BAB. VI
PASAL KE 6 PENJELASAN SIFAT RIJAL
الفصل السادس فى بيان الرجال
Daftar Isi Bab. VI “Menteladani Sifat Rijal Nabi Saw” Kitab al-Risalah Mutaba’atul Hasanah
A. PENJELASAN TENTANG SIFAT RIJAL
1. Pengertian Rijal
2. Pengertian Rijal Meurut Suku Kata
3. Pengertian dan Asal Usul Nama Rijal
B. MAKNA RIJAL DALAM AL QUR’AN
1. Al Rijal selalu Menyalahi Sifat Nafsunya
2. Sifat Yang Harus ada pada Pengamal Tarekat al Junaidiyah
3. Contoh Sifat Rijal Rusulullah Saw
C.RIJAL SELALU MEDAPAT BIMBINGAN DAN PETUNJUK ALLAH
BAB. VI
PASAL KE 6 PENJELASAN SIFAT RIJAL
الفصل السادس فى بيان الرجال
FASAL YANG KE 6 PENJELASAN TENTANG SIFAT RIJAL
A. PENJELASAN TENTANG SIFAT RIJAL
1. Pengertian Rijal
Mengutif Artikel ”Ringkasan AI google” menyatakan bahwa
Sifat rijal (laki-laki sejati) dalam Islam merujuk pada karakter mulia yang
melampaui sekadar jenis kelamin, mencakup kejantanan, tanggung jawab, keteguhan
iman, dan kepahlawanan. Rijal adalah mereka yang tidak dilalaikan oleh dunia,
teguh dalam ketaatan, serta mampu memimpin dan melindungi, sebagaimana
diuraikan dalam.Berikut adalah sifat-sifat utama Rijal berdasarkan rujukan:
Salah satu ayat yang menyebutkan kata rijāl adalah dalam
QS An-Nur ayat 37 yang berbunyi:
رِجَالٌ لَّا تُلْهِيْهِمْ تِجَارَةٌ وَّلَا بَيْعٌ عَنْ
ذِكْرِ اللّٰهِ وَاِقَامِ الصَّلٰوةِ وَاِيْتَاۤءِ الزَّكٰوةِۙ يَخَافُوْنَ يَوْمًا
تَتَقَلَّبُ فِيْهِ الْقُلُوْبُ وَالْاَبْصَارُۙ ٣٧
Artinya : orang-orang Laki-laki
yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan jual beli dari mengingat Allah,
melaksanakan salat, dan menunaikan zakat. Mereka takut kepada hari ketika hati
dan penglihatan menjadi guncang (hari Kiama)t.
Tidak Dilalaikan oleh Dunia: Perniagaan dan jual beli
tidak membuat mereka lupa dari mengingat Allah, mendirikan shalat, dan
menunaikan zakat (QS. An-Nur: 37).Keteguhan Iman dan Takwa: Memiliki iman yang
kokoh, berani, gagah, dan memiliki kekuatan mental serta spiritual.Tanggung
Jawab dan Kepemimpinan: Menunjukkan kedewasaan dalam bersikap, menjadi
pelindung, dan penanggung jawab (Qowwam).Bergegas dalam Kebaikan: Memiliki
sifat fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) dan segera menolong
sesama.Pemberani dan Berkarakter: Memiliki jiwa ksatria (kepahlawanan) dalam
menghadapi kesulitan.Konsep rijal dalam Al-Qur'an sering dikontraskan dengan
kondisi lemah, menekankan pada kedewasaan spiritual dan moral, bukan hanya
kekuatan fisik
2. Pengertian Rijal Meurut Suku Kata
Rijal adalah isim jamak dan dari Mufratnya Rajul dan asal
kata kerjanya RAJULA. Rijal kata benda atau isim jamak dari bahasa Arab yang
berarti "LAKI-LAKI." Kata al Rajul adalah isim mufrat yang bersal
dari kata kerjanya RAJULA –YARJULU – RAJULAN atau RIJAL yang berarti "
Lelaki itu berjalan kaki ia." Dan bentuk fi'il mutta'adinya RAJJALAHU yang
bermakna : "Lelaki itu menguatkan nya."
رَجُلَ
– يرجُل – رَجُلا هو رجلا
Kata istilah Rijal disini dipakai dan diambil Pembesar
Tarekat al Junaidiyah dalam suatu bahasan pokok, tujuannya adalah untuk
menguatkan jiwa seorang PTJ dalam mengamalkan ajaran tarekat baik pada amal
zahir dan amal batin. Al Rijal adalah laki-laki yang tegar dalam menjalani
ajaran amal Tarekat. Al Rijal adalah laki-laki yang kuat jiwa raganya berjalan
tahap demi tahap terhadap suatu yang diyakininya benar dalam menuju Allah. Al
Rijal adalah laki-laki yang selalu menegakkan kalimatullah.
3. Pengertian dan Asal Usul Nama Rijal
Arti nama Rijal secara harfiah berasal dari kata Arab
"rijāl" (رجال)
yang merupakan bentuk jamak dari kata "rajul" (رجل) yang berarti laki-laki atau pria. Dalam
konteks yang lebih luas, nama ini mengandung makna prajurit, kesatria, atau
orang yang memiliki sifat kepemimpinan dan tanggung jawab.
Kata "rijāl" dalam bahasa Arab tidak hanya
menunjukkan jenis kelamin, tetapi juga mengimplikasikan kualitas-kualitas tertentu
seperti keberanian, ketegasan, dan kejantanan.
Menurut Kamus Al-Munawwir, kata manaqib yang berkaitan
dengan rijal dicontohkan dengan "faakhrojahu bilmanaqib" yang
diartikan berlomba-lomba dalam kebaikan. Hal ini menunjukkan bahwa nama Rijal
memiliki konotasi positif yang berkaitan dengan kebaikan dan prestasi.
Dalam tradisi penamaan Islam, nama Rijal sering dipilih
karena mengandung harapan agar sang anak kelak menjadi sosok yang kuat,
bertanggung jawab, dan memiliki integritas tinggi. Nama ini juga mencerminkan
keinginan orang tua agar anaknya menjadi pemimpin yang adil dan bijaksana dalam
kehidupannya.
B. MAKNA RIJAL DALAM AL QUR’AN
Dalam Al-Quran, kata "rijāl" disebutkan dalam
berbagai konteks yang semuanya menunjukkan makna positif dan mulia. Penggunaan
kata ini dalam kitab suci umat Islam memberikan dimensi spiritual yang mendalam
bagi nama Rijal.
Salah satu ayat yang menyebutkan kata rijāl adalah dalam
QS An-Nur ayat 37 yang berbunyi:
رِجَالٌ لَّا تُلْهِيْهِمْ تِجَارَةٌ وَّلَا بَيْعٌ عَنْ
ذِكْرِ اللّٰهِ وَاِقَامِ الصَّلٰوةِ وَاِيْتَاۤءِ الزَّكٰوةِۙ يَخَافُوْنَ يَوْمًا
تَتَقَلَّبُ فِيْهِ الْقُلُوْبُ وَالْاَبْصَارُۙ ٣٧
Artinya : orang-orang Laki-laki
yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan jual beli dari mengingat Allah,
melaksanakan salat, dan menunaikan zakat. Mereka takut kepada hari ketika hati
dan penglihatan menjadi guncang (hari Kiamat.
Ayat ini menggambarkan
karakteristik ideal dari seorang rijāl yang tidak terlena oleh urusan duniawi.
kata
"ar-rijāl" dalam Al-Quran memiliki makna yang identik dengan
kebaikan, seperti orang yang menghidupkan masjid, beramal untuk akhirat, teguh
berpegang pada prinsip, dan menjadi penanggung jawab dalam keluarga. Konteks
ini memberikan gambaran bahwa nama Rijal mengandung harapan spiritual yang
tinggi.
Dalam konteks dakwah, makna terbaik dari kata "rijāl" adalah kader atau orang yang memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai kebenaran. Karakteristik ini mencakup tidak mudah terlena oleh urusan dunia, selalu siap memberikan pertolongan, dan senantiasa menepati janji serta sabar dalam perjuangan.
1.Al Rijal selalu Menyalahi Sifat Nafsunya
Al Rijal adalah seorang laki-laki yang sanggup menyalahi
keinginan Nafsunya dan menolak kehendak-kehendak nafsu bejatnya. Menolak
kehendak-kehendak nafsunya dihukumkan fardu 'ain, dan tergolong jihad yang
besar.
Allah Swt telah berfirman dalam al Qur,an pada surat an Najiat :
وأما من
خاف مقام ربه ونهى النفس عن الهوى فإن الجنة هى المأوى. النازعات 40
Artinya : "Dan adapun orang-orang yang takut kepada
kebesaran Tuhannya dan manahan diri dari
(keinginan) hawa nafsunya". QS. An Naziat 40.
قال عليه
الصلاة والسلام : أخوف ماأخاف على أمتى اتباع الهوى وطول الأمل [اتباع الهوى اى فيصدك
عن الحق وأما طول الأمل اى فينسى الآخرة]
Artinya : Nabi Saw bersabda "Aku takut akan sesuatu yang telah aku
takutkan atas umatku, yakni mengikuti hawa nafsunya dan panjang cita-cita
(melupakan akhirat)".
Berkata Sadatina Junaidiyah yang bernama Syekh Sirri as
Saqati radliyallahu anhu :
طَالِبَتِىْ نَفْسِىْ ثَلَاثِيْنَ سَنَةً اَوْ أَرْبَعِيْنَ أَنْ أَغْمِسَ جَوْزَةً فِى دَنَسٍ فِمَا أَطْعَتُهَا.
Ketahuilah bahwa :
Aku mencari nafsuku tiga puluh hingga empat puluh tahun lamanya yang aku benam
pada lubang kotoran maka tiada aku mengangkat atau memetuhinya.
Ketahuilah bahwa :
Nafsu Ammarah dengan kejahatannya adalah senjatanya
syaithan yang punya tujuh kepala atau rupa yaitu : Syahwat, Pemarah, Sombung, Dengki, Kikir,
Luba dan Riya.
رأس الشهواة -Rupa Syahawat dapat dilumpuhkan dengan riadah
dan sedikit berserikat dengan binatang suka makan dan ninum.
رأس الغضب -Rupa Ghadaf dapat dilumpuhkan dengan
kelembutan/Helm.
رأس الكبر -Rupa Sombung dapat dilumpuhkan dengan sifat
tawaddu (Rendah hati).
رأس الحسد -Rupa Hasad dapat dipotong atau dipangkas
dengan i'tikat semua yang ada dimiliki seseorang adalah kepunyaan Allah semata.
Allah memberi kepada orang-orang yang dikehendakinya.
رأس البخيل والحرص -Rupa Bakhil dan Loba dapat dipotong dengan
kebesaran qana'ah dan dengan pandangan yang benar bahwa batil dan loba itu akan
menjumpainya atas dirinya pada perkara yang buruk.
رأس الرياء -Rupa Riya dapat dipotong dan dipangkas dengan
sifat ikhlas yang membuahkan bermacam-macam kebaikan dan barakah didunia dan akhirat.
2. Sifat Yang Harus ada pada Pengamal Tarekat al
Junaidiyah
Rintangan demi rintangan telah dilalui, telah dilewati,
cobaan dan ujian hidup selama di dunia terhadap dirinya, anak, isteri dan
keluarganya dihadapi dengan sabar, dihadapi dengan tawakkal dan ridha. Namun
kesemuanya itu, rintangan, cobaan, dan ujian itu membuat diri dan jiwanya tegar
dan semakin kuat. Dia laksana – bagaikan sebatang pohon yang besar, akarnya
terhunjam ke dasar bumi yang dalam, dahan dan rantingnya menjalar panjang
kesemua arah. Dia dapat melindungi dan menaungi apa saja yang berada dibawahnya
dengan aman, tenang.
Walaupun sewaktu-waktu datng terpaan angin yang begitu
kuat dan dahsyat, namun dia tetap tegar, tak tergoyahkan. Dia tahan uji, sangup
menderita dilihat dari lahiriahnya,
namun bahagia jiwanya. Inilah salah satu contoh bagi Pengamal Tarekat al
Junaidiyah, dia harus bersifat laki-laki, dia harus bersifat rijal, dia harus
tegar, dia harus kuat dan tahan uji,, tidak loyo, dalam mengamalkan syari'at
dengan ketat dan tarekat yang dijalaninya.
Semua rintangan, semua cobaan dilihatnya suatu yang hal
lumrah, dan semua ujian dilihatnya suatu hal biasa yang pasti dialami oleh
semua orang. Sifat Rijalnya mengikuti
sifat Rusulullah Saw.
3. Contoh Sifat Rijal Rusulullah Saw
Pada waktu Rasulullah masih hidup, masih berada
ditengah-tengah para Shahabatnya dan berdakwah kepada Ummatnya. Rusulullah Saw
banyak mendapatkan tekanan, tentangan dan cobaan dari orang-orang yang tidak
menyukai Beliau. Tapi Beliau tidak undur, dia selalu tegar dalam menghadapi
musuh-musuhnya, bahkan yang menentang Rusulullah Saw dari pihak Keluarganya
sendiri, dintaranya Abu Lahab pamannya sendiri. Namun semua tekanan dan cobaan
yang ditimpakan kepada Rusulullah Saw tidak memberi bekas atau kandas begitu
saja.
Pernah pada suatu hari Kaum Kafir Quraisy mengadakan
sidang, rapat akbar, membahas tentang bagaimana cara menghentikan dakwahnya
Nabi Saw. Akhirnya dalam rapat itu diambil suatu kesimpulan dengan menawarkan
tiga macam kesenangan kepada Rusulullah Muhammad Saw.
Datanglah utusan kafir Quraisy ke rumah Abu Thalib, mereka
menyampaikan hasil musyawarah kepada kemenakannya Abu Thalib yang bernama
Muhammad. Di hadapan Abu Thalib dan Muhammad, berkatalah salah satu utusan itu
: "Ya Muhammad, kami akan memberikan kepadamu pangkat, jabatan yang tinggi
! Kalau engkau ingin menjadi Raja atau Penguasa di tanah Arab ini, kami bisa
mengangkatmu menjadi raja, tetapi dengan satu syarat engkau menghentikan
dakwahmu yang khonyol itu.
Ya Muhammad, kami akan memberikan kamu harta kekayaan yang
melimpah, tujuh turunan tak akan habis. Kalau kau ingin menjadi seorang
hartawan, orang yang terkaya di tanah Arab ini, akan kami berikan separuh,
setengah dari kekayaan kota Mekkah ini. Kami hanya minta satu permintaan saja,
Kau harus bersedia menghentikan dakwahmu itu ! Kau harus menghentikan ajaran
barumu itu ! Tawaran yang ketiga, Ya Muhammad, andaikata Engkau mau, bersedia
dan suka wanita-wanita cantik rupawan yang ada di tanah Arab ini, akan kami
sediakan, tapi hanya satu permohonan dari kami, Kamu berhenti mengajarkan
ajaran baru mu itu ! Apa jawaban Nabi Saw di saat itu dihadapan Paman
Tercintanya Abu Thalib dan Utusan kafir tersebut :
والله
يا عم لو وضعوا الشمس فى يمينى والقمر فى يسارى على أن أترك هذا اللأمر[اى نشر الإسلام]
ما تركته حتى يظهر او أهلك دونه.
Artinya : "Demi Allah ! Wahai Paman, Andaikata mereka telah (mampu) meletakkan
matahari di tangan Kananku dan meletakkan
rembulan diatas tangan
kiriku, mestinya bahwa sanyanya supaya aku meninggalkan dakwah ini,
maka perkara ini tidak akan aku tinggalkan atau
telah celaka aku
karenanya (hai paman) hingga Allah mensuseskan atau memproklamirkannya.
Disini Rasulullah benar-benar bersifat Rizal, Nabi
benar-benar bersifat Syujja'ah, Rasulullah benar-benar bersipat tegar dan
jantan dalam mendakwahkan ajaran Islam. Begitu juga Pengamal Tarekat al
Junaidiyah harus bersipat tegar dan jantan dalam menjalankan ajaran thariqat
Junaidiyah dikehidupan dunia ini, bujukan, rayuan dan cobaan tidak membuat diri
dan jiwanya kerdil. Tetapi menjadikannya laksana pupuk untuk menumbuh dan
menyuburkan, obat penawar dan pencerahan jiwa dan raga, air siraman qalbu dalam
menuju arah kesuburan dan akan menghasilkan cekal bekal buah yang dapat
dinikmati disaat ini dan juga di waktu akan datang. Di saat ini hati tenang
bersama Allah, saat mendatang dalam sorga bertetangga dengan Rasulullah.
Kalau dilihat dari lahiriahnya, bujukan, rintangan, dan
cobaan datang silih berganti dari arah keluarga, anak dan isteri bahkan dari
diri sendiri. Diantaranya rintangan, dan cobaan yang datang dari diri sendiri
yang menyebabkan seseorang tidak sampai
menuju kepada Allah Swt antara lain : -malas, -bimbang, pemborosan bahkan ada
sifat riya, merasa hebat dan beramal untuk mendapat pujian orang lain.
Kesemuanya itu adalah musuh yang terbit dari dalam jiwanya
harus disingkirkan dan dilenyapkan dengan ketegaran dan kejantanan melaksanakan
syari'at Allah, tidak undur walau sejengkal, terus maju menuju Allah
sedekat-dekatnya. Sedangkan kalau dilihat dari bathiniahnya kesemua yang ada
pada diri kita bukanlah kemauan si Hamda, sebab hamba tidak memiliki apa-apa.
لَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ اِلَّا بِاللهِ
C.RIJAL SELALU MEDAPAT
BIMBINGAN DAN PETUNJUK ALLAH
Rizal adalah laki-laki yang kuat dan tegar dalam
menghadapi ujian dan cobaan.
Mereka selalu
dzikrullah disaat senang dan gembira dan dikala mendapat ujian dan cobaan.
Mereka selalu mendapat petunjuk dan ilham dari Allah Swt. Allah berfirman pada surat Yusuf ayat 109
yang berbunyi :
وماأرسلنا
من قبلك إلا رجالا نوحى إليهم من أهل القرى أفلم يسيروا فى الأرض فينظروا كيف كان عاقبة
الذين من قبلهم ولدار الآخرة للذين اتقوا أفلا
تعقلون. يوسف 109
Artinya : "Dan Kami tiada mengutus sebelummu (Ya Muhammad), melainkan orang laki-laki yang
Kami berikan wahyu kepadanya
diantara penduduk negeri.
Tidaklah mereka bepergian di bumi
selalu melihat bagaimana
kesudahan orang-orang sebelum mereka
(yang mendustakan rasul). Dan sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi
orang yang takwa. Tidakkah kamu mengerti ?
QS. Yusuf ayat 109.
Rizal dalam ayat ini adalah laki-laki yang selalu mendapatkan bimbingan dan petunjuk dari Allah Swt berupa wahyu kalau ia seorang Nabi dan Rasul, dan mendapatkan bimbingan dan petunjuk dari Allah Swt berupa ilham kalau ia bukan seorang Nabi dan Rasul, sehingga mereka dapat melihat dan mengambil pelajaran dari orang-orang dahulu yang selalu tiada lalai mengingat Allah Swt. Dan mereka itu mendapatkan pridikat atau jempol dan gelar disisih Allah Swt yaitu sifat RIZAL.
Allah Swt berfirman :
رجال لا
تلهيهم تجارة ولا بيع عن ذكر الله. النور
37
Artinya : "Rijal adalah Kaum laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan
jual beli dari mengingat Allah." QS. An Nur Ayat 37.
Maksudnya : Rizal pada ayat ini, yakni Kaum Laki-laki yang
tidak melalaikan atau tidak gaflah, tidak lupa mengingat Allah walaupun dalam
keadaan perniagaan jual beli. Dalam sebuah hadis Rasul Saw yang diriwayatkan
oleh Imam Bukhari dan Muslim ada disebutkan bahwa ada 7 golongan yang
memperoleh kenaungan Allah, padahal pada saat itu tidak ada kenaungan lain
selain kenaungan Allah. Diantara ke 7 golongan itu ialah seorang laki-laki yang
dzikrullah.
Tujuh Golongan Yang Dinaungi Allâh Azza Wa Jalla Pada Hari
Kiamat
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: اَلْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْـمَسَاجِدِ ، وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللهِ اِجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فَقَالَ : إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu
‘alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tujuh
golongan yang dinaungi Allâh dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada
naungan kecuali naungan-Nya: (1) Imam yang adil, (2) seorang pemuda yang tumbuh
dewasa dalam beribadah kepada Allâh, (3) seorang yang hatinya bergantung ke
masjid, (4) dua orang yang saling mencintai di jalan Allâh, keduanya berkumpul
karena-Nya dan berpisah karena-Nya, (5) seorang laki-laki yang diajak berzina
oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata,
‘Sesungguhnya aku takut kepada Allâh.’ Dan (6) seseorang yang bershadaqah
dengan satu shadaqah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak
tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya, serta (7) seseorang yang berdzikir
kepada Allâh dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.”
Hadits ini shahih, diriwayatkan oleh: (Al-Bukhari dan
Muslim)
Sebagaimana bunyi hadis dibawah ini :
،…. وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ
خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ.........
Artinya : "Seorang laki-laki yang dzikrullah, mengingat Allah dikala ia bersendiri (khalawat) lalu
mengalirlah kedua air matanya diwaktu dzikrullah".
Maksudnya tidaklah mudah mencari sosok manusia yang
bersifat Rijal pada sisi Allah Swt. Sosok Kaum Laki-laki yang kuat himmahnya,
kuat iman dan amal kebaikannya dalam menjalani menuju Allah Swt, dan juga tegar
dan jantan dalam menghadapi ujian-ujian dan cobaan- cobaan di alam kehidupan
ini.
Tegasnya Rizal adalah laki-laki yang kuat, tegar, jantan,
tahan uji dan cobaan, oleh karena itu mereka sanggup untuk memimpin dirinya,
dapat untuk membina pribadi dirinya untuk kembali menuju Allah Swt. Bahkan juga
mereka sanggup untuk memimpin anak dan isterinya, dan dapat membina keluarganya
untuk mencapai mardlatillah Swt.
Firman Allah Swt :
.... الرجال
قوامون على النساء. النساء 34
Artinya : " Kaum laki-laki itu adalah pengayum (pemimpin, pembina atas kaum wanita). QS An Nisa ayat 34.
Pernah Rasulullah Saw dengan sifat Rijalnya berdakwah ke
Kota Thaib, dengan harapan penduduknya menyambut dan menerima ajakan Rasul
dengan baik. Tetapi antara harapan dan kenyataan berbeda, penduduknya marah
terhadap Nabi Saw, Nabi dilempari batu, ada sebagian yang mengatakan bahwa gigi
Nabi patah kena batu, sementara badan berlumuran darah, seraya Beliau
berdo'a :
قال عليه
الصلاة والسلام :اَللَّهُمَّ اهْدِ قَوْمِىْ فَإِنَّهُمْ لَايَعْلَمُوْنَ
Artinya : " Ya Allah, Ya Tuhanku tunjuki kaumku,
karena bahwanya mereka itu tidak mengetahui atau tidak mengerti."
Pada saat itu, menurut riwayat Saiyidina Jiberil As turun
menjumpai Nabi Saw dan menawarkan jasa, untuk menghukum penduduk Thaib dengan
membinasakan mereka seperti Kaum Luth. Tetapi tawaran itu ditolak oleh Nabi
Saw. Beliau hanya berdo'a seperti do'anya di atas.
Disinilah telah tampak dan jelas sifat Syujja'ah dan sifat
Rijalnya Rasulullah Saw, Beliau berani menyatakan dan menyampaikan suatu yang
diyakininya benar dan dalam keadaan kuat
dan tegar ketika menerima ujian- ujian dalam hidup ini.
Dalam kasus lain, Rasulullah Saw sebagai seorang Panglima
Perang yang telah berhasil menduduki Kota Mekkah dan menawan tentara Kafir
Quraisy, musuh yang sangat kejam terhadap kaum muslimin dan tak segan-segan
mereka menghambur-hamburkan harta dan kekayaan dalam membiayai konfrinsi untuk
menumpas agama Islam. Tetapi semua itu dibalas Nabi Saw tatkala mereka kalah
pada waktu Fathul Mekkah, dengan senyuman Beliau bersabda kepada mereka :
قال عليه
الصلاة والسلام : إذهبوا فأنتم الطلقاء
Artinya : "Pulanglah kalian semua ke rumah
masing-masing, kalian semua telah bebas."
Menyaksikan kejadian ini, Shahabat Nabi Ali bin Abi Thalib dengan memberanikan diri
bertanya : "Ya Rasulullah, siapakah yang memberimu saran untuk berlaku
begitu ? Rasulullah Saw menjawab : "Allah .........! Bukankah Allah Swt
telah berfirman dalam al Qur'an pada Surat As Syura Ayat 40.
وَجَزٰۤؤُا
سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَاۚ فَمَنْ عَفَا وَاَصْلَحَ فَاَجْرُهٗ عَلَى اللّٰهِۗ
اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَ ٤٠
Balasan suatu keburukan adalah keburukan yang setimpal.
Akan tetapi, siapa yang memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat
jahat), maka pahalanya dari Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang
zalim.
Rizal adalah Kaum Laki-laki yang selalu berbuat benar dan
berakhlak yang benar dan tidak pernah menyalahi peraturan hukum Allah Swt atau
hukum syari'at.
Firman Allah pada surat al Ahzab yang berbunyi :
..... رجال صدقوا
ماعاهدوا الله عليه. الأحزاب 23
Artinya : " (Diantara orang-orang mukmin itu
ada) orang-orang yang
menepati apa yang telah
mereka dijanjikan kepada Allah......" QS. Al Ahzab ayat 23.
Di dalam kitab Aiqazul Himam dijelaskan tentang Rijal
yakni "Beberapa Kaum Laki-laki."
Ada tujuh golongan laki-laki yang sangat berlainan sifat dan
pengetahuannya. Hal itu terjadi memang menghendaki begitu oleh Allah Swt,
sebagaimana sebagian Ulama Shufi berkata bahwa :
وقال بعضهم
اى العلماء الصوفية : لله رجال لا يعرفهم الا الخاصة, ولله رجال يعرفهم الخاصة والعامة,
ولله رجال
أظهرهم فى البداية وسترهم فى النهاية, ولله رجال سترهم فى البداية و أظهرهم فى النهاية,
ولله رجال لا يعرفهم سواه ولايطلع على ما بينه وبينهم إلا الحفظة الكرام الذين وكانوا
بحفظ السرائر. ولله رجال اختص الله بمعرفتهم لايطهر حقيقة ما بينه وبينهم إلى الحفظة.
أيقاظ الهمم ح236
Berkata oleh sebahgian Ulama Sufi tentang Rijal, bahwa
Allah Swt itu (mempunyai Wali yang berpangkat) Rijal yakni beberapa orang
laki-laki. Allah tidak memperkenalkan
mereka kecuali yang dikhususkan. Dan
Allah punya beberapa orang rijal, mereka diperkenalkan yang khusus dan yang
umum. Dan juga Allah Swt mempunyai beberapa orang laki-laki yang tidak
diperkenalkan kepada mereka yang husus dan yang umum. Dan ada juga Allah Swt
beberapa orang laki-laki yang dinampakkan terhadap mereka pada bidayah yaitu
yang lahir dan menutup terhadap mereka yang batin. Dan juaga sebaliknya ada
beberapa orang laki-laki yang diditup terhadap mereka yang lahir dan
dinampakkan kepada mereka yang batin (Nihayah). Dan ada juga Allah memiliki
beberapa orang laki-laki yang tiada diperkenalkan kepada mereka kecuali
kepadanya.Dan tidaklah mengetahui rahasia atas sesuatu antaraNya dan antara
mereka kecuali memelihara yang mulia
Allah Swt. Hal keadaan mereka dalam pemeliharaan rahasia Allah. Dan bagi Allah
itu ada beberapa orang laki-laki yang khusus mengenal-Nya tiada menampakkan
hakekat sesuatu antara-Nya dan antara mereka yang dalam pemeliharaan.
Referensi :
Artikel”Arti
Nama Rijal: Makna, Asal Usul, dan Karakteristik Lengkap” https://www.kapanlagi.com/feeds/arti-nama-rijal-makna-asal-usul-dan-karakteristik-lengkap-e34f6a155b.html
Artikel ”Ringkasan AI google” https://www.google.com/search?q=SIFAT+RIJAL&rlz=1C1CHBD_idID1040ID1040&oq=SIFAT+RIJAL&aqs=chrome..69i57j0i751l3j0i512i546.17061j0j15&sourceid=chrome&ie=U
QS. As Syura Ayat 40. // https://quran.nu.or.id/asy-syura/40
Artikel “Tujuh Golongan Yang Dinaungi Allâh Azza Wa Jalla
Pada Hari Kiamat”, https://pesantrenmaqi.net/hadits/tujuh-golongan-yang-dinaungi-allah-azza-wa-jalla-pada-hari-kiamat/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar