BAB. III
PASAL KE 3 PENJELASAN SIFAT TABLIGH
الفصل الثالث فى بيان التبليغ
Daftar Isi Bab. III “Menteladani Sifat Tabligh Nabi Saw” Kitab al-Risalah Mutaba’atul Hasanah
A. PENJELASAN SIFAT TABLIGH
1. Pengertian Tabligh Menurut Bahasa
2. Pengertian Tabligh Menurut Istilah
B. TA’RIF TABLIGH
1. Isi Pokok Kegiatan Tabligh
2. Penerapan Sifat Tabligh
3. Tujuan Sifat Tabligh
4. Prinsip dan Ayat yang Menjelaskan Tabligh
C. DASAR-DASAR SIFAT TABLIGH
1. Asal Usul Awal Mula Munculnya Sifat Tabligh
2. Pengertian Sifat Kitman
3. Kitman Sifat yang Mustahil bagi Rasulullah
BAB. III
PASAL KE 3 PENJELASAN SIFAT TABLIGH
الفصل الثالث فى بيان التبليغ
A. PENJELASAN SIFAT TABLIGH
1. Pengertian Tabligh Menurut
Bahasa
Kata Tabligh berasal dari
kata kerjanya atau terbitannya dari kata
:
(بَلَّغَ
- يُبَلِّغُ - فَهُوَ
تَبْلِيْغًا)
(تَبْلِيْغً)Tabligh adalah masdar
dari kata Ballagha yang maknanya :"Menyampaikan ia, atau memberi tahu
ia." Misalnya pada kalimat :
artinya memberitahu kepadanya
akan perkara atau menghabarkan kepadanya akan sesuatu.
Menurut “Ringkasan Al” Googel
bahwa : Tabligh secara bahasa berarti "menyampaikan", yaitu
menyiarkan ajaran Islam, mengajak pada kebaikan, dan mencegah kemungkaran. Ia
merupakan salah satu dari empat sifat wajib Rasulullah Saw (sidiq, amanah,
fathanah, tabligh). Kegiatan ini bertujuan mengubah perilaku masyarakat agar
sesuai ajaran Islam, dan wajib dilakukan oleh setiap Muslim yang berilmu.
Tabligh (تَبْلِيْغ)
sering kali diidentikkan dengan dakwah bi al-lisan atau penyampaian ajaran
Islam secara lisan, baik melalui ceramah, tabligh akbar, maupun penyuluhan.
Tablig berarti memberitahu,
menghabarkan, menyampaikan, berdasarkan Sabda Rasulullah Saw yang berbunyi :
وَقَوْلُهُ
عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ : بَلِّغُوْا عَنِّىْ وَلَوْ آيَةً.
Artinya : Sabda Rasulullah
Saw :" beritahukan, habarkan, sampaikan dari aku walaupun hanya satu ayat.
2. Pengertian Tabligh Menurut
Istilah
Adapun pengertian Tabligh secara
Istilah tabligh tentu sudah tidak asing bagi para sebagian besar umat muslim
dan muslimat. Tabligh merupakan sebuah kegiatan yang dijalani dalam bentuk
pengajian. Di Negeri kita
Indonesia sendiri, kegiatan tabligh sudah sering dijumpai dan jalani di saat
hari perayaan-hari-hari besar Islam. Seperti pada saat perayaan Maulid Nabi,
Isra’ Mi’raj, dan juga seperti perayaan tahun baru Islam.
Dalam bentuk kegiatan ini
biasanya ada seorang penceramah yang di undang untuk membawa materi pengajian.
Materi yang dibahas pun juga bisa beragam, dapat menyesuaikan dengan tema yang
dibahas pada kegiatan tabligh ataupun disesuaikan kembali dengan peringatan
hari besar dalam agama Islam. Kegiatan ini juga dapat dihadiri dengan terbuka
oleh semua warga umat muslim dan muslimat.
Kegiatan tabligh,
mubaligh atau penceramah dapat menyampaikan semua materinya secara lisan dan juga
dalam bentuk tulisan. Di yang dimaksud disini, mubaligh juga bisa membangun
suasana interaksi yang aktif dengan para jamaah. Sehingga target penyampaian
pada materi tabligh bisa sampai pada jamaah dengan baik. Hal tersebut
dijalankan tentu saja untuk mencapai tujuan tabligh dengan baik.
B. TA'RIF TABLIGH
Adapun ta'rif tablig itu adalah :
التَّبْلِيْغُ هُوَ الْأَخْبَارُ
بِالْأَحْكَامِ الشَّرْعِيَّةِ
Maksudnya: tablig itu adalah
memberitahu, menghabarkan, dan menyampaikan semua khabar hukum syari'at.
Semua hukum syari'at telah
diberitahun, dihabarkan, dan disampaikan kepada jin dan manusia oleh semua Rasul Allah.
Hukum-hukum syari'at yang telah kita ketahui harus kita
sampaikan kepada Diri Pribadi sendiri, baru kepada anak, isteri, dan
selanjutnya kepada orang lain.
1. Isi Pokok Kegiatan Tabligh
Adapun Isi pokok yang berada
di dalam kegiatan tabligh sendiri adalah berupa ceramah ataupun pidato yang
biasanya disampaikan oleh orang ataupun tokoh yang sudah memiliki latar
belakang yang sesuai dengan pengetahuan agama mendalam juga mampu untuk
menyampaikannya untuk para umat muslim. Seseorang yang bisa melakukan tabligh
merupakan mubaligh bagi laki-laki. Sedangkan untuk seorang perempuan disebut
dengan nama mubalighah.
Agar tabligh dapat diterima
dengan baik oleh para umat, seorang mubaligh ataupun mubalighah hendaknya memiliki sebuah
kemampuan komunikasi ataupun retorika yang sesuai atau mumpuni. Minimal telah
memiliki keahlian dalam penggunaan bahasa serta istilah yang bisa dimengerti,
intonasi suara yang jelas serta pembawaannya yang baik atau tidak tegang dan
kaku.
Adapun dasar dari tabligh
adalah amar ma’ruf nahi munkar. Maksudnya, dalam tabligh ini bertujuan untuk
mengajak umat Islam untuk mengerjakan perbuatan baik juga serta mencegah atau
menhindari dari perbuatan buruk. Selain itu pun, tabligh ini hendaknya selalu
mengajak umat Islam untuk tetap selalu beriman pada Allah Swt.
2. Penerapan Sifat Tabligh
Tablig adalah satu sifat dari
Rasulullah Saw yang sangat terpuji, sifat ini harus dimiliki pula oleh Umatnya,
tanpakecuali oleh Pengamal Thariqat Junaidiyah (PTJ). Mereka harus mengadopsi,
memiliki dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari sifat Tablig ini. Mereka
harus memberitahukan, menghabarkan, menyampaikan risalah Ketuhanan dan risalah
Hukum Syari'at kepada Diri Pribadi sendiri terlebih dahulu, baru kepada Isteri,
anak-anak dan Keluarganya. Kalau orang lain yang memberitahukan, yang
menghabarkan, menyampaikan risalah hukum-hukum Allah ini maka ia akan marah,
semua hukum itu terkadang bertentangan dengan sifat-sifat nafsunya. Sebab sifat
Diri kita itu sangat zalim, kita selalu zalim terhadap diri kita, kita sangat
banyak berbuat sia-sia, kita selalu menentang dan memandang inteng hukum-hukum
Allah. Hal ini dapat kita buktikan bahwa "Adat kebiasaan kita yang benar,
sebelum Adzan tiba kita sudah mengambil wudlu, kita yang menunggu waktu
shalat."
Tetapi Adzan selesaipun kita
masih belum berwudu, inilah yang dimaksudkan oleh Penyusun al-Risalah
Mutaba’atul Hasanah lil Jama'ah Junaidiyah suka menentang, jiwa kita senang
memberontak terhadap hukum wajib yang harus segera diperbuatnya. Ini
menunjukkan jiwa kita kotor, hati kita keras bagai batu. Apa yang membuat jiwa kita kotor, hati kita keras bagai batu ?
Tentu saja yang membuat jiwa kita kotor, jiwa kita kerdil, hati kita keras
bagai batu itu, karena kita banyak gaflah dengan Allah, kita banyak lupa dengan
Allah, kita banyak lalai dengan Allah.
Dilihat dari makna kata
tabligh adalah memiliki makna : penyampaian atau menyampaikan. Sedangkan secara
istilah, tabligh merupakan kegiatan menyampaikan ajaran Allah dan Rasul kepada
orang lain ataupun umat muslim. Dalam perihal ini, hukum tabligh sendiri
tercantum dalam QS. Al Maidah ayat 67:
۞ يَٰٓأَيُّهَا ٱلرَّسُولُ بَلِّغْ مَآ أُنزِلَ
إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ۖ وَإِن لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُۥ ۚ وَٱللَّهُ
يَعْصِمُكَ مِنَ ٱلنَّاسِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْكَٰفِرِينَ
Artinya: Hai Rasul,
sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu
kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya.
Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi
petunjuk kepada orang-orang yang kafir.
Surat Al-Ahzab Ayat 39
ٱلَّذِينَ يُبَلِّغُونَ رِسَٰلَٰتِ ٱللَّهِ
وَيَخْشَوْنَهُۥ وَلَا يَخْشَوْنَ أَحَدًا إِلَّا ٱللَّهَ ۗ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ حَسِيبًا
Artinya: (yaitu) orang-orang yang menyapaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang (pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan
Dalam konteks ini, jiwa yang
kotor, hati yang kerdil, hati yang keras perlu ada orang yang membimbing, perlu
ada orang yang memberi tahu, perlu ada orang yang menasehati dan menyampaikan kepada jiwa yang kotor, hati
yang kerdil, hati yang keras tersebut. Siapakah juru penasehat, juru pembimbing
memponi yaitu Hati Kita Sendiri. Kalau hati kita sendiri sebagai Muballignya
maka semua yang disampaikannya akan membawa hasil yang menggambirakan dan
memuaskan. Muballig pun (Hatinya Sendiri) memberikan nasehat :" Hai jiwa
yang kotor, hati yang kerdil, hati yang keras bagai batu, kamu jangan gaflah
dengan Allah, kamu harus taubat dan inabah dengan Allah, kamu harus dzikir
dengan Allah, agar jiwamu putih bersih, agar jiwamu besar, agar hatimu lembut.
Apakah kamu tidak tahu firman Allah yang berbunyi :
والأصر. إن الإنسان لفى خسر. إلا الذين أمنوا
وعملوا الصالحات وتواصوا بالحق وتواصوا بالصبر.
Artinya : Demi masa.
Sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang
beriman dan orang-orang beramal shaleh, dan mereka saling nasehat-menasehati
dalam kebenaran dan saling nasehat-menasehati dalam kesabaran.
Disini kita jangan membiarkan
diri rasa keimanan berkurang, kita jangan enggan melakukan amal-amal
saleh....... Bukankah kita tahu bahwa sifat diri kita dlallin dan sangat zalim,
pemalas. Dikatakan zalim karena kita tidak bisa memanfa'atkan waktu dengan
baik, maka dikatakanlah termasuk orang yang merugi.
Disinilah diri kita- hati
kita perlu mendapatkan bimbingan dan Nasehat Sang Guru yang mempuni, agar
terlepas dari kerugian. Siapakah yang pantas sebagai Juru Penyalamat, Guru
Penasehat yaitu sebagai Gurunya adalah HATI kita sendiri, kalau orang lain yang
menyampaikan Nasehat, terkadang diri kita merasa malu, merasa enggan bahkan
kita memerahimya.
3. Tujuan Sifat Tabligh
Setelah dapat memahami
pengertian, Isi pokok, kedudukan dari tabligh, berikutnya terdapat tujuan jelas
tabligh yang sangat penting untuk bisa diketahui. Tujuan tabligh ini adalah
sebenarnya untuk merealisasikan atau menyebarkan ajaran Islam dalam kehidupan
sehari-hari.
Baik dalam kehidupan umat
secara individu maupun juga dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Dalam hal
tersebut, tujuan tabligh tidak lain untuk bisa mencapai ketentraman,
kebahagiaan, dan juga ketenangan dalam hidup.
Dengan begitu, dapat
dikatakan bahwa kegiatan tabligh ini dijalankan memiliki tujuan untuk
menyampaikan risalah serta ajaran Allah dan Rasul kepada semua warga umat
muslim sehingga dapat diaplikasikan langsung dalam kehidupan sehari-harinya.
Tidak hanya itu, kegiatan tabligh ini juga bermaksud untuk membangun
kepribadian atau sifat umat dengan iman Islam yang baik serta kuat.
4. Prinsip dan Ayat yang
Menjelaskan Tabligh
Perlu kita ingatkan bahwa
sebuah kegiatan tabligh itu adalah sebatas menyampaikan ajaran Islam. Tabligh
bukan berarti berhak untuk menggiring atau memaksa orang yang bukan umat Islam
untuk meninggalkan kepercayaannya ataupun keyakinannya. Oleh karenanya
sebaik-baiknya seseorang yang berusaha pada akhirnya Allah-lah yang akan memberikan
petunjuk ataupun hidayah pada umat manusia agar mau beriman kepada-Nya.
Bahkan Allah Swt juga telah
berfirman dalam QS Al-Qashash ayat 56 yang berbunyi:
اِنَّكَ
لَا تَهْدِيْ مَنْ اَحْبَبْتَ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُۚ وَهُوَ اَعْلَمُ
بِالْمُهْتَدِيْنَ ٥٦
Artiya : Sesungguhnya engkau
(Hai Muhammad) tidak (akan dapat) memberi petunjuk kepada orang yang engkau
kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki
(berdasarkan kesiapannya untuk menerima petunjuk). Dia paling tahu tentang
orang-orang yang (mau) menerima petunjuk.
Sebenarnya dari dasar
kegiatan tabligh adalah perintah Allah Swt tersebut hanya untuk menyampaikan. Beriman
atau tidaknya seseorang itu urusa Allah Swt. Perintah tersebut sudah tertuang
atau tertulis banyak di dalam kitab suci Al-Quran. Dalam Al-Quran, kata tabligh
sendiri sudah disebutkan dalam bentuk kata kerja (fi’il) kurang lebih sebanyak
10 kali, yaitu pada surat al-Ahzab ayat 62 dan 68, surat Al-Maidah ayat 67,
surat al-Ahqaf ayat 23, surat Al-A’raf ayat 79 dan 92, surat al-Jin ayat 28,
dan surat Hud ayat 57.
C. DASAR-DASAR SIFAT TABLIGH
Diantara dalil atas wajibnya
sifat tablig kepda Rasul Allah :
1. Surat al Maidah ayat
70 :
ياأيها
الرسول بلغ ما أنزل إليك ..... المائدة 7.
Artinya : "Wahai Rasul
sampaikan olehmu sesuatu yang diturunkan Allah kepadamu."
2.Surat al Ahzab ayat 39
والذين يبلغون رسالات الله ويخشونه
ولايخشون أحدا إلا الله وكفى بالله حسيبا. الأحزاب 39
Artinya : "Adapun
orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, hal keadaan mereka takut kepada –Nya, dan hal keadaan
mereka tidak
takut kepada seorangpun kecuali terhadap Allah semata, cukuplah dengan Allah mereka melakukan perhitungan."
3. Hadis Rasul Saw yang
berbunyi :
قال النبي صلى الله عليه وسلم : بلغوا عنى ولو أية.
Artinya : " Rasul Saw
telah bersabda, sampaikan dariku walaupun satu
ayat".
Tidaklah semua orang memiliki
sifat tablig terhadap dirinya, Tidaklah semua orang bisa menyampaikan risalah
Allah kepada Dirinya. Tidaklah semua orang menerima risalah Allah yang
disampaikan oleh hatinya sendiri. Oleh karenanya tidaklah mudah untuk
mendapatkan pridikat gelar Ummat Muhammad yang sempurna. Tidaklah gampang untuk
memakai meniru sifat-sifat Rasul ini dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab
itu Pengamal Tarekat al Junaidiyah (PTJ) harus berusaha dan tidak boleh lepas
dari do'a semoga mendapatkan pridikat Ummat Muhammad yang sempurna.
Adapun bentuk hukum syari'at
wajib disampaikan kepada diri kita sendiri adalah semua hukum syari'at Islam,
dan kita tidak boleh melepaskan Syari'at terutama sekali salat lima waktu.
Disini diri kita sendiri yang menyampaikan risalah hukum syari'at Islam kepada
Hatinya, sebab kalau orang lain yang menyampaikannya ia akan marah, akan
beruntak jiwanya dan lain-lainnya. Kemudian hukum syari'at Islam terus
disampaikan kepada isteri, anak-anak dan keluarganya. Untuk itu sifat sidiq,
tablig, amanah, syiddatul fathanah adalah sifat Rasulullah yang harus diadopsi
oleh Umatnya khususnya Pengamal Tarekat al Junaidiyah (PTJ). Ke empat sifat
Rasul ini harus dijadikan sebagai wajan timbangan dalam melangkah untuk
memperbuat sesuatu.
Rasulullah Saw selalu jujur,
amanah, ia tidak akan menyembunyikan dan mengatakan sesuatu hukum syari'at
kecuali ia sendiri yang terlebih dahulu yang melaksanakannya. Sebab kalau
menyampaikan sesuatu hukum atau menghabarkan mas'alah tetapi ia sendiri tidak
pernah memperbuatnya, rasanya kurang etis atau kurang pas bahkan berbenturan
dengan ayat al Qur'an surat al Shaf ayat 2 berbunyi :
لم تقولون مالاتفعلون. سورة الصاف 2
Artinya :"Mereka tidak
akan mengatakan (dan menyampaikan) akan sesuatu yang mereka tidak
memperbuatnya".
Ayat ini mengajak kita bahwa
suatu hukum itu disampaikan, apabila Penyampainya itu terlebih dahulu yang
memperbuatnya. Memang sangat berat untuk menyampaikan suatu hukum, atau
mengajak diri kita untuk ta'at kepada perintah Allah, atau menjauhi larangan
Allah. Terkadang diri kita sendiri merasa enggan, merasa malu dan membantah
ajakan Diri kita sendiri, katanya "Nanti, nanti, atau sebentar lagi, atau
waktunya masih panjang dan lain-lain berbagai alasan".
Ayat ini mengajak kita bahwa
suatu hukum itu disampaikan, apabila Penyampainya itu terlebih dahulu yang
memperbuatnya. Memang sangat berat untuk menyampaikan suatu hukum, atau
mengajak diri kita untuk ta'at kepada perintah Allah, atau menjauhi larangan
Allah.
Terkadang diri kita sendiri
merasa enggan, merasa malu dan membantah ajakan Diri kita sendiri, katanya
"Nanti, nanti, atau sebentar lagi, atau waktunya masih panjang dan
lain-lain berbagai alasan".
Semestinya yang benar adalah
setiap saat Diri kita ini merasa diajak, merasa diberi nasehat oleh Diri
Sendiri. Terkadang Diri kita merasa senang, merasa gembira dan suka dengan
ajakan Diri kita. Maka dikala itu kita suka mengerjakan shalat, senang
berdzikir, gemar baca al Qur'an, suka ngaji dan lain-lain dari kebaikan.
Disinilah pungsinya Sifat Tablig yang diadopsi dari Rasulullah Saw dan
dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Siapakah yang dimaksudkan
Diri atau Penyampai risalah Kebenaran yang memiliki sifat tablig tersebut ?
Jawababnnya adalah HATI KECIL MANUSIA, ia sangat Amanah terhadap kewajibannya
sebagai insan, dan ia juga selalu benar tak pernah salah dalam memberikan
pertimbangan tentang kebenaran.
1. Asal Usul Awal Mula Munculnya Sifat Tabligh
Pada awalnya, kegiatan
tabligh adalah merefleksikan dari apa yang dilakukan oleh Rasulullah Saw serta
juga para sahabat. Tabligh awalnya dilakukan oleh Rasulullah Saw sendiri, yang
kemudian juga diikuti oleh para sahabat dalam golongan as-Sabiqunal Awwalun
atau pemeluk agama Islam yang pertama kali melakukannya.
Dikarenakan Rasulullah SAW
dan para sahabat sudah merefleksikannya, maka tabligh telah menjadi sebuah
kewajiban bagi setiap muslim. Tentunya yang disesuaikan dengan kemampuannya
kembali untuk menyampaikan ajaran Islam yang dapat dia ketahui.
Tabligh sendiri pada dasarnya
memiliki perbedaan dengan khutbah shalat Jumat ataupun salat Ied yang merupakan
bagian dari ibadah. Sebab tabligh dapat dilakukan berdasarkan kreativitas dari
seorang mubaligh. Tidak terdapat pada sebuah tata cara atau rukun yang mengatur
dalam pelaksanaan tabligh seperti sebuah pelaksanaan khutbah Jumat. Tabligh
dapat berjalan kapan saja serta dimana saja, namun tentunya dengan atau sesuai
cara-cara yang baik.
Sifat Kitman (كِتْمًا) adalah lawan dari sifat
sidiq, Kitman artinya “menyembunyikan”. Menurut Artikel “Ringkasan Al google” Kitman
adalah sifat mustahil bagi rasul yang berarti menyembunyikan wahyu atau
kebenaran dari Allah Swt. Sifat ini berlawanan dengan sifat wajib tabligh
(menyampaikan). Nabi dan Rasul mustahil menahan atau tidak menyampaikan
pesan-pesan kebaikan yang diamanahkan kepada mereka.
Berikut adalah poin penting
mengenai sifat kitman:
Lawan Sifat Wajib: Kitman
adalah lawan dari sifat tabligh (menyampaikan).
Mustahil Bagi Rasul: Mustahil
seorang rasul menyembunyikan wahyu (kitman) karena tugas utama mereka adalah
menyampaikan.
Artinya: Secara bahasa,
kitman berasal dari kata katama-yaktumu-kitmanan yang artinya menyimpan,
menahan, atau menyembunyikan.
Dalil: Sifat ini ditegaskan
sebagai hal yang mustahil dalam Al-Qur'an, salah satunya terkait rasul yang
hanya mengikuti wahyu.
3. Kitman Sifat yang Mustahil
bagi Rasulullah
Mengacu pada sumber yang
sama, berikut ini merupakan sifat wajib dan mustahil bagi rasul.
a. Sifat wajib siddiq artinya
benar, seorang rasul selalu benar dalam perkataan maupun perbuatan. Lawan dari siddiq
ialah sifat mustahil kizbu yang artinya berbohong atau dusta
b. Sifat wajib amanah yang
artinya dapat dipercaya. Lawan dari amanah adalah sifat mustahil khianat yang
berarti tidak dapat dipercaya.
c. Sifat wajib tabligh
artinya menyampaikan wahyu, sementara itu lawannya adalah sifat mustahil kitman
yang artinya menyembunyikan.
d. Sifat wajib fatanah
artinya cerdas, lawan dari sifat ini ialah sifat mustahil baladah yang berarti
bodoh atau dungu.
Kitman artinya adalah
menyembunyikan, suatu sifat mustahil bagi rasul sebagai utusan Allah Swt. Hal
ini ditegaskan Allah SWT dalam firmanNya di surat Al an'am ayat 50
قُل لَّآ
أَقُولُ لَكُمْ عِندِى خَزَآئِنُ ٱللَّهِ وَلَآ أَعْلَمُ ٱلْغَيْبَ وَلَآ أَقُولُ
لَكُمْ إِنِّى مَلَكٌ ۖ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰٓ إِلَىَّ ۚ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى
ٱلْأَعْمَىٰ وَٱلْبَصِيرُ ۚ أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ
Artinya: Katakanlah: Aku
tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak
(pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa
aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku.
Katakanlah: "Apakah sama orang yang buta dengan yang melihat?" Maka
apakah kamu tidak memikirkan(nya)?"
Dikutip dari buku Belajar
Aqidah Akhlak: Sebuah Ulasan Ringkas Tentang Asas Tauhid Dan Akhlak Islamiyah
karya Muhammad Asroruddin Al Jumhur, tidak punya sifat kitman memungkinkan Rasul
Saw menyampaikan semua wahyu Allah Swt. Tidak ada ajaran yang disembunyikan
dengan alasan pribadi atau kepentingan lain.
Referensi :
(1).Dalam Risalah Aqaidul Iman
(2).Surat Al-Qashash Ayat
87// https://tafsirweb.com/7137-surat-al-qashash-ayat-87.html
(3).Surat al-maidah-ayat-67/
https://tafsirweb.com/1951-surat-al-maidah-ayat-67.html
(4).Artikel “Pengertian
Tabligh: Kedudukan, Tujuan dan Tata Caranya” //
https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-tabligh/
(5).Al-Qashash · Ayat 56 //
https://quran.nu.or.id/al-qashash/56
(6).Referensi:
https://tafsirweb.com/7651-surat-al-ahzab-ayat-39.html
(6).Artikel detikhikmah, "Lawan dari Sifat Tabligh adalah
Kitman, Apa Artinya?"
https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-6592699/lawan-dari-sifat-tabligh-adalah-kitman-apa-artinya.
(7).Artikel detikedu, "Arti
Kitman yang Berlawanan dengan Sifat Wajib Rasul, Ini Buktinya"
https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5943165/arti-kitman-yang-berlawanan-dengan-sifat-wajib-rasul-ini-buktinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar