdas/pintar).
Rasul wajib cerdas untuk menjelaskan wahyu, berdiplomasi, dan membimbing umat.
Definisi Baladah adalah sifat
bodoh, dungu, atau tidak cerdas. Konteksnya Mustahil Allah memilih Rasul sebagai pemimpin yang
paripurna, sehingga tidak mungkin memiliki sifat bodoh yang menghambat penyampaian
risalah. Sifat Wajib Fatanah (cerdas), yang berarti Rasul memiliki kecerdasan
intelektual, emosional, dan spiritual yang tinggi. Sebagai contohnya, jika
seorang rasul memiliki sifat baladah, ia tidak akan mampu menyampaikan argumen
yang kuat kepada umatnya yang menentang ajaran agama yang dibawanya.
Setiap rasul memiliki sifat
mustahil baladah. Mengutip Arti Baladah, Sifat Mustahil bagi Rasul menyatakan
bahwa “baladah artinya bodoh.” Dan penjelasan lebih lanjut, seorang rasul
mempunyai tugas yang berat dan sangat tidak mungkin ia memiliki sifat yang
bodoh. Jika seorang rasul memiliki sifat yang bodoh, maka ia tidak akan dapat
mengemban amanat dari Allah Swt. Sifat baladah ini termasuk ke dalam sifat
mustahil yang dimiliki oleh para rasul. Seperti firman Allah Swt dalam surah
Al-A'raf ayat 199 yang berbunyi :
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَاَعْرِضْ
عَنِ الْجٰهِلِيْنَ ١٩٩
Artinya: "Jadilah
pemaaf, perintahlah (orang-orang) pada yang makruf, dan berpalinglah dari
orang-orang bodoh."
Referensi :
Kitab Aqa'idul Iman
Artikel “Ringkasan AI google” menyatakan Sifat baladah
(bodoh/dungu)
https://www.google.com/search?q=sifat+baladah+bagi+para+rasul+adalah+mustahil+adanya+dan+antonimnya+dari+sifat+tersebut+adalah&rlz=1C1CHBD_idID1040ID1040&oq=s
Artikel detikhikmah, "Arti Baladah, Sifat Mustahil
bagi Rasul" https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-6617194/arti-baladah-sifat-mustahil-bagi-rasul.
Artikel “Ringkasan AI” google //
https://www.google.com/search?q=sifat+fathanah&rlz=1C1CHBD_idID1040ID1040&oq=sifat+fathanah&aqs=chrome..69i57j0i10i11i512l4j0i512l2j0i10i11i512l3.19564j0j15&sou
Artikel detikhikmah, "Arti Fathanah, Salah Satu Sifat
Wajib Nabi dan Rasul" selengkapnya
https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-6600481/arti-fathanah-salah-satu-sifat-wajib-nabi-dan-rasul.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar