Sabtu, 09 Mei 2026

Bab. VI “Menteladani Sifat Rijal Nabi Saw” al-Risalah Mutaba'atul Hasanah

 

BAB. VI

PASAL KE 6 PENJELASAN SIFAT RIJAL

الفصل السادس فى بيان الرجال


Daftar Isi Bab. VI “Menteladani Sifat Rijal Nabi Saw” Kitab al-Risalah Mutaba’atul Hasanah

A. PENJELASAN TENTANG SIFAT RIJAL

1. Pengertian Rijal

2. Pengertian Rijal Meurut Suku Kata 

3. Pengertian dan Asal Usul Nama Rijal

B. MAKNA RIJAL DALAM AL QUR’AN

1. Al Rijal selalu Menyalahi Sifat Nafsunya

2. Sifat Yang Harus ada pada Pengamal Tarekat al Junaidiyah

3. Contoh Sifat Rijal Rusulullah Saw

C.RIJAL SELALU MEDAPAT BIMBINGAN DAN PETUNJUK ALLAH 


BAB. VI

PASAL KE 6 PENJELASAN SIFAT RIJAL

الفصل السادس فى بيان الرجال

FASAL YANG KE 6 PENJELASAN TENTANG SIFAT RIJAL

A. PENJELASAN TENTANG SIFAT RIJAL

1. Pengertian Rijal

Mengutif Artikel ”Ringkasan AI google” menyatakan bahwa Sifat rijal (laki-laki sejati) dalam Islam merujuk pada karakter mulia yang melampaui sekadar jenis kelamin, mencakup kejantanan, tanggung jawab, keteguhan iman, dan kepahlawanan. Rijal adalah mereka yang tidak dilalaikan oleh dunia, teguh dalam ketaatan, serta mampu memimpin dan melindungi, sebagaimana diuraikan dalam.Berikut adalah sifat-sifat utama Rijal berdasarkan rujukan:

Salah satu ayat yang menyebutkan kata rijāl adalah dalam QS An-Nur ayat 37 yang berbunyi:

رِجَالٌ لَّا تُلْهِيْهِمْ تِجَارَةٌ وَّلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ وَاِقَامِ الصَّلٰوةِ وَاِيْتَاۤءِ الزَّكٰوةِۙ يَخَافُوْنَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيْهِ الْقُلُوْبُ وَالْاَبْصَارُۙ ۝٣٧

Artinya : orang-orang Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan jual beli dari mengingat Allah, melaksanakan salat, dan menunaikan zakat. Mereka takut kepada hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang (hari Kiama)t.

Tidak Dilalaikan oleh Dunia: Perniagaan dan jual beli tidak membuat mereka lupa dari mengingat Allah, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat (QS. An-Nur: 37).Keteguhan Iman dan Takwa: Memiliki iman yang kokoh, berani, gagah, dan memiliki kekuatan mental serta spiritual.Tanggung Jawab dan Kepemimpinan: Menunjukkan kedewasaan dalam bersikap, menjadi pelindung, dan penanggung jawab (Qowwam).Bergegas dalam Kebaikan: Memiliki sifat fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) dan segera menolong sesama.Pemberani dan Berkarakter: Memiliki jiwa ksatria (kepahlawanan) dalam menghadapi kesulitan.Konsep rijal dalam Al-Qur'an sering dikontraskan dengan kondisi lemah, menekankan pada kedewasaan spiritual dan moral, bukan hanya kekuatan fisik

2. Pengertian Rijal Meurut Suku Kata

Rijal adalah isim jamak dan dari Mufratnya Rajul dan asal kata kerjanya RAJULA. Rijal kata benda atau isim jamak dari bahasa Arab yang berarti "LAKI-LAKI." Kata al Rajul adalah isim mufrat yang bersal dari kata kerjanya RAJULA –YARJULU – RAJULAN atau RIJAL yang berarti " Lelaki itu berjalan kaki ia." Dan bentuk fi'il mutta'adinya RAJJALAHU yang bermakna : "Lelaki itu menguatkan nya."

رَجُلَ – يرجُل – رَجُلا هو رجلا

Kata istilah Rijal disini dipakai dan diambil Pembesar Tarekat al Junaidiyah dalam suatu bahasan pokok, tujuannya adalah untuk menguatkan jiwa seorang PTJ dalam mengamalkan ajaran tarekat baik pada amal zahir dan amal batin. Al Rijal adalah laki-laki yang tegar dalam menjalani ajaran amal Tarekat. Al Rijal adalah laki-laki yang kuat jiwa raganya berjalan tahap demi tahap terhadap suatu yang diyakininya benar dalam menuju Allah. Al Rijal adalah laki-laki yang selalu menegakkan kalimatullah.

3. Pengertian dan Asal Usul Nama Rijal

Arti nama Rijal secara harfiah berasal dari kata Arab "rijāl" (رجال) yang merupakan bentuk jamak dari kata "rajul" (رجل) yang berarti laki-laki atau pria. Dalam konteks yang lebih luas, nama ini mengandung makna prajurit, kesatria, atau orang yang memiliki sifat kepemimpinan dan tanggung jawab.

Kata "rijāl" dalam bahasa Arab tidak hanya menunjukkan jenis kelamin, tetapi juga mengimplikasikan kualitas-kualitas tertentu seperti keberanian, ketegasan, dan kejantanan.

Menurut Kamus Al-Munawwir, kata manaqib yang berkaitan dengan rijal dicontohkan dengan "faakhrojahu bilmanaqib" yang diartikan berlomba-lomba dalam kebaikan. Hal ini menunjukkan bahwa nama Rijal memiliki konotasi positif yang berkaitan dengan kebaikan dan prestasi.

Dalam tradisi penamaan Islam, nama Rijal sering dipilih karena mengandung harapan agar sang anak kelak menjadi sosok yang kuat, bertanggung jawab, dan memiliki integritas tinggi. Nama ini juga mencerminkan keinginan orang tua agar anaknya menjadi pemimpin yang adil dan bijaksana dalam kehidupannya.


B. MAKNA RIJAL DALAM AL QUR’AN

Dalam Al-Quran, kata "rijāl" disebutkan dalam berbagai konteks yang semuanya menunjukkan makna positif dan mulia. Penggunaan kata ini dalam kitab suci umat Islam memberikan dimensi spiritual yang mendalam bagi nama Rijal.

Salah satu ayat yang menyebutkan kata rijāl adalah dalam QS An-Nur ayat 37 yang berbunyi:

رِجَالٌ لَّا تُلْهِيْهِمْ تِجَارَةٌ وَّلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ وَاِقَامِ الصَّلٰوةِ وَاِيْتَاۤءِ الزَّكٰوةِۙ يَخَافُوْنَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيْهِ الْقُلُوْبُ وَالْاَبْصَارُۙ ۝٣٧

Artinya : orang-orang Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan jual beli dari mengingat Allah, melaksanakan salat, dan menunaikan zakat. Mereka takut kepada hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang (hari Kiamat.

Ayat ini menggambarkan karakteristik ideal dari seorang rijāl yang tidak terlena oleh urusan duniawi.

kata "ar-rijāl" dalam Al-Quran memiliki makna yang identik dengan kebaikan, seperti orang yang menghidupkan masjid, beramal untuk akhirat, teguh berpegang pada prinsip, dan menjadi penanggung jawab dalam keluarga. Konteks ini memberikan gambaran bahwa nama Rijal mengandung harapan spiritual yang tinggi.

Dalam konteks dakwah, makna terbaik dari kata "rijāl" adalah kader atau orang yang memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai kebenaran. Karakteristik ini mencakup tidak mudah terlena oleh urusan dunia, selalu siap memberikan pertolongan, dan senantiasa menepati janji serta sabar dalam perjuangan.


1.Al Rijal selalu Menyalahi Sifat Nafsunya

Al Rijal adalah seorang laki-laki yang sanggup menyalahi keinginan Nafsunya dan menolak kehendak-kehendak nafsu bejatnya. Menolak kehendak-kehendak nafsunya dihukumkan fardu 'ain, dan tergolong jihad yang besar.

Allah Swt telah berfirman dalam al Qur,an  pada surat an Najiat :

وأما من خاف مقام ربه ونهى النفس عن الهوى فإن الجنة هى المأوى.    النازعات 40

Artinya : "Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan manahan  diri dari (keinginan) hawa nafsunya". QS. An Naziat 40.

قال عليه الصلاة والسلام : أخوف ماأخاف على أمتى اتباع الهوى وطول الأمل [اتباع الهوى اى فيصدك عن الحق وأما طول الأمل اى فينسى الآخرة]

Artinya : Nabi Saw bersabda  "Aku takut akan sesuatu yang telah aku takutkan atas umatku, yakni mengikuti hawa nafsunya dan panjang cita-cita (melupakan akhirat)".

Berkata Sadatina Junaidiyah yang bernama Syekh Sirri as Saqati  radliyallahu anhu :

طَالِبَتِىْ نَفْسِىْ ثَلَاثِيْنَ سَنَةً اَوْ أَرْبَعِيْنَ أَنْ أَغْمِسَ جَوْزَةً فِى دَنَسٍ فِمَا أَطْعَتُهَا.

Ketahuilah  bahwa : Aku mencari nafsuku tiga puluh hingga empat puluh tahun lamanya yang aku benam pada lubang kotoran maka tiada aku mengangkat atau memetuhinya.

Ketahuilah  bahwa :

Nafsu Ammarah dengan kejahatannya adalah senjatanya syaithan yang punya tujuh kepala atau rupa yaitu  : Syahwat, Pemarah, Sombung, Dengki, Kikir, Luba dan Riya.

رأس الشهواة -Rupa Syahawat dapat dilumpuhkan dengan riadah dan sedikit berserikat dengan binatang suka makan dan ninum.

رأس الغضب  -Rupa Ghadaf dapat dilumpuhkan dengan kelembutan/Helm.

رأس الكبر  -Rupa Sombung dapat dilumpuhkan dengan sifat tawaddu (Rendah hati).

رأس الحسد  -Rupa Hasad dapat dipotong atau dipangkas dengan i'tikat semua yang ada dimiliki seseorang adalah kepunyaan Allah semata. Allah memberi kepada orang-orang yang dikehendakinya.

رأس البخيل والحرص  -Rupa Bakhil dan Loba dapat dipotong dengan kebesaran qana'ah dan dengan pandangan yang benar bahwa batil dan loba itu akan menjumpainya atas dirinya pada perkara yang buruk.

رأس الرياء -Rupa Riya dapat dipotong dan dipangkas dengan sifat ikhlas yang membuahkan bermacam-macam kebaikan dan barakah didunia dan akhirat.


2. Sifat Yang Harus ada pada Pengamal Tarekat al Junaidiyah

Rintangan demi rintangan telah dilalui, telah dilewati, cobaan dan ujian hidup selama di dunia terhadap dirinya, anak, isteri dan keluarganya dihadapi dengan sabar, dihadapi dengan tawakkal dan ridha. Namun kesemuanya itu, rintangan, cobaan, dan ujian itu membuat diri dan jiwanya tegar dan semakin kuat. Dia laksana – bagaikan sebatang pohon yang besar, akarnya terhunjam ke dasar bumi yang dalam, dahan dan rantingnya menjalar panjang kesemua arah. Dia dapat melindungi dan menaungi apa saja yang berada dibawahnya dengan aman, tenang.

Walaupun sewaktu-waktu datng terpaan angin yang begitu kuat dan dahsyat, namun dia tetap tegar, tak tergoyahkan. Dia tahan uji, sangup menderita dilihat  dari lahiriahnya, namun bahagia jiwanya. Inilah salah satu contoh bagi Pengamal Tarekat al Junaidiyah, dia harus bersifat laki-laki, dia harus bersifat rijal, dia harus tegar, dia harus kuat dan tahan uji,, tidak loyo, dalam mengamalkan syari'at dengan ketat dan tarekat yang dijalaninya.

Semua rintangan, semua cobaan dilihatnya suatu yang hal lumrah, dan semua ujian dilihatnya suatu hal biasa yang pasti dialami oleh semua orang. Sifat Rijalnya mengikuti  sifat Rusulullah Saw.

3. Contoh Sifat Rijal Rusulullah Saw

Pada waktu Rasulullah masih hidup, masih berada ditengah-tengah para Shahabatnya dan berdakwah kepada Ummatnya. Rusulullah Saw banyak mendapatkan tekanan, tentangan dan cobaan dari orang-orang yang tidak menyukai Beliau. Tapi Beliau tidak undur, dia selalu tegar dalam menghadapi musuh-musuhnya, bahkan yang menentang Rusulullah Saw dari pihak Keluarganya sendiri, dintaranya Abu Lahab pamannya sendiri. Namun semua tekanan dan cobaan yang ditimpakan kepada Rusulullah Saw tidak memberi bekas atau kandas begitu saja.

Pernah pada suatu hari Kaum Kafir Quraisy mengadakan sidang, rapat akbar, membahas tentang bagaimana cara menghentikan dakwahnya Nabi Saw. Akhirnya dalam rapat itu diambil suatu kesimpulan dengan menawarkan tiga macam kesenangan kepada Rusulullah Muhammad Saw.

Datanglah utusan kafir Quraisy ke rumah Abu Thalib, mereka menyampaikan hasil musyawarah kepada kemenakannya Abu Thalib yang bernama Muhammad. Di hadapan Abu Thalib dan Muhammad, berkatalah salah satu utusan itu : "Ya Muhammad, kami akan memberikan kepadamu pangkat, jabatan yang tinggi ! Kalau engkau ingin menjadi Raja atau Penguasa di tanah Arab ini, kami bisa mengangkatmu menjadi raja, tetapi dengan satu syarat engkau menghentikan dakwahmu yang khonyol itu.

Ya Muhammad, kami akan memberikan kamu harta kekayaan yang melimpah, tujuh turunan tak akan habis. Kalau kau ingin menjadi seorang hartawan, orang yang terkaya di tanah Arab ini, akan kami berikan separuh, setengah dari kekayaan kota Mekkah ini. Kami hanya minta satu permintaan saja, Kau harus bersedia menghentikan dakwahmu itu ! Kau harus menghentikan ajaran barumu itu ! Tawaran yang ketiga, Ya Muhammad, andaikata Engkau mau, bersedia dan suka wanita-wanita cantik rupawan yang ada di tanah Arab ini, akan kami sediakan, tapi hanya satu permohonan dari kami, Kamu berhenti mengajarkan ajaran baru mu itu ! Apa jawaban Nabi Saw di saat itu dihadapan Paman Tercintanya Abu Thalib dan Utusan kafir tersebut  :

والله يا عم لو وضعوا الشمس فى يمينى والقمر فى يسارى على أن أترك هذا اللأمر[اى نشر الإسلام] ما تركته حتى يظهر او أهلك دونه.

Artinya : "Demi Allah ! Wahai Paman,  Andaikata mereka telah (mampu) meletakkan matahari di tangan Kananku   dan  meletakkan  rembulan   diatas   tangan   kiriku,  mestinya  bahwa sanyanya supaya aku meninggalkan  dakwah ini,  maka perkara ini tidak akan aku tinggalkan atau   telah celaka aku   karenanya (hai paman) hingga Allah mensuseskan atau memproklamirkannya.

Disini Rasulullah benar-benar bersifat Rizal, Nabi benar-benar bersifat Syujja'ah, Rasulullah benar-benar bersipat tegar dan jantan dalam mendakwahkan ajaran Islam. Begitu juga Pengamal Tarekat al Junaidiyah harus bersipat tegar dan jantan dalam menjalankan ajaran thariqat Junaidiyah dikehidupan dunia ini, bujukan, rayuan dan cobaan tidak membuat diri dan jiwanya kerdil. Tetapi menjadikannya laksana pupuk untuk menumbuh dan menyuburkan, obat penawar dan pencerahan jiwa dan raga, air siraman qalbu dalam menuju arah kesuburan dan akan menghasilkan cekal bekal buah yang dapat dinikmati disaat ini dan juga di waktu akan datang. Di saat ini hati tenang bersama Allah, saat mendatang dalam sorga bertetangga dengan Rasulullah.

Kalau dilihat dari lahiriahnya, bujukan, rintangan, dan cobaan datang silih berganti dari arah keluarga, anak dan isteri bahkan dari diri sendiri. Diantaranya rintangan, dan cobaan yang datang dari diri sendiri yang menyebabkan  seseorang tidak sampai menuju kepada Allah Swt antara lain : -malas, -bimbang, pemborosan bahkan ada sifat riya, merasa hebat dan beramal untuk mendapat pujian orang lain.

Kesemuanya itu adalah musuh yang terbit dari dalam jiwanya harus disingkirkan dan dilenyapkan dengan ketegaran dan kejantanan melaksanakan syari'at Allah, tidak undur walau sejengkal, terus maju menuju Allah sedekat-dekatnya. Sedangkan kalau dilihat dari bathiniahnya kesemua yang ada pada diri kita bukanlah kemauan si Hamda, sebab hamba tidak memiliki  apa-apa.

لَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ اِلَّا بِاللهِ

C.RIJAL SELALU MEDAPAT BIMBINGAN DAN PETUNJUK ALLAH 

Rizal adalah laki-laki yang kuat dan tegar dalam menghadapi ujian dan cobaan.

 Mereka selalu dzikrullah disaat senang dan gembira dan dikala mendapat ujian dan cobaan. Mereka selalu mendapat petunjuk dan ilham dari Allah Swt.  Allah berfirman pada surat Yusuf ayat 109 yang berbunyi :

وماأرسلنا من قبلك إلا رجالا نوحى إليهم من أهل القرى أفلم يسيروا فى الأرض فينظروا كيف كان عاقبة الذين من قبلهم ولدار الآخرة للذين اتقوا أفلا  تعقلون.  يوسف 109

Artinya : "Dan Kami tiada mengutus sebelummu  (Ya Muhammad), melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya  diantara  penduduk negeri. Tidaklah mereka bepergian  di  bumi  selalu  melihat  bagaimana  kesudahan  orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul). Dan sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang yang takwa. Tidakkah kamu mengerti ?    QS. Yusuf ayat 109.

Rizal dalam ayat ini adalah laki-laki yang selalu mendapatkan bimbingan dan petunjuk dari Allah Swt berupa  wahyu kalau ia seorang Nabi dan Rasul, dan  mendapatkan bimbingan dan petunjuk dari Allah Swt berupa ilham  kalau ia bukan seorang Nabi dan Rasul, sehingga mereka dapat melihat dan mengambil pelajaran dari orang-orang dahulu yang selalu tiada lalai mengingat Allah Swt. Dan mereka itu mendapatkan pridikat atau jempol dan gelar disisih Allah Swt yaitu sifat RIZAL.

Allah Swt berfirman :

رجال لا تلهيهم تجارة ولا بيع عن ذكر الله.  النور 37

Artinya : "Rijal adalah Kaum laki-laki  yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual beli dari mengingat Allah." QS. An Nur  Ayat 37.

Maksudnya : Rizal pada ayat ini, yakni Kaum Laki-laki yang tidak melalaikan atau tidak gaflah, tidak lupa mengingat Allah walaupun dalam keadaan perniagaan jual beli. Dalam sebuah hadis Rasul Saw yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim ada disebutkan bahwa ada 7 golongan yang memperoleh kenaungan Allah, padahal pada saat itu tidak ada kenaungan lain selain kenaungan Allah. Diantara ke 7 golongan itu ialah seorang laki-laki yang dzikrullah.

Tujuh Golongan Yang Dinaungi Allâh Azza Wa Jalla Pada Hari Kiamat

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: اَلْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْـمَسَاجِدِ ، وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللهِ اِجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فَقَالَ : إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tujuh golongan yang dinaungi Allâh dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: (1) Imam yang adil, (2) seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allâh, (3) seorang yang hatinya bergantung ke masjid, (4) dua orang yang saling mencintai di jalan Allâh, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya, (5) seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allâh.’ Dan (6) seseorang yang bershadaqah dengan satu shadaqah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya, serta (7) seseorang yang berdzikir kepada Allâh dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.”

Hadits ini shahih, diriwayatkan oleh: (Al-Bukhari dan Muslim)

Sebagaimana bunyi hadis dibawah ini :

        ،…. وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ.........

Artinya : "Seorang laki-laki yang dzikrullah, mengingat  Allah dikala ia bersendiri (khalawat) lalu mengalirlah kedua air matanya diwaktu dzikrullah".

Maksudnya tidaklah mudah mencari sosok manusia yang bersifat Rijal pada sisi Allah Swt. Sosok Kaum Laki-laki yang kuat himmahnya, kuat iman dan amal kebaikannya dalam menjalani menuju Allah Swt, dan juga tegar dan jantan dalam menghadapi ujian-ujian dan cobaan- cobaan di alam kehidupan ini.

Tegasnya Rizal adalah laki-laki yang kuat, tegar, jantan, tahan uji dan cobaan, oleh karena itu mereka sanggup untuk memimpin dirinya, dapat untuk membina pribadi dirinya untuk kembali menuju Allah Swt. Bahkan juga mereka sanggup untuk memimpin anak dan isterinya, dan dapat membina keluarganya untuk mencapai mardlatillah Swt.

Firman Allah Swt   :

.... الرجال قوامون على النساء.  النساء 34

Artinya : " Kaum laki-laki  itu adalah pengayum (pemimpin, pembina atas kaum wanita). QS An Nisa ayat 34.       

Pernah Rasulullah Saw dengan sifat Rijalnya berdakwah ke Kota Thaib, dengan harapan penduduknya menyambut dan menerima ajakan Rasul dengan baik. Tetapi antara harapan dan kenyataan berbeda, penduduknya marah terhadap Nabi Saw, Nabi dilempari batu, ada sebagian yang mengatakan bahwa gigi Nabi patah kena batu, sementara badan berlumuran darah, seraya Beliau berdo'a  :

قال عليه الصلاة والسلام َللَّهُمَّ اهْدِ قَوْمِىْ فَإِنَّهُمْ لَايَعْلَمُوْنَ

Artinya : " Ya Allah, Ya Tuhanku tunjuki kaumku, karena bahwanya mereka itu tidak mengetahui atau tidak mengerti."

Pada saat itu, menurut riwayat Saiyidina Jiberil As turun menjumpai Nabi Saw dan menawarkan jasa, untuk menghukum penduduk Thaib dengan membinasakan mereka seperti Kaum Luth. Tetapi tawaran itu ditolak oleh Nabi Saw. Beliau hanya berdo'a seperti do'anya di atas.

Disinilah telah tampak dan jelas sifat Syujja'ah dan sifat Rijalnya Rasulullah Saw, Beliau berani menyatakan dan menyampaikan suatu yang diyakininya benar dan dalam keadaan kuat  dan tegar ketika menerima ujian- ujian dalam hidup ini.

Dalam kasus lain, Rasulullah Saw sebagai seorang Panglima Perang yang telah berhasil menduduki Kota Mekkah dan menawan tentara Kafir Quraisy, musuh yang sangat kejam terhadap kaum muslimin dan tak segan-segan mereka menghambur-hamburkan harta dan kekayaan dalam membiayai konfrinsi untuk menumpas agama Islam. Tetapi semua itu dibalas Nabi Saw tatkala mereka kalah pada waktu Fathul Mekkah, dengan senyuman Beliau bersabda kepada mereka :

قال عليه الصلاة والسلام : إذهبوا فأنتم الطلقاء

Artinya : "Pulanglah kalian semua ke rumah masing-masing, kalian semua telah bebas."

Menyaksikan kejadian ini, Shahabat Nabi  Ali bin Abi Thalib dengan memberanikan diri bertanya : "Ya Rasulullah, siapakah yang memberimu saran untuk berlaku begitu ? Rasulullah Saw menjawab : "Allah .........! Bukankah Allah Swt telah berfirman dalam al Qur'an pada Surat As Syura Ayat 40.

وَجَزٰۤؤُا سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَاۚ فَمَنْ عَفَا وَاَصْلَحَ فَاَجْرُهٗ عَلَى اللّٰهِۗ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَ ۝٤٠

Balasan suatu keburukan adalah keburukan yang setimpal. Akan tetapi, siapa yang memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat), maka pahalanya dari Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang zalim.

Rizal adalah Kaum Laki-laki yang selalu berbuat benar dan berakhlak yang benar dan tidak pernah menyalahi peraturan hukum Allah Swt atau hukum syari'at.

Firman Allah pada surat al Ahzab yang berbunyi  :

 ..... رجال صدقوا ماعاهدوا الله عليه. الأحزاب 23

Artinya : " (Diantara orang-orang mukmin itu ada)  orang-orang  yang   menepati  apa    yang telah  mereka dijanjikan kepada Allah......" QS. Al Ahzab ayat 23.

Di dalam kitab Aiqazul Himam dijelaskan tentang Rijal yakni "Beberapa Kaum Laki-laki."  Ada tujuh golongan laki-laki yang sangat berlainan sifat dan pengetahuannya. Hal itu terjadi memang menghendaki begitu oleh Allah Swt, sebagaimana sebagian Ulama Shufi berkata bahwa :

وقال بعضهم اى العلماء الصوفية : لله رجال لا يعرفهم الا الخاصة, ولله رجال يعرفهم الخاصة والعامة,

ولله رجال أظهرهم فى البداية وسترهم فى النهاية, ولله رجال سترهم فى البداية و أظهرهم فى النهاية, ولله رجال لا يعرفهم سواه ولايطلع على ما بينه وبينهم إلا الحفظة الكرام الذين وكانوا بحفظ السرائر. ولله رجال اختص الله بمعرفتهم لايطهر حقيقة ما بينه وبينهم إلى الحفظة. أيقاظ الهمم ح236

Berkata oleh sebahgian Ulama Sufi tentang Rijal, bahwa Allah Swt itu (mempunyai Wali yang berpangkat) Rijal yakni beberapa orang laki-laki.  Allah tidak memperkenalkan mereka kecuali yang  dikhususkan. Dan Allah punya beberapa orang rijal, mereka diperkenalkan yang khusus dan yang umum. Dan juga Allah Swt mempunyai beberapa orang laki-laki yang tidak diperkenalkan kepada mereka yang husus dan yang umum. Dan ada juga Allah Swt beberapa orang laki-laki yang dinampakkan terhadap mereka pada bidayah yaitu yang lahir dan menutup terhadap mereka yang batin. Dan juaga sebaliknya ada beberapa orang laki-laki yang diditup terhadap mereka yang lahir dan dinampakkan kepada mereka yang batin (Nihayah). Dan ada juga Allah memiliki beberapa orang laki-laki yang tiada diperkenalkan kepada mereka kecuali kepadanya.Dan tidaklah mengetahui rahasia atas sesuatu antaraNya dan antara mereka kecuali memelihara  yang mulia Allah Swt. Hal keadaan mereka dalam pemeliharaan rahasia Allah. Dan bagi Allah itu ada beberapa orang laki-laki yang khusus mengenal-Nya tiada menampakkan hakekat sesuatu antara-Nya dan antara mereka yang dalam pemeliharaan.

 

Referensi :

Artikel”Arti Nama Rijal: Makna, Asal Usul, dan Karakteristik Lengkap” https://www.kapanlagi.com/feeds/arti-nama-rijal-makna-asal-usul-dan-karakteristik-lengkap-e34f6a155b.html

Artikel ”Ringkasan AI google” https://www.google.com/search?q=SIFAT+RIJAL&rlz=1C1CHBD_idID1040ID1040&oq=SIFAT+RIJAL&aqs=chrome..69i57j0i751l3j0i512i546.17061j0j15&sourceid=chrome&ie=U

QS. As Syura Ayat 40. // https://quran.nu.or.id/asy-syura/40

Artikel “Tujuh Golongan Yang Dinaungi Allâh Azza Wa Jalla Pada Hari Kiamat”, https://pesantrenmaqi.net/hadits/tujuh-golongan-yang-dinaungi-allah-azza-wa-jalla-pada-hari-kiamat/

 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bab. VIII “Menteladani Sifat Syaja'ah Nabi Saw” al-Risalah Mutaba'atul Hasanah

  BAB. VIII PASAL KE 8 PENJELASAN SIFAT SYAJJA'AH اَلْفَصْلُ الْثَامِنُ فِى بَيَانِ الشَّجَاعَةِ FASAL YANG KE 8   PENJELASAN   SYAJA...