KATA
PENGANTAR
بِسْمِ
اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ. وَالصَّلَاةُ
وَالسَّلَامُ عَلَى اَشْرَفِ الْاَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ سَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ وَّ عَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ
اَجْمَعِيْنَ
اَمَّا بَعْدُ
Kami panjatkan puja dan Puji syukur kehadirat Allah Swt, Yang Maha Esa atas anugerah dan pertolongan-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan buku yang berjudul :
"اَلرِّسَالَةُ مُتَابَعَةُ الْحَسَنَةِ لِلْجَمَاعَةِ فِى الطَّرِيْقَةِ الْجُنَيْدِيَّةِ"
“al-Risalah Mutaba’atul Hasanah lil Jama'ah fii Thariqaqh
al Junaidiyah (Benteng Pertahanan Thariqat al Junaidiyah al Bagdadiyah).”
Tak lupa penyusun
menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya untuk Bapak Khalifah al Thariqah al
Junaidiyah selaku pemimpin Thariqat Sufi al Junaidiyah yang telah memberikan
arahan dan bantuan selama menulis menyelesaikan buku ini. Penyusun juga
menghaturkan terima kasih untuk Guru-guru Mursyid Thariqah al Junaidiyah dan teman-teman
yang meluangkan waktu untuk berdiskusi serta memotivasi penyusun agar buku ini
dapat selesai lebih cepat.
Penyusun
Kitab al-Risalah Mutaba’atul Hasanah lil Jama'ah fii
Thariqaqh al Junaidiyah (Benteng Pertahanan Thariqat al Junaidiyah al
Bagdadiyah) pada bagian pembahasan pokok
Kitab yang ketiga ini akan dijelaskan Delapan materi Sifat Rasulullah Saw yang
harus diadopsi oleh Pengamal Thariqat al Junaidiyah (PTJ), adopsi disini
maksudnya diikuti, dijalani atau dipraktikkan, diterapkan pada diri pribadi
Salik PTJ, isteri dan anak-anaknya. Hal ini dilakukan dalam menyikapi Firman
Allah Swt surat al Tahrim ayat 6 yang
berbunyi :
يَٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا (التحريم 6)
Artinya
: "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari siksaan api Neraka".
Adapun
Delapan macam materi Sifat Rasulullah Saw
yang mesti harus dijalani oleh Pengamal Thariqat al Junaidiyah (PTJ) al
Bagdadiyah atau Pengamal Thariqatu Qaum di
maksud adalah :
- Sifat Shidiq (صفة الصدق)
- Sifat Amanah (صفة الأمانة)
- Sifat Tabligh (صفة التبليغ)
- Sifat Syiddatul Fathanah (صفة شدة الفطانة)
- Sifat Insan (صفة إنسان)
- Sifat Hurriyah (صفة حرية)
- Siaft Rijal (صفة رجال)
- Sifat Syujja'ah صفة شجاعة) )
Penyusun
Kitab al-Risalah Mutaba’atul Hasanah (مُتَابَعَةُالْحَسَنَةِ) bersama dengan Sayyid Muhammad Ariatim adik kandung Penyusun
telah memulai mempelajari dan mentala'ahi 8 sifat Rasulullah Saw dari abah KH.
Jumberi adalah Guru di Desa Bihara, pada
hari Sabtu, 14 Maret 2004/22 Muharram 1425H. Sebelumnya Penyusun dan Sayyid
Muhammad Ariatim sudah mempelajari 8 macam yang menyertai Syahadat Tauhid bagi
Pengamal Thariqat al Junaidiyah, dari awal mengambil thariqat ini yaitu Ahad,
26 Oktober 2003M atau Sya'ban 1424H dari KH. Jumberi Ma'shum Bihara. Sejak itu
Penyusun mulai mempelajari 8 materi pokok Syahadat Rasul dari Sifat Shidiq (صفة
الصدق) , Sifat Amanah (صفة الأمانة), Sifat Tabligh
(صفة التبليغ), Sifat
Syiddatul Fathanah (صفة شدة الفطانة), Sifat Insan (صفة إنسان), Sifat Hurriyah (صفة حرية), Siaft Rijal (صفة رجال), Sifat Syujja'ah (صفة شجاعة)
Dan
dari sinilah mulai dikumpulkan catatan-catatan dan data-data tentang 8 materi pokok
Syahadat Rasul tersebut dan juga menjadikannya sebuah Kitab yang Penyusun namai
“al-Risalah Muta’ba’atul Hasanah Lil Jama’ah fii Thariqat al Junaidiyah”
sedangkan maksud “Muta’ba’atul Hasanah” adalah orang yang suka mengikuti Amal
Kebaikan.”
(Bagian Penutup)
Penyusun berharap semoga buku
ini dapat bermanfaat bagi Jama’ah
Thariqat al Junaidiyah dan
orang-orang yang suka mengikuti Amal
Kebaikan. Namun, penulis sangat menyadari bahwa buku ini tak semporna,
tak lepas dari kekurangan. Oleh karena itu, penulis menyampaikan permohonan
maaf serta terbuka untuk kritik membangun dan saran demi perbaikan tulisan ini di
masa mendatang.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِهِ
وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Kandangan
, Mei 2026
Penyusun
H.Hasan Baseri,S.Ag Assaqqaf
BAB. II
PASAL KE 2 PENJELASAN SIFAT
AMANAH
اَلْفَصْلُ الثَّانِى فِى بَيَانِ الْأَمَانَةِ
Daftar Isi Bab. II “Menteladani Sifat Amanah
Nabi Saw” Kitab Mutaba’atul Hasanah
A.
PENJELASAN SIFAT AMANAH
1.
Pengertian Amanah
2.
Pengertian Amanah menurut Istilah
3.
Pengertian Amanah Menurut Para Ahli
B.
PENGERTIAN AMANAH MENURUT TIRMINOLOGI
1.
Al Amanah al Ilahiyah
2.
Beberapa Contoh Amanah Ilahiyah
C.
DALIL-DALIL SIFAT AMANAH MENURUT AL-QUR’AN DAN HADITS
D.
MANUSIA DIPERCAYA MEMIKUL AMANAH
1.
Amanah Insaniyah
2.
Akibat Amanah Yang Belum Sempai Ditunaikan
E.
SIFAT AMANAH DIKLASIFIKASIKAN MEJADI TIGA MACAM
1.
Amanah Kepada Allah Sang Pencipta
2.
Amanah Kepada Sesama Manusia
3.
Amanah Kepada Diri Sendiri
F.
KETERANGAN TENTAG KHIYANAT MANUSIA
1.
Pengertian khianat
2.
Macam-Macam Bentuk Khianat Manusia
3.
Cara Menyikapi Orang yang Berkhianat
BAB. II
PASAL KE 2 PENJELASAN SIFAT AMANAH
اَلْفَصْلُ الثَّانِى فِى بَيَانِ الْأَمَانَةِ
Bab. II “Penjelasan Sifat
Amanah” Kitab al-Risalah Mutaba’atul Hasaah fii Thariqat al Junaidiyah
PENJELASAN SIFAT AMANAH
1.Pengertian Amanah
Kata Amanah adalah berasal
dari kata kerjanya : “AMUNA, YA’MUNU
FAHUWA AMANATAN
أمن - يأمن - فهو أمانة او اَمْنًا
Secara bahasa kata amanah
adalah bentuk mashdar dari kata kerja amina-ya`manu fahuwa amnan-atau amanatan.
Masdar dari kata AMUNA adalah
AMANAH yang berarti : “Tidak menipu ia. Amanah juga berarti “Setia, kebaktian,
ketulusan hati, jujur, kepercayaan atau bakti
pada barang yang diperdukan oleh Tuhan atas hambanya.”
Yang mempunyai makna aman,
tenang dan tentram. Dan dalam kamus al-munawwir disebutkan bahwa makna amanah
adalah segala perintah Allah terhadap hamba-hambanya. Menurut istilah kata
amanah memiliki artian yang beragam dan sangat luas. Seperti sebuah tanggung
jawab yang harus dijalankan dengan jujur ataupun titipan yang harus diserahkan
kembali kepada pemiliknya.
Adapun pengertian amanah menurut Al-Kafumi adalah semua perintah yang diserahkan Allah kepada hambanya, seperti sholat, puasa, zakat dan tanggung jawab kewajiban yang lain.
2. Pengertian Amanah menurut
Istilah
Pengertian Amanah – Istilah
amanah adalah salah satu istilah yang cukup familiar di kalangan umat muslim.
Pasalnya memiliki sifat amanah adalah kewajiban bagi seorang muslim. Seseorang
yang memiliki sifat amanah adalah sosok yang dapat dipercaya serta memiliki
tanggung jawab pada setiap tugas maupun kepercayaan yang diberikan kepada
dirinya. Oleh karena itu, setiap muslim dituntut untuk memiliki sifat amanah.
Amanah adalah
salah satu sifat yang sangat terpuji yang dimiliki oleh semua Nabi dan
Rasul Allah. Sifat Amanah miliknya Rasulullah Saw, begitu juga
wajib dimiliki oleh Ummat Muhammad Saw khususnya Pengamal Tarekat al Junaidiyah
(PTJ) al Bagdadiyah, mereka wajib mengadospsi sifat amanah yang dimiliki
Muhammad Rasulullah Saw. Mereka harus mengamalkan – mempraktikannya dalam
kehidupan sehari-hari tanpa terkecuali. Dan juga Sifat Amanah adalah menjadi
Bahasan Pokok Ketiga pada aliran Tarekat al Junaidiyah dari delapan sifat
Rasulullah Saw yang wajib diikuti oleh PTJ untuk mendapatkan pridikat Ummat
Muhammad yang sempurna.
3. Pengertian Amanah Menurut
Para Ahli
Aku kutip pada sebuah Artikel “ Pengertian Amanah … “ menyebutkan bahwa selain pengertian amanah secara harfiah, bahasa dan istilah, beberapa ahli juga turut mengemukakan pendapatnya tentang pengertian amanah. Dikutip dari laman nasehatquran, berikut penjelasannya.
1. Syekh Abdurrahman
As-Sa’idi
Menurut Syekh Abdurrahman As-Saidi, arti Amanah adalah segala sesuatu yang dipercayakan pada seseorang serta
diperintahkan untuk menunaikan hal tersebut.
2. Syekh Abul Baqa’
Al-Kaffawi
Dijelaskan bahwa kata amanah
memiliki pengertian yaitu segala sesuatu yang diwajibkan pada setiap hamba yang muslim.
Contohnya seperti menunaikan zakat, mengerjakan shalat, puasa, menjaga titipan seseorang, membayar
hutang dan menjaga rahasia.
3. Mufassir Prof. Quraish
Shihab
Menurut Quraish Shihab,
amanah dapat diartikan sebagai kepercayaan yang diberikan pada seseorang untuk
dijalankan dengan baik serta dipelihara sebaik mungkin. Dalam proses menjaga
amanah, orang-orang yang mendapatkan amanah juga harus menghindari segala
kemungkinan bahwa suatu saat ia akan menyia-nyiakan amanah tersebut, baik
secara disengaja ataupun tidak disengaja.
Dari beberapa pengertian amanah yang telah dijelaskan sebelumnya, maka dapat disimpukan bahwa amanah merupakan sifat seseorang yang mampu menjaga dengan cara sebaik mungkin kepercayaan yang telah diberikan oleh orang lain pada orang tersebut, sehingga orang yang diberikan amanah pun dapat dipercayai oleh orang lain dan komunitas yang ada di sekitarnya.
B.
PENGERTIAN AMANAH MENURUT TIRMINOLOGI
Secara Terminologi, amanah
adalah sifat dan sikap pribadi yang setia, tulus hati, jujur, terpercaya dalam
melaksanakan sesuatu yang dipercayakan kepadanya berupa harta benda, rahasia
maupun tugas dan kewajiban.
Amanah juga berarti
“Kepercayaan, berdasarkan Sabda Nabi Saw :
وقوله
النبي صلى الله عليه وسلم : إنى لكم رسول أمين
Artinya : ”Sesungguhnya
aku ini seorang Rasul yang terpercaya
bagimu.”
1.Al Amanah al Ilahiyah
Amanah Ilahiyah adalah segala
sesuatu yang melekat dan dapat dirasakan serta dinikmati oleh manusia, tanpa
terkecuali sesungguhnya adalah anugrah Allah yang diamanahkan kepadanya.
Menunaikan amanah ilahiyah berarti sesuatu penegasan orientasi ketuhanan
terhadap pemanfaatan maksimal dari
apa yang dianugrahkan-Nya kepada
manusia. Sebuah prinsip dariNya, denganNya, keapadaNya dan untukNya.
Sebagaimana ditegaskan dengan firman Allah dalam al Qur’an pada surat al
Baqarah ayat 156
الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
Artinya : “Sesungguhnya kami ini adalah milik Allah dan kepadaNya lah kami akan kembali.”
Bisa di katakana bahwa
bersifat amanah berarti semua aktivitas kita manusia harus beroreintasi
pengapdian kepada Allah. Tidak ada
aktivitas yang lain kecuali sebagai persembahan kepada Allah Swt.
لأن الله
تعالى أعطى الإنسان أمانة وهي الأمر بالطاعات والعبادات فمن أداها فقد أدى الأمانة
ومن تركها فقد خان الأمانة.
Artinya : “Sesungguhnya Allah
Ta’ala memberikan amanah kepada manusia, yaitu amanah perintah ta’at dan amanah
beribadah, maka barang siapa menunaikannya, maka sungguh ia melaksanakan
amanah, dan barang siapa meninggalkannya maka sungguh ia menghianati amanah.
Amanah Ilahiyah hanya dapat
diwujudkan jiwa-jiwa insan yang pandai bersyukur sambil memelihara kelangsungan
alam agar selalu bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia itu sendiri. Kalau
Amanah Ilhiyah bersifat makro, cakupannya sangat luas bahkan tidak terbatas
cakupannya dan lahir dari perjanjian primodial antara manusia dengan Tuhannya.
2. Beberapa Contoh Amanah Ilahiyah
Sebagaimana sebahagian Ulama
berpandapat yang dimaksud pada amanah menurut istilah disini adalah :
المراد من الأمانة : الأهل والأولاد كما قال تعالى: ياأيهاالذين أمنوا قوا أنفسكم وأهلكم نارا ....تحريم
6 فيلزم عليك أن تأمرهم بالصلاة كما قال تعالى
وأمر أهلك بالصلاة. وقال عليه الصلاة والسلام : مروا أولادكم بالصلاة إذا بلغوا سبعا
واضربوهم عليها إذا بلغوا عشرا. فيلزم عليك أن تحفظهم من المحارم واللعب لأنك مسؤل
عنهم.كما قال النبي صلى الله عليه الصلاة والسلام : كلكم راع وكلكم مسؤل عن رعيته.
Yang maksudnya : “Amanah
adalah Keluarga dan Anak-anak, sebagaimana fiman Allah : “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan
keluargamu dari api neraka”. QS. At Tahrim ayat 6. Maka lajimi atas kamu menyuruh
mereka (keluarga) dengan mengerjakan (memelihara) salat. Sebagaimana firman
Allah “ Suruhlah keluargamu menunaikan
shalat”. Bersabda Nabi Saw : “Perintahkan anak-anakmu menunaikan ibadah shalat apabila umur mereka tujuh
tahun, pukullah mereka bila enggan melaksanakan shalat apabila berumur sepuluh
tahun. Maka lajimi atasmu dari pada memelihara merekadari yang haram dan
berbuat yang sia-sia karena bahwasanya kamu akan ditanyai tentang mereka.
Sebagai mana Sabda Rasul Saw “Semua kamu adalah pemimpin, dan kamu semua akan
ditanyai tentang orang yang dipimpinnya.”
Begitu pula dengan Kalbu kita adalah pemimpin tubuh kita. Ia raja yang sangat berkuasa dalam kerajaan tubuh kita. Ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap pekerjaan anggota-anggotanya dari mata, kaki, hidung, telinga tangan dan perut lain-lainnya.
C. DALIL-DALIL SIFAT AMANAH MENURUT AL-QUR’AN DAN HADITS
Telah dijelaskan sebelumnya,
bahwa sifat amanah harus dimiliki oleh setiap muslim. Menurut Syaikh
Abdurrahman As-Sa’idi mengatakan bahwa amanah merupakan setiap hal yang
dipercaya pada seseorang serta diperintahkan untuk segera ditunaikan.
Allah memberikan perintah
kepada hamba-Nya untuk menunaikan amanah dengan sempurna serta penuh, tak
dikurangi, tak ditunda serta tidak dicurangi. Dalam firman Allah surat An-Nisa
ayat 58, dijelaskan pula bahwa amanah merupakan kekuasaan, rahasia, harta dan
delegasi atau rahasia yang tak diketahui kecuali oleh Allah Swt.
Sesungguhnya para ahli fiqih
bahkan telah menyebutkan bahwa siapa saja yang diberikan suatu amanah, maka
orang tersebut memiliki kewajiban untuk menjaga amanah tersebut dalam tempat
yang kokoh.
Para ahli fiqih juga
mengungkapkan bahwa amanah tidak mungkin dapat ditunaikan apabila tidak dijaga,
sehingga menjaga amanah adalah hal yang wajib.
Amanah tidak boleh ditunaikan
selain oleh ahlinya atau orang yang berhak menerima amanah tersebut dan wakil
dari orang tersebut yang ada pada posisinya. Sehingga jika orang tersebut
menyerahkan amanah selain dari orang yang berhak menerima, maka ia tidak
dikatakan telah menunaikan amanah.
Ada beberapa dalil yang
menjelaskan tentang amanah, di antaranya adalah berikut ini.
1. Q.S Al-Baqarah ayat 238
حَافِظُوْا عَلَى الصَّلَوٰتِ وَالصَّلٰوةِ
الْوُسْطٰى وَقُوْمُوْا لِلّٰهِ قٰنِتِيْنَ ٢٣٨
Peliharalah semua salat
(fardu) dan salat Wusṭā. Berdirilah karena Allah (dalam salat) dengan khusyuk.
Apabila kamu berada dalam
perjalanan dan bermua’malah tidak secara tunai, sedang dirimu tidak memperoleh
seorang penulis, maka hendaknya ada barang tanggungan yang dipegang oleh yang
memiliki hutang.
Akan tetapi apabila sebagian
dari dirimu mempercayai sebagian dari yang lainnya, maka hendaknya yang (orang)
yang dipercayai tersebut menunaikan amanah (hutang) serta hendaklah ia bertakwa
pada Allah, Tuhannya dan janganlah diri mu (para saksi) menyembunyikan
kesaksiannya.
Dan barangsiapa yang
menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah seseorang yang berdosa hatinya
serta Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
2. QS. Al-Ahzab ayat 72
اِنَّا عَرَضْنَا الْاَمَانَةَ عَلَى السَّمٰوٰتِ
وَالْاَرْضِ وَالْجِبَالِ فَاَبَيْنَ اَنْ يَّحْمِلْنَهَا وَاَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا
الْاِنْسَانُۗ اِنَّهٗ كَانَ ظَلُوْمًا جَهُوْلًاۙ ٧٢
Artinya : “Sesungguhnya Kami
telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung; tetapi semuanya
enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya.
Lalu, dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya ia (manusia) sangat
zalim lagi sangat bodoh.”
Dalam firman Allah surat
Al-Ahzab tersebut, Allah berfirman tentang amanah pada Makhluk-Nya. Allah telah
memberikan amanah pada mukallaf yaitu orang-orang yang mematuhi perintah-Nya
serta bersedia menjauhi segala larangan Allah baik ketika ia sendirian ataupun
ketika berada di depan umum.
Allah SWT telah memberikan
penawaran amanah pada makhluk yang besar seperti bumi, langit hingga gunung
dengan sukarela serta tidak dipaksa. Namun makhluk Allah, langit, bumi dan
gunung menolak memikul amanah tersebut.
Sebab mereka merasa khawatir
apabila tidak mampu melaksanakan amanah tersebut. Mereka semua menolak tawaran
tersebut bukannya karena membangkang pada Allah bukan karena mereka tidak
menginginkan pahala yang menjadi ganjarannya.
Maka Allah menawarkan amanah
tersebut pada manusia, dengan syarat seperti yang telah dijelaskan pada langit,
bumi dan gunung. Lalu manusia pun menerima tawaran amanah tersebut, meskipun
manusia zalim serta bodoh dan manusia pun memikul beban yangs angat berat.
Meskipun bentuk badan manusia
lebih kecil apabila dibandingkan dengan tiga makhluk Allah yang lainnya, tetapi
manusia berani menerima amanah karena manusia memiliki potensi.
Tetapi karena pada diri
seorang manusia ada ambisi serta syahwat yang sering membuat manusia terkelabui
dan menutup pandangan mata harinya, Allah memberikan sifat dengan amat zalim
serta bodoh dikarenakan kurang memikirkan akibat dari menerima penawaran amanah
tersebut.
3. QS. Al-Mu’minun Ayat 8
وَالَّذِيْنَ هُمْ لِاَمٰنٰتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ
رَاعُوْنَۙ ٨
(Sungguh beruntung pula) orang-orang yang
memelihara amanat dan janji mereka
Maksud dari firman Allah surat Al-Mu’minun ayat 8 adalah mereka memperhatikan, menjaga serta berusaha untuk melaksanakan serta menunaikan amanahnya. Dan ayat satu ini mencakup seluruh amanah, baik itu amanah di antara seorang hamba dengan Tuhannya, contohnya seperti ibadah tersembunyi yang tidak diketahui kecuali pada Allah dan amanah di antara seorang hamba dengan makhluk contohnya seperti masalah harta titipan serta hal-hal yang rahasia.
4. HR. Abu Dawud nomor hadits 3535
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ أَبِي أَفْلَحَ الْهَمْدَانِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زُرَيْرٍ يَعْنِي الْغَافِقِيَّ أَنَّهُ سَمِعَ عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ إِنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخَذَ حَرِيرًا فَجَعَلَهُ فِي يَمِينِهِ وَأَخَذَ ذَهَبًا فَجَعَلَهُ فِي شِمَالِهِ ثُمَّ قَالَ إِنَّ هَذَيْنِ حَرَامٌ عَلَى ذُكُورِ أُمَّتِي
Artinya : Telah menceritakan kepada
kami [Qutaibah bin Sa'id] berkata, telah menceritakan kepada kami [Al Laits]
dari [Yazid bin Abu Habib] dari [Abu Aflah Al Hamdani] dari [Abdullah bin
Zurair] -yaitu Al Aghafiqi- Bahwasanya ia mendengar [Ali bin Abu Thalib
radliallahu 'anhu] berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
pernah mangambil sutera lalu meletakkannya pada sisi kanannya, dan mengambil
emas lalu meletakkannya pada sisi kirinya. Kemudian beliau bersabda:
"Sesugguhnya dua barang ini haram bagi umatku yang laki-laki.
Hadist satu ini adalah hadist
yang berisi untuk menunaikan amanah dan tidak berkhianat. Berikut bunyi
haditsnya.
Pengertian Amanah Artinya: Tunaikanlah amanah pada orang-orang yang mempercayaimu dan janganlah dirimu berkhianat pada orang-orang yang mengkhianati dirimu.
5. HR. Bukhari: 33
Hadist selanjutnya adalah
hadist yang menjelaskan tentang sikap berkhianat adalah salah satu dari ciri
kemunafikan. Berikut bunyi hadistnya.
Al-Imam
Al-Bukhari berkata di dalam Shahih-nya pada Kitab Al-Iman bab tanda-tanda orang
munafik,
حَدَّثَنَا قَبِيصَةُ بْنُ عُقْبَةَ قَالَ حَدَّثَنَا
سُفْيَانُ عَنِ الأَعْمَشِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُرَّةَ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَبْدِ
اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « أَرْبَعٌ مَنْ
كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ
فِيهِ خَصْلَةٌ مِنَ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ وَإِذَا حَدَّثَ
كَذَبَ وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ » . تَابَعَهُ شُعْبَةُ عَنِ
الأَعْمَشِ
Qabishah bin Uqbah telah
menceritakan kepada kami, ia berkata, Sufyan telah menceritakan kepada kami,
dari Al-A’masy, dari Abdullah bin Murrah, dari Masruq, dari Abdullah bin Amr
bahwa Nabi saw. bersabda, “Empat hal yang apabila ada pada diri seseorang, maka
ia adalah seorang munafik tulen, dan siapa yang terdapat pada dirinya satu
sifat dari empat hal tersebut, maka pada dirinya terdapat sifat kemunafikan
hingga ia meninggalkannya. Yaitu, jika diberi amanat ia khianat, jika berbicara
dusta, jika berjanji mengingkari, dan jika berseteru curang.” Hadis ini
diriwayatkan pula oleh Syu’bah dari Al-A’masy.
Pengertian Amanah Artinya: ciri-ciri dari orang munafik ada tiga di antaranya adalah ketika bercerita maka ia akan berdusta, ketika ia berjanji maka ia akan ingkar, ketika ia dipercayai maka ia akan berkhianat.
6. HR. Bukhari nomor hadits 59
Hadist selanjutnya adalah
hadist yang menjelaskan bahwa diangkatnya amanah menjadi salah satu tanda-tanda
kiamat. Berikut bunyi hadistnya ke-59 tersebut adalah :
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سِنَانٍ قَالَ حَدَّثَنَا
فُلَيْحٌ ح و حَدَّثَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْمُنْذِرِ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ
بْنُ فُلَيْحٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي قَالَ حَدَّثَنِي هِلَالُ بْنُ عَلِيٍّ عَنْ
عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ بَيْنَمَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَجْلِسٍ يُحَدِّثُ الْقَوْمَ جَاءَهُ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ
مَتَى السَّاعَةُ فَمَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحَدِّثُ
فَقَالَ بَعْضُ الْقَوْمِ سَمِعَ مَا قَالَ فَكَرِهَ مَا قَالَ وَقَالَ بَعْضُهُمْ
بَلْ لَمْ يَسْمَعْ حَتَّى إِذَا قَضَى حَدِيثَهُ قَالَ أَيْنَ أُرَاهُ السَّائِلُ
عَنْ السَّاعَةِ قَالَ هَا أَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَإِذَا ضُيِّعَتْ الْأَمَانَةُ
فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ قَالَ كَيْفَ إِضَاعَتُهَا قَالَ إِذَا وُسِّدَ الْأَمْرُ إِلَى
غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ
Artinya : Telah menceritakan
kepada kami Muhammad bin Sinan berkata, telah menceritakan kepada kami Fulaih.
Dan telah diriwayatkan pula hadits serupa dari jalan lain, yaitu Telah
menceritakan kepadaku Ibrahim bin Al-Mundzir berkata, telah menceritakan kepada
kami Muhammad bin Fulaih berkata, telah menceritakan kepadaku bapakku berkata,
telah menceritakan kepadaku Hilal bin Ali dari Atho’ bin Yasar dari Abu
Hurairah berkata:
Ketika Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam berada dalam suatu majelis membicarakan suatu kaum, tiba-tiba
datanglah seorang Arab Badui lalu bertanya: “Kapan datangnya hari kiamat?”
Namun Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tetap melanjutkan pembicaraannya.
Sementara itu sebagian kaum ada yang berkata; “beliau mendengar perkataannya
akan tetapi beliau tidak menyukai apa yang dikatakannya itu, ” dan ada pula
sebagian yang mengatakan; “bahwa beliau tidak mendengar perkataannya.” Hingga
akhirnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyelesaikan pembicaraannya,
seraya berkata:
“Mana orang yang bertanya
tentang hari kiamat tadi?” Orang itu berkata: “saya wahai Rasulullah!”. Maka
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila sudah hilang amanah maka
tunggulah terjadinya kiamat”. Orang itu bertanya: “Bagaimana hilangnya amanat
itu?” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Jika urusan diserahkan bukan
kepada ahlinya, maka akan tunggulah terjadinya kiamat”.”
Itulah penjelasan tentang
pengertian amanah dan ciri serta dalil-dalilnya. Semoga semua pembahasan di
atas bermanfaat dan juga menambah wawasan kamu. Grameds bisa mempelajari
tentang sifat-sifat yang diwajibkan dimiliki oleh umat muslim dan dalilnya.
D. MANUSIA
DIPERCAYA MEMIKUL AMANAH
Allah Swt menawarkan amanah
kepada semua makhluknya yang besar-besar, yaitu kepada langit, bumi dan gunung-gunung, tetapi semua mereka menolak, tidak bersedia
memikul amanah yang akan diberikan oleh Allah Swt, akan tetapi manusia yang
lemah tak berdaya bersedia memikulnya.
Sebagaimana ayat al Qur’an al
Ahzab yang berbunyi :
إنا عرضنا الأمانة على السموات والأرض والجبال
فأبين أن يحملنها واشفقن منها وحملها الإنسان إنه ظلوما جهولا .. الأحزاب 72
لما عرضت الأمانة على أدم عليه الصلاة والسلام
قال يارب إن السموات والأرض والجبال مع عظمها وسعتها لم يطقن حملها وأبين. فكيف أحمل
مع ضعفى ؟ فقال تعالى الحمل منك والقدر منى فحملها.
Artinya :"Sesungguhnya
kami tawarkan amanah kepada langit dan bumi, dan gunung-gunung, maka mereka
enggan memikul amanah itu, dan mereka khawatir akan menghianatinya dan
memikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya
manusia itu amat dzalim dan amat bodoh”. QS, Al Ahzab 72.
Artinya :"Tatkala amanah itu ditawarkan kepada Nabi Adam
Alaihis Salam, ia berkata : “Ya Tuhanku, bahwasanya langit dan bumi,
gunung-gunung beserta kebesaran mereka, dan keluasan mereka, tidak sanggup
memikulnya dan menolaknya. Bagaimana
mungkin dengan kelemahanku ini (bisa memikul amanah itu) lalu Allah berfirman “
Hai Adam , Engkau yang memikul, aku yang memberikakuatan, maka Adam pun
memikulnya”.
المراد من الأمانة : فهي الصلوات الخمس كما
قال تعالى حافظوا على الصلوات و الصلاة الوسطى وقوموا لله قانتين. وقال عليه الصلاة
والسلام : الصلاة عماد الدين فمن أقامها فقد أقام الدين ومن تركها فقد هدم الدين.
Artinya : Kata Sebagian
Ulama yang maksudnya : “Amanah adalah
salat lima waktu. Sebagaimana firman Allah Ta'ala :"Peliharalah ibadah
salat kamu dan salat yang ditengah dan berdirilah untuk beribadah karena
Allah." QS al Baqarah 238.
Artinya : Sebagaimana Sabda
Nabi Saw : " Salat itu tiang agama, maka barang siapa menegakkannya maka
sesungguhnya ia menegakkan agamanya dan barang siapa meninggalkannya sungguh ia
meruntuhkan agamanya.
المراد من الأمانة : فهي الأعضاء الانسانية,
فالعين أمانة يلزم كفها عن الحرام. كما قال تعالى قل للمؤمنين يغضوا من ابصارهم. والبطن
أمانة يلزم كفها عن ادخال الحرام كما قال تعالى ولاتأكل الربا.
Artinya : Kata Sebagian
Ulama yang maksudnya : “Amanah adalah
semua anggota tubuh manusia, kedua mata adalah amanah yang mesti dipelihara
dari melihat yang haram. Sebagaimana firman Allah Ta'ala : "Katakanlah kepada
orang-orang mukmin yang beriman hendaklah menutup pandangan mereka yang
haram." Perut adalah amanah yang harus dipelihara dari makanan yang haram.
Firman Allah : "Janganlah kamu memakan makanan dengan jalan riba."
قال بعضهم المراد من الأمانة : القران. يلزم
عليك أن تلازم لقرائته وتعلمه وتعظيمه.
Kata Sebagian Ulama yang maksudnya : “Amanah adalah Al Qur'an.
Lazimkan olehmu, secara kontinyu untuk membacanya, mempelajarinya dan
mengagungkannya."
قال بعضهم المراد من الأمانة : الصوم والزكاة
والحج فهي ركن الإسلام فمن أقامها فقد أقام الدين ومن تركها فقد هدم الدين.
Kata Sebagian Ulama yang maksudnya : “Amanah adalah Puasa
Ramadhan, Zakat dan Hajji yaitu rukun islam. Maka barang siapa menegakkannya
maka sesungguhnya menegakkan agamanya dan barang siapa meninggalkannya sungguh
ia meruntuhkan agamanya.
قال بعضهم المراد من الأمانة : سائر الأمانات.
كما قال تعالى إن الله يأمركم أن تؤدوا الأمانات إلى أهلها -النساء 57
وقال عليه الصلاة والسلام : لاإيمان لمن لاأمانة
له.
Kata Sebagian Ulama yang maksudnya : “Amanah adalah "Semua
Amanah". Sesungguhnya Allah memerintahkan untuk menunaikan amanah kepada
ahlinya." Sebagai mana Sabda Nabi Saw : " Tidak sempurna Iman
seseorang bagi orang tidak melaksanakan amanah baginya."
1. Amanah Insaniyah
Amanah Insaniyah adalah segala sesuatu yang lahir dari proses hubungan individu-indivudu manusia, dan amanah insaniyah ini bersfat sangat terbatas.
Kalau amanah ilahiyah mengikat semua jenis atau aktivitas manusia tanpa terkecuali, amanah insaniyah mempunyai ikatan yang terbatas pada seseorang atau sekelompok orang yang terlibat didalam perjanjian atau kesepakatan tersebut. Segala sesuatu yang melibatkan perjanjian atau kesepakatan termasuk berada pada leval amanah insaniyah oleh karenanya bersifat mengikat dan mengharuskan pemenuhan. Termasuk dari bagian amanah insaniyah adalah jual beli, utang-piutang, gadai menggadai, perjanjian-perjanjian komunal seperti organisasi, partai, kelembagaan bahkan Bangsa yang didalamnya ada aturan-aturan kesepakatan yang wajib dipenuhi.
Untuk memenuhi amanah insaniyah ini seseorang atau kelompok orang harus menjalankan kesepakatan yang telah dibuat bersama. Bukanlah termasuk orang yang amanah jika ia suka melanggar janji.
2. Akibat Amanah Yang
Belum Sempai Ditunaikan
Dikisahkan
bahwa seseorag yang belum menunaikan amanah semasa hidupnya sehigga Akibat
Amanah Yang Belum Sempai Ditunaikan tersebut membuatnya susah
روي عن ملك بن صفوان أنه قال : مات أخى فرأيته
فى المنام فقلت يا أخي ما فعل الله بك ؟ فقال غفر لي ربى فرأيته به نقطة سوداء فى وجهه
فسألته عنها فقال عندى ليهودى كذا وكاذ دراهم بالأمانة ولم أؤدها إليه فهذا لنقطة لأجلها.
فاسألك يا أخى أن تأخذ الأمانة من الموضع الفلان وتردها إلى اليهودى فلما أصبحت فعلت
ماقاله.
Maksudnya : Diriwayatkan dari Malik bin Shafwan, bahwa
"Sesungguhnya ia telah berkata : " Seorang saudaraku telah meninggal
dunia, maka telah menjumpai aku dalam sebuah mimpi diwaktu malam. Maka aku
Tanya dia : "Apa yang telah Allah perbuat dengan engkau ? Dia menjawab :
Telah mengampuni oleh Tuhanku bagi diriku." Telah aku lihat satu titik
hitam pada wajahnya. Maka aku Tanya tentang titik hitam tersebut. Dia menjawab
: "Aku berada/tinggal berdekatan dengan orang Yahudi, ada masalah beberapa
dirham yang berkenaan dengan amanah begini begitu dengannya. Amanah tsb belum
aku laksanakan dengannya, maka titik hitam ini karenanya. Maka aku mohon
kepadamu wahai saudaraku supaya engkau mengambil amanah itu ditempat seorang si
Fulan dan menyerahkan kepada Yahudi tsb. Kata Malik manakala pagi-pagi aku
kerjakan sesuatu barang yang dikatakannya.
Kita sebagai Ummat Muhammad
Saw, terlebih khusus bagi Pengamal Tarekat al Junaidiyah (PTJ) harus sedapat
mungkin melaksanakan amanah yang telah dibebankan kepada diri kita.
Hikmah Manusia Memikul Amanah
فإن قيل ما الحكمة فى أنها تقبل الأمانة مع
عظم شأنها وجرمها. وحملها الإنسان مع ضعفه ؟ قلنا لأنها لم تكن ذاقت لذة الجنة. والإنسان
كان قد ذاق لذتها فحملها ليبلغ إليها.
Artinya : Jika ditanyakan apa
kandungan hikmah amanah dipikul oleh manusia,serta kebesarannya dan yang
ditawarkan oleh Tuhan. Manusia maumemikulnya dengan kelemahannya. Maka jawabnya
adalah bumi, langit dan gunung-gunung itu tidak dapat merasakan lezatnya sorga.
Maka manusia memikulnya untuk menyampaikan kesorga.
E. SIFAT AMANAH DIKLASIFIKASIKAN MEJADI TIGA MACAM
Secara umum, sifat amanah
dapat diklasifikasikan menjadi tiga di antaranya adalah amanah pada Allah, sang
pencipta, amanah pada sesama umat manusia, amanah pada dirinya sendiri. Berikut
penjelasannya.
1. Amanah Kepada Allah Sang
Pencipta
Jenis amanah yang pertama
adalah amanah kepada sang pencipta yaitu Allah Swt. Dikarenakan manusia adalah
suatu makhluk yang diciptakan oleh penciptanya. Bentuk amanah yang dimiliki
oleh manusia pada Allah atau sang pencipta adalah menjalankan seluruh hal yang
diperintahkan oleh Allah serta meninggalkan apa saja yang dilarang oleh Allah.
Perintah ini juga dijelaskan dalam firman Allah pada QS. Al-Anfal ayat 27, berikut bunyi ayat dan artinya.
يٰٓاَيُّهَا
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَخُوْنُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ وَتَخُوْنُوْٓا اَمٰنٰتِكُمْ
وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ٢٧
Artinya : Wahai orang-orang
yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul serta janganlah kamu
mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui.
Tafsir Wajiz/Tafsir Tahlili
Bersyukur adalah sebuah
keharusan, sebab aneka nikmat tersebut bersumber dari Allah. Tidak bersyukur
berarti mengkhianati nikmat tersebut dari Pemberinya, karena itu Allah
menyatakan, “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati, yakni
mengurangi sedikit pun hak Allah sehingga mengkufurinya atau tidak
mensyukurinya, dan juga jangan mengkhianati Rasul, yakni Nabi Muhammad, tetapi
penuhilah seruannya, dan juga janganlah kamu mengkhianati amanat yang
dipercayakan kepadamu oleh siapa pun, baik amanat itu adalah amanat orang lain
maupun keluarga; seperti istri dan anak, muslim atau non-muslim, sedang kamu
mengetahui bahwa itu adalah amanat yang harus dijaga dan dipelihara.” Segala
sesuatu yang berada dalam genggaman manusia adalah amanat Allah yang harus
dijaga dan dipelihara.
Dari ayat tersebut, maka seorang muslim mengetahui bahwa konsekuensi dari perbuatan mencari kekuatan pada makhluk lain selain Allah atau dikenal dengan syirik adalah ganjaran yang paling berat. Sehingga umat muslim dilarang untuk berbuat syirik serta mengingkari atau menyalahgunakan amanah yang diberikan.
2. Amanah Kepada Sesama
Manusia
Jenis amanah kedua ialah
amanah pada sesama manusia atau individu lainnya sebagai sesama makhluk. Jenis
amanah kedua ini adalah jenis amanah yang terjadi cukup sering.
Bentuk amanah pada sesama
manusia dapat berupa hak atau kewajiban yang dimiliki oleh setiap manusia.
Contohnya adalah tidak mengatakan pada orang lain ketika diberitahu sebuah
rahasi. Selain itu, ada pula contoh lain seperti menyampaikan suatu hal sesuai
dengan kebenaran asli dan tidak mengada-ada, mengurangi maupun menambahinya.
An-Nisa' · Ayat 58
۞ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تُؤَدُّوا
الْاَمٰنٰتِ اِلٰٓى اَهْلِهَاۙ وَاِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ اَنْ تَحْكُمُوْا
بِالْعَدْلِۗ اِنَّ اللّٰهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ سَمِيْعًا
ۢ بَصِيْرًا ٥٨
Artinya : Sesungguhnya Allah
menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada pemiliknya. Apabila kamu menetapkan
hukum di antara manusia, hendaklah kamu tetapkan secara adil. Sesungguhnya Allah
memberi pengajaran yang paling baik kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar
lagi Maha Melihat.
Tafsir Wajiz/Tafsir Tahlili
Dua ayat terakhir dijelaskan
kesudahan dari dua kelompok mukmin dan kafir, yakni tentang kenikmatan dan
siksaan, maka sekarang AlQur’an mengajarkan suatu tuntunan hidup yakni tentang
amanah. Sungguh, Allah Yang Mahaagung menyuruhmu menyampaikan amanat secara
sempurna dan tepat waktu kepada yang berhak menerimanya, dan Allah juga
menyuruh apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia yang berselisih
hendaknya kamu menetapkannya dengan keputusan yang adil. Sungguh, Allah yang
telah memerintahkan agar memegang teguh amanah serta menyuruh berlaku adil
adalah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah adalah
Tuhan Yang Maha Mendengar, Maha Melihat.
Hal tersebut sesuai dengan
firman Allah dalam QS. An Nisa ayat 58, berikut bunyinya.
Pengertian Amanah
Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu sekalian untuk menyampaikan amanah pada
yang berhak menerimanya serta menyuruh kamu jika menetapkan hukum di antara
manusia agar kamu menetapkannya dengan adil. Sesungguhnya Allah memberikan
pengajaran yang sebaik-baiknya pada dirimu. Sesungguhnya Allah ialah Maha
Mendengar dan juga Maha Melihat.
Biasa saja suatu nilai ucapat
maupun perbuatan yang diamanahkan atau tidak diamanahkan dapat bernilai atau
tidak sama sekali bagi orang yang diberi amanah tersebut.
Akan tetapi, sangat mungkin
pula bahwa tindakan maupun ucapan sederhana memiliki suatu dampak yang sangat
signifikan bagi penerima amanah tersebut. Oleh karena itulah, Allah memberikan
perintah pada umat manusia melalui firman-Nya agar setiap umat muslim
menyampaikan amanah pada pihak yang seharusnya menerima amanah tersebut.
3. Amanah Kepada Diri Sendiri
Jenis amanah yang terakhir
adalah amanah pada diri sendiri. Jenis amanah satu ini adalah jenis amanah yang
sebenarnya jarang disadari oleh banyak orang.
Dalam Islam, setiap manusia adalah seorang pemimpin, sehingga amanah kepada diri sendiri pun harus dilaksanakan dengan baik. Contoh dari amanah kepada diri sendiri ialah menjaga kesehatan badan maupun pikiran, tidak membiarkan diri sendiri kesakitan atau terluka karena hal apapun dalam berbagai aspek. Sebab, segala sesuatu yang ada di muka bumi ini hanyalah titipan dari Allah semata saja.
F. KETERANGAN TENTAG KHIYANAT MANUSIA
1. Pengertian khianat
(خِيَانَةُ) Khianat adalah salah satu
perbuatan buruk yang harus dijauhi oleh umat Islam. Secara istilah, khianat
adalah perbuatan tidak jujur yang dilakukan dengan melanggar janji atau sumpah.
Menurut Mohammad Ridwan dalam
buku Wawasan Keislaman: Penguatan Dikursus Keislaman Kontemporer, khianat
artinya tidak menepati amanah. Ungkapan ini juga digunakan kepada orang yang
suka mengambil hak orang lain. Firman Allah Swt Al Qur’an al Anfal ayat 28
وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّمَآ أَمْوَٰلُكُمْ وَأَوْلَٰدُكُمْ
فِتْنَةٌ وَأَنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥٓ أَجْرٌ عَظِيمٌ
Artinya: Dan ketahuilah,
bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di
sisi Allah-lah pahala yang besar.
Firman Allah Swt Al Qur’an Al
Qur’an al Anfal ayat 29
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِن تَتَّقُوا۟
ٱللَّهَ يَجْعَل لَّكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَيَغْفِرْ
لَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ ذُو ٱلْفَضْلِ ٱلْعَظِيمِ
Artinya: Hai orang-orang
beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu
Furqaan. Dan kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan
mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.
Allah Swt sangat membenci
orang yang berkhianat. Hal ini pun telah ditegaskan dalam Alquran surat Al
Anfal ayat 28-29.
Dalam hadits lain juga
disebutkan jika seseorang berbuat khianat, ia termasuk ke dalam golongan orang
munafik. Rasulullah SAW bersabda: "Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga,
sekalipun dia puasa, shalat, dan mengaku sebagai muslim: jika berbicara bohong,
jika berjanji ingkar, dan jika dipercaya khianat." (HR. Bukhari dan
Muslim).
Khianat ternyata ada banyak jenisnya, apa saja dan bagaimana umat Islam harus menyikapi orang yang berkhianat?
2. Macam-Macam Bentuk Khianat Manusia
Menghimpun buku Ilmu Tasawuf:
Penguatan Mental-Spiritual dan Akhlaq oleh Dr. H. Imam Kanafi, khianat terbagi
menjadi tiga, yaitu:
Berkhianat kepada Allah:
Orang yang mengaku beriman kepada Allah, tetapi tidak mengerjakan ibadah dan
sering melanggar hukum Allah;
Berkhianat kepada Nabi
Muhammad SAW: Orang yang mengaku telah beriman kepada Nabi Muhammad, tetapi
perilakunya tidak sesuai dengan ajaran sunnah beliau;
Berkhianat kepada orang lain:
Orang yang melanggar atau tidak menepati janjinya kepada orang lain.
Ketiga jenis pengkhiantan ini
dapat menyebabkan rusaknya dunia. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al
Baqarah berikut:
اَلَآ اِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُوْنَ وَلٰكِنْ
لَّا يَشْعُرُوْنَ وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِۙ قَالُوْٓا
اِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُوْنَ
Artinya: “Dan apabila
dikatakan kepada mereka, “Janganlah berbuat kerusakan di bumi!” Mereka
menjawab, “Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan.
Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak
menyadari.” (QS. Al Baqarah: 11-12).
3. Cara Menyikapi Orang yang
Berkhianat
Ayat tersebut menjelaskan
bahwa tindakan yang sebaiknya diambil dalam menyikapi orang yang berkhianat
adalah dengan mencabut atau membatalkan perjanjian yang telah disepakati.
Katakan dengan jujur kepada mereka
alasan pembatalan perjanjian tersebut.
Disebutkan dalam buku
Pendidikan Karakter: Mengembangkan Karakter Anak yang Islami oleh Ridwan
Abdullah Sani dan Muhammad Kadri bahwa, cara menyikapi orang yang berkhianat
adalah dengan bersikap tegas dan berlaku jujur. Allah SWT berfirman:
وَاِمَّا تَخَافَنَّ مِنْ قَوْمٍ خِيَانَةً
فَانْۢبِذْ اِلَيْهِمْ عَلٰى سَوَاۤءٍۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْخَاۤىِٕنِيْنَ
Artinya: “Dan jika engkau
(Muhammad) khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka
kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sungguh,
Allah tidak menyukai orang yang berkhianat.” (QS. Al Anfal: 58).
Referensi :
(1).Kitab Aqidatun Najin yaitu Syekh Zainal Abidin
Bin Muhammad al Fathany rahimahullahu ta'ala
(2).Kitab Jami'ul Ushul fi Auliya ……………….. Hal.308
(3).Kitab Aqidatun Najin …………………….. Hal.73
(4).Artikel “Sifat Mustahil Nabi dan Rasul yang
Artinya Dusta atau Bohong” //
https://www.liputan6.com/hot/read/5234795/kizib-artinya-dusta-atau-bohong-ini-sifat-mustahil-nabi-dan-rasul
(5). KItab Hidayatus Salikin oleh Abdul Shamad Fathany …………Hal 92
(6).Kitab Ensiklopedi TASAWUF oleh Tim Penyusun
UIN Syarif Hidayatullah Hal ....1134
(7).Artikel “Pengertian Amanah: Ciri-Ciri, Jenis
hingga Berbagai Dalilnya” //
https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-amanah/
(8).Artikel Pengertian Khianat, Macam, dan Cara
Menyikapinya
https://kumparan.com/berita-hari-ini/pengertian-khianat-macam-dan-cara-menyikapinya-1wu4y7psdUX/full.
(9).Referensi:
https://tafsirweb.com/2895-surat-al-anfal-ayat-29.html
(10).Referensi:
https://tafsirweb.com/2894-surat-al-anfal-ayat-28.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar