Sabtu, 09 Mei 2026

Bab. III “Menteladani Sifat Tabligh Nabi Saw” al-Risalah Mutaba’atul Hasanah

 

BAB. III

PASAL KE 3 PENJELASAN SIFAT TABLIGH

الفصل الثالث فى بيان التبليغ

Daftar Isi Bab. III “Menteladani Sifat Tabligh Nabi Saw” Kitab al-Risalah Mutaba’atul Hasanah 

A. PENJELASAN SIFAT TABLIGH

1. Pengertian Tabligh Menurut Bahasa

2. Pengertian Tabligh Menurut Istilah

B. TA’RIF TABLIGH

1. Isi Pokok Kegiatan Tabligh

2. Penerapan Sifat Tabligh

3. Tujuan  Sifat Tabligh

4. Prinsip dan Ayat yang Menjelaskan Tabligh

C. DASAR-DASAR SIFAT TABLIGH

1. Asal Usul Awal Mula Munculnya Sifat Tabligh

2. Pengertian Sifat Kitman

3. Kitman Sifat yang Mustahil bagi Rasulullah

BAB. III

PASAL KE 3 PENJELASAN SIFAT TABLIGH

الفصل الثالث فى بيان التبليغ


A. PENJELASAN SIFAT TABLIGH

1. Pengertian Tabligh Menurut Bahasa

Kata Tabligh berasal dari kata kerjanya atau terbitannya dari  kata :

(بَلَّغَ  -  يُبَلِّغُ  - فَهُوَ  تَبْلِيْغًا)

 (تَبْلِيْغً)Tabligh adalah masdar dari kata Ballagha yang maknanya :"Menyampaikan ia, atau memberi tahu ia." Misalnya pada kalimat  :

artinya memberitahu kepadanya akan perkara atau menghabarkan kepadanya akan sesuatu.

Menurut “Ringkasan Al” Googel bahwa : Tabligh secara bahasa berarti "menyampaikan", yaitu menyiarkan ajaran Islam, mengajak pada kebaikan, dan mencegah kemungkaran. Ia merupakan salah satu dari empat sifat wajib Rasulullah Saw (sidiq, amanah, fathanah, tabligh). Kegiatan ini bertujuan mengubah perilaku masyarakat agar sesuai ajaran Islam, dan wajib dilakukan oleh setiap Muslim yang berilmu.

Tabligh (تَبْلِيْغ) sering kali diidentikkan dengan dakwah bi al-lisan atau penyampaian ajaran Islam secara lisan, baik melalui ceramah, tabligh akbar, maupun penyuluhan.

Tablig berarti memberitahu, menghabarkan, menyampaikan, berdasarkan Sabda Rasulullah Saw yang berbunyi :

 وَقَوْلُهُ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ : بَلِّغُوْا عَنِّىْ وَلَوْ آيَةً.

Artinya : Sabda Rasulullah Saw :" beritahukan, habarkan, sampaikan dari aku walaupun hanya satu ayat.

2. Pengertian Tabligh Menurut Istilah

Adapun pengertian Tabligh secara Istilah tabligh tentu sudah tidak asing bagi para sebagian besar umat muslim dan muslimat. Tabligh merupakan sebuah kegiatan yang dijalani dalam bentuk pengajian. Di  Negeri kita Indonesia sendiri, kegiatan tabligh sudah sering dijumpai dan jalani di saat hari perayaan-hari-hari besar Islam. Seperti pada saat perayaan Maulid Nabi, Isra’ Mi’raj, dan juga seperti perayaan tahun baru Islam.

Dalam bentuk kegiatan ini biasanya ada seorang penceramah yang di undang untuk membawa materi pengajian. Materi yang dibahas pun juga bisa beragam, dapat menyesuaikan dengan tema yang dibahas pada kegiatan tabligh ataupun disesuaikan kembali dengan peringatan hari besar dalam agama Islam. Kegiatan ini juga dapat dihadiri dengan terbuka oleh semua warga umat muslim dan muslimat.

Kegiatan tabligh, mubaligh atau penceramah dapat menyampaikan semua materinya secara lisan dan juga dalam bentuk tulisan. Di yang dimaksud disini, mubaligh juga bisa membangun suasana interaksi yang aktif dengan para jamaah. Sehingga target penyampaian pada materi tabligh bisa sampai pada jamaah dengan baik. Hal tersebut dijalankan tentu saja untuk mencapai tujuan tabligh dengan baik.

B. TA'RIF TABLIGH

Adapun ta'rif tablig itu adalah :

التَّبْلِيْغُ هُوَ الْأَخْبَارُ بِالْأَحْكَامِ الشَّرْعِيَّةِ

Maksudnya: tablig itu adalah memberitahu, menghabarkan, dan menyampaikan semua khabar hukum syari'at.

Semua hukum syari'at telah diberitahun, dihabarkan, dan disampaikan kepada jin dan manusia oleh semua Rasul Allah.

Hukum-hukum syari'at yang telah kita ketahui harus kita sampaikan kepada Diri Pribadi sendiri, baru kepada anak, isteri, dan selanjutnya kepada orang lain.

1. Isi Pokok Kegiatan Tabligh

Adapun Isi pokok yang berada di dalam kegiatan tabligh sendiri adalah berupa ceramah ataupun pidato yang biasanya disampaikan oleh orang ataupun tokoh yang sudah memiliki latar belakang yang sesuai dengan pengetahuan agama mendalam juga mampu untuk menyampaikannya untuk para umat muslim. Seseorang yang bisa melakukan tabligh merupakan mubaligh bagi laki-laki. Sedangkan untuk seorang perempuan disebut dengan nama mubalighah.

Agar tabligh dapat diterima dengan baik oleh para umat, seorang mubaligh ataupun  mubalighah hendaknya memiliki sebuah kemampuan komunikasi ataupun retorika yang sesuai atau mumpuni. Minimal telah memiliki keahlian dalam penggunaan bahasa serta istilah yang bisa dimengerti, intonasi suara yang jelas serta pembawaannya yang baik atau tidak tegang dan kaku.

Adapun dasar dari tabligh adalah amar ma’ruf nahi munkar. Maksudnya, dalam tabligh ini bertujuan untuk mengajak umat Islam untuk mengerjakan perbuatan baik juga serta mencegah atau menhindari dari perbuatan buruk. Selain itu pun, tabligh ini hendaknya selalu mengajak umat Islam untuk tetap selalu beriman pada Allah Swt.

2. Penerapan Sifat Tabligh

Tablig adalah satu sifat dari Rasulullah Saw yang sangat terpuji, sifat ini harus dimiliki pula oleh Umatnya, tanpakecuali oleh Pengamal Thariqat Junaidiyah (PTJ). Mereka harus mengadopsi, memiliki dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari sifat Tablig ini. Mereka harus memberitahukan, menghabarkan, menyampaikan risalah Ketuhanan dan risalah Hukum Syari'at kepada Diri Pribadi sendiri terlebih dahulu, baru kepada Isteri, anak-anak dan Keluarganya. Kalau orang lain yang memberitahukan, yang menghabarkan, menyampaikan risalah hukum-hukum Allah ini maka ia akan marah, semua hukum itu terkadang bertentangan dengan sifat-sifat nafsunya. Sebab sifat Diri kita itu sangat zalim, kita selalu zalim terhadap diri kita, kita sangat banyak berbuat sia-sia, kita selalu menentang dan memandang inteng hukum-hukum Allah. Hal ini dapat kita buktikan bahwa "Adat kebiasaan kita yang benar, sebelum Adzan tiba kita sudah mengambil wudlu, kita yang menunggu waktu shalat."

Tetapi Adzan selesaipun kita masih belum berwudu, inilah yang dimaksudkan oleh Penyusun al-Risalah Mutaba’atul Hasanah lil Jama'ah Junaidiyah suka menentang, jiwa kita senang memberontak terhadap hukum wajib yang harus segera diperbuatnya. Ini menunjukkan jiwa kita kotor, hati kita keras bagai batu. Apa yang membuat  jiwa kita kotor, hati kita keras bagai batu ? Tentu saja yang membuat jiwa kita kotor, jiwa kita kerdil, hati kita keras bagai batu itu, karena kita banyak gaflah dengan Allah, kita banyak lupa dengan Allah, kita banyak lalai dengan Allah.

Dilihat dari makna kata tabligh adalah memiliki makna : penyampaian atau menyampaikan. Sedangkan secara istilah, tabligh merupakan kegiatan menyampaikan ajaran Allah dan Rasul kepada orang lain ataupun umat muslim. Dalam perihal ini, hukum tabligh sendiri tercantum dalam QS. Al Maidah ayat 67:

۞ يَٰٓأَيُّهَا ٱلرَّسُولُ بَلِّغْ مَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ۖ وَإِن لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُۥ ۚ وَٱللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ ٱلنَّاسِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْكَٰفِرِينَ

Artinya: Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

Surat Al-Ahzab Ayat 39

ٱلَّذِينَ يُبَلِّغُونَ رِسَٰلَٰتِ ٱللَّهِ وَيَخْشَوْنَهُۥ وَلَا يَخْشَوْنَ أَحَدًا إِلَّا ٱللَّهَ ۗ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ حَسِيبًا

Artinya: (yaitu) orang-orang yang menyapaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang (pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan 

Dalam konteks ini, jiwa yang kotor, hati yang kerdil, hati yang keras perlu ada orang yang membimbing, perlu ada orang yang memberi tahu, perlu ada orang yang menasehati dan  menyampaikan kepada jiwa yang kotor, hati yang kerdil, hati yang keras tersebut. Siapakah juru penasehat, juru pembimbing memponi yaitu Hati Kita Sendiri. Kalau hati kita sendiri sebagai Muballignya maka semua yang disampaikannya akan membawa hasil yang menggambirakan dan memuaskan. Muballig pun (Hatinya Sendiri) memberikan nasehat :" Hai jiwa yang kotor, hati yang kerdil, hati yang keras bagai batu, kamu jangan gaflah dengan Allah, kamu harus taubat dan inabah dengan Allah, kamu harus dzikir dengan Allah, agar jiwamu putih bersih, agar jiwamu besar, agar hatimu lembut. Apakah kamu tidak tahu firman Allah yang berbunyi :

والأصر. إن الإنسان لفى خسر. إلا الذين أمنوا وعملوا الصالحات وتواصوا بالحق وتواصوا بالصبر.

Artinya : Demi masa. Sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan orang-orang beramal shaleh, dan mereka saling nasehat-menasehati dalam kebenaran dan saling nasehat-menasehati dalam kesabaran.

Disini kita jangan membiarkan diri rasa keimanan berkurang, kita jangan enggan melakukan amal-amal saleh....... Bukankah kita tahu bahwa sifat diri kita dlallin dan sangat zalim, pemalas. Dikatakan zalim karena kita tidak bisa memanfa'atkan waktu dengan baik, maka dikatakanlah termasuk orang yang merugi.

Disinilah diri kita- hati kita perlu mendapatkan bimbingan dan Nasehat Sang Guru yang mempuni, agar terlepas dari kerugian. Siapakah yang pantas sebagai Juru Penyalamat, Guru Penasehat yaitu sebagai Gurunya adalah HATI kita sendiri, kalau orang lain yang menyampaikan Nasehat, terkadang diri kita merasa malu, merasa enggan bahkan kita memerahimya.

3. Tujuan  Sifat Tabligh

Setelah dapat memahami pengertian, Isi pokok, kedudukan dari tabligh, berikutnya terdapat tujuan jelas tabligh yang sangat penting untuk bisa diketahui. Tujuan tabligh ini adalah sebenarnya untuk merealisasikan atau menyebarkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Baik dalam kehidupan umat secara individu maupun juga dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Dalam hal tersebut, tujuan tabligh tidak lain untuk bisa mencapai ketentraman, kebahagiaan, dan juga ketenangan dalam hidup.

Dengan begitu, dapat dikatakan bahwa kegiatan tabligh ini dijalankan memiliki tujuan untuk menyampaikan risalah serta ajaran Allah dan Rasul kepada semua warga umat muslim sehingga dapat diaplikasikan langsung dalam kehidupan sehari-harinya. Tidak hanya itu, kegiatan tabligh ini juga bermaksud untuk membangun kepribadian atau sifat umat dengan iman Islam yang baik serta kuat.

4. Prinsip dan Ayat yang Menjelaskan Tabligh

Perlu kita ingatkan bahwa sebuah kegiatan tabligh itu adalah sebatas menyampaikan ajaran Islam. Tabligh bukan berarti berhak untuk menggiring atau memaksa orang yang bukan umat Islam untuk meninggalkan kepercayaannya ataupun keyakinannya. Oleh karenanya sebaik-baiknya seseorang yang berusaha pada akhirnya Allah-lah yang akan memberikan petunjuk ataupun hidayah pada umat manusia agar mau beriman kepada-Nya.

Bahkan Allah Swt juga telah berfirman dalam QS Al-Qashash ayat 56 yang berbunyi:

اِنَّكَ لَا تَهْدِيْ مَنْ اَحْبَبْتَ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُۚ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ ۝٥٦

Artiya : Sesungguhnya engkau (Hai Muhammad) tidak (akan dapat) memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki (berdasarkan kesiapannya untuk menerima petunjuk). Dia paling tahu tentang orang-orang yang (mau) menerima petunjuk.

Sebenarnya dari dasar kegiatan tabligh adalah perintah Allah Swt tersebut hanya untuk menyampaikan. Beriman atau tidaknya seseorang itu urusa Allah Swt. Perintah tersebut sudah tertuang atau tertulis banyak di dalam kitab suci Al-Quran. Dalam Al-Quran, kata tabligh sendiri sudah disebutkan dalam bentuk kata kerja (fi’il) kurang lebih sebanyak 10 kali, yaitu pada surat al-Ahzab ayat 62 dan 68, surat Al-Maidah ayat 67, surat al-Ahqaf ayat 23, surat Al-A’raf ayat 79 dan 92, surat al-Jin ayat 28, dan surat Hud ayat 57.

 

 C. DASAR-DASAR SIFAT TABLIGH

Diantara dalil atas wajibnya sifat tablig kepda Rasul Allah :

1. Surat al Maidah ayat 70  :

ياأيها الرسول بلغ ما أنزل إليك .....   المائدة 7.

Artinya : "Wahai Rasul sampaikan olehmu sesuatu yang diturunkan Allah kepadamu."

2.Surat al Ahzab ayat 39

والذين يبلغون رسالات الله ويخشونه ولايخشون أحدا إلا الله وكفى بالله حسيبا. الأحزاب 39

Artinya : "Adapun orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, hal keadaan  mereka takut kepada –Nya, dan hal keadaan mereka tidak

takut kepada seorangpun kecuali terhadap Allah semata, cukuplah dengan Allah mereka melakukan   perhitungan."

3. Hadis Rasul Saw yang berbunyi  :

قال النبي صلى الله عليه وسلم : بلغوا عنى ولو أية.

Artinya : " Rasul Saw telah bersabda, sampaikan dariku walaupun satu  ayat".

Tidaklah semua orang memiliki sifat tablig terhadap dirinya, Tidaklah semua orang bisa menyampaikan risalah Allah kepada Dirinya. Tidaklah semua orang menerima risalah Allah yang disampaikan oleh hatinya sendiri. Oleh karenanya tidaklah mudah untuk mendapatkan pridikat gelar Ummat Muhammad yang sempurna. Tidaklah gampang untuk memakai meniru sifat-sifat Rasul ini dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu Pengamal Tarekat al Junaidiyah (PTJ) harus berusaha dan tidak boleh lepas dari do'a semoga mendapatkan pridikat Ummat Muhammad yang sempurna.

Adapun bentuk hukum syari'at wajib disampaikan kepada diri kita sendiri adalah semua hukum syari'at Islam, dan kita tidak boleh melepaskan Syari'at terutama sekali salat lima waktu. Disini diri kita sendiri yang menyampaikan risalah hukum syari'at Islam kepada Hatinya, sebab kalau orang lain yang menyampaikannya ia akan marah, akan beruntak jiwanya dan lain-lainnya. Kemudian hukum syari'at Islam terus disampaikan kepada isteri, anak-anak dan keluarganya. Untuk itu sifat sidiq, tablig, amanah, syiddatul fathanah adalah sifat Rasulullah yang harus diadopsi oleh Umatnya khususnya Pengamal Tarekat al Junaidiyah (PTJ). Ke empat sifat Rasul ini harus dijadikan sebagai wajan timbangan dalam melangkah untuk memperbuat sesuatu.

Rasulullah Saw selalu jujur, amanah, ia tidak akan menyembunyikan dan mengatakan sesuatu hukum syari'at kecuali ia sendiri yang terlebih dahulu yang melaksanakannya. Sebab kalau menyampaikan sesuatu hukum atau menghabarkan mas'alah tetapi ia sendiri tidak pernah memperbuatnya, rasanya kurang etis atau kurang pas bahkan berbenturan dengan ayat al Qur'an surat al Shaf ayat 2 berbunyi :

لم تقولون مالاتفعلون. سورة الصاف 2

Artinya :"Mereka tidak akan mengatakan (dan menyampaikan) akan sesuatu yang mereka tidak memperbuatnya".

Ayat ini mengajak kita bahwa suatu hukum itu disampaikan, apabila Penyampainya itu terlebih dahulu yang memperbuatnya. Memang sangat berat untuk menyampaikan suatu hukum, atau mengajak diri kita untuk ta'at kepada perintah Allah, atau menjauhi larangan Allah. Terkadang diri kita sendiri merasa enggan, merasa malu dan membantah ajakan Diri kita sendiri, katanya "Nanti, nanti, atau sebentar lagi, atau waktunya masih panjang dan lain-lain berbagai alasan".

Ayat ini mengajak kita bahwa suatu hukum itu disampaikan, apabila Penyampainya itu terlebih dahulu yang memperbuatnya. Memang sangat berat untuk menyampaikan suatu hukum, atau mengajak diri kita untuk ta'at kepada perintah Allah, atau menjauhi larangan Allah.

Terkadang diri kita sendiri merasa enggan, merasa malu dan membantah ajakan Diri kita sendiri, katanya "Nanti, nanti, atau sebentar lagi, atau waktunya masih panjang dan lain-lain berbagai alasan".

Semestinya yang benar adalah setiap saat Diri kita ini merasa diajak, merasa diberi nasehat oleh Diri Sendiri. Terkadang  Diri kita  merasa senang, merasa gembira dan suka dengan ajakan Diri kita. Maka dikala itu kita suka mengerjakan shalat, senang berdzikir, gemar baca al Qur'an, suka ngaji dan lain-lain dari kebaikan. Disinilah pungsinya Sifat Tablig yang diadopsi dari Rasulullah Saw dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Siapakah yang dimaksudkan Diri atau Penyampai risalah Kebenaran yang memiliki sifat tablig tersebut ? Jawababnnya adalah HATI KECIL MANUSIA, ia sangat Amanah terhadap kewajibannya sebagai insan, dan ia juga selalu benar tak pernah salah dalam memberikan pertimbangan tentang kebenaran.

1. Asal Usul Awal Mula Munculnya Sifat Tabligh

Pada awalnya, kegiatan tabligh adalah merefleksikan dari apa yang dilakukan oleh Rasulullah Saw serta juga para sahabat. Tabligh awalnya dilakukan oleh Rasulullah Saw sendiri, yang kemudian juga diikuti oleh para sahabat dalam golongan as-Sabiqunal Awwalun atau pemeluk agama Islam yang pertama kali melakukannya.

Dikarenakan Rasulullah SAW dan para sahabat sudah merefleksikannya, maka tabligh telah menjadi sebuah kewajiban bagi setiap muslim. Tentunya yang disesuaikan dengan kemampuannya kembali untuk menyampaikan ajaran Islam yang dapat dia ketahui.

Tabligh sendiri pada dasarnya memiliki perbedaan dengan khutbah shalat Jumat ataupun salat Ied yang merupakan bagian dari ibadah. Sebab tabligh dapat dilakukan berdasarkan kreativitas dari seorang mubaligh. Tidak terdapat pada sebuah tata cara atau rukun yang mengatur dalam pelaksanaan tabligh seperti sebuah pelaksanaan khutbah Jumat. Tabligh dapat berjalan kapan saja serta dimana saja, namun tentunya dengan atau sesuai cara-cara yang baik.

2. Pengertian Sifat Kitman

Sifat Kitman (كِتْمًا) adalah lawan dari sifat sidiq, Kitman artinya “menyembunyikan”. Menurut Artikel “Ringkasan Al google” Kitman adalah sifat mustahil bagi rasul yang berarti menyembunyikan wahyu atau kebenaran dari Allah Swt. Sifat ini berlawanan dengan sifat wajib tabligh (menyampaikan). Nabi dan Rasul mustahil menahan atau tidak menyampaikan pesan-pesan kebaikan yang diamanahkan kepada mereka.

Berikut adalah poin penting mengenai sifat kitman:

Lawan Sifat Wajib: Kitman adalah lawan dari sifat tabligh (menyampaikan).

Mustahil Bagi Rasul: Mustahil seorang rasul menyembunyikan wahyu (kitman) karena tugas utama mereka adalah menyampaikan.

Artinya: Secara bahasa, kitman berasal dari kata katama-yaktumu-kitmanan yang artinya menyimpan, menahan, atau menyembunyikan.

Dalil: Sifat ini ditegaskan sebagai hal yang mustahil dalam Al-Qur'an, salah satunya terkait rasul yang hanya mengikuti wahyu.

 

3. Kitman Sifat yang Mustahil bagi Rasulullah

Mengacu pada sumber yang sama, berikut ini merupakan sifat wajib dan mustahil bagi rasul.

a. Sifat wajib siddiq artinya benar, seorang rasul selalu benar dalam perkataan maupun perbuatan. Lawan dari siddiq ialah sifat mustahil kizbu yang artinya berbohong atau dusta

b. Sifat wajib amanah yang artinya dapat dipercaya. Lawan dari amanah adalah sifat mustahil khianat yang berarti tidak dapat dipercaya.

c. Sifat wajib tabligh artinya menyampaikan wahyu, sementara itu lawannya adalah sifat mustahil kitman yang artinya menyembunyikan.

d. Sifat wajib fatanah artinya cerdas, lawan dari sifat ini ialah sifat mustahil baladah yang berarti bodoh atau dungu.

Kitman artinya adalah menyembunyikan, suatu sifat mustahil bagi rasul sebagai utusan Allah Swt. Hal ini ditegaskan Allah SWT dalam firmanNya di surat Al an'am ayat 50

قُل لَّآ أَقُولُ لَكُمْ عِندِى خَزَآئِنُ ٱللَّهِ وَلَآ أَعْلَمُ ٱلْغَيْبَ وَلَآ أَقُولُ لَكُمْ إِنِّى مَلَكٌ ۖ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰٓ إِلَىَّ ۚ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلْأَعْمَىٰ وَٱلْبَصِيرُ ۚ أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ

Artinya: Katakanlah: Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: "Apakah sama orang yang buta dengan yang melihat?" Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?"

Dikutip dari buku Belajar Aqidah Akhlak: Sebuah Ulasan Ringkas Tentang Asas Tauhid Dan Akhlak Islamiyah karya Muhammad Asroruddin Al Jumhur, tidak punya sifat kitman memungkinkan Rasul Saw menyampaikan semua wahyu Allah Swt. Tidak ada ajaran yang disembunyikan dengan alasan pribadi atau kepentingan lain.

 

Referensi :

(1).Dalam Risalah Aqaidul Iman

(2).Surat Al-Qashash Ayat 87// https://tafsirweb.com/7137-surat-al-qashash-ayat-87.html

(3).Surat al-maidah-ayat-67/ https://tafsirweb.com/1951-surat-al-maidah-ayat-67.html

(4).Artikel “Pengertian Tabligh: Kedudukan, Tujuan dan Tata Caranya” // https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-tabligh/

(5).Al-Qashash · Ayat 56 // https://quran.nu.or.id/al-qashash/56

(6).Referensi: https://tafsirweb.com/7651-surat-al-ahzab-ayat-39.html

(6).Artikel detikhikmah, "Lawan dari Sifat Tabligh adalah Kitman, Apa Artinya?" https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-6592699/lawan-dari-sifat-tabligh-adalah-kitman-apa-artinya.

(7).Artikel detikedu, "Arti Kitman yang Berlawanan dengan Sifat Wajib Rasul, Ini Buktinya" https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5943165/arti-kitman-yang-berlawanan-dengan-sifat-wajib-rasul-ini-buktinya.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bab. VIII “Menteladani Sifat Syaja'ah Nabi Saw” al-Risalah Mutaba'atul Hasanah

  BAB. VIII PASAL KE 8 PENJELASAN SIFAT SYAJJA'AH اَلْفَصْلُ الْثَامِنُ فِى بَيَانِ الشَّجَاعَةِ FASAL YANG KE 8   PENJELASAN   SYAJA...