Minggu, 10 Mei 2026

Bab. V “Keberadaan Insan/ Manusia di Bumi” al-Risalah Mutaba'atul Hasanah

 


BAB. V

PASAL KE 4 PENJELASAN INSAN (MANUSIA)

الفصل  الخامس فى بيان الإنسان

Daftar Isi Bab. V “Menteladani Sifat Insan Nabi Saw” Kitab al-Risalah Mutaba’atul Hasanah 

A. KETERANGAN KEBERADAAN INSAN DI MUKA BUMI

1. Pengertian Insan

2. Penjabaran Sifat Insan Secara Lebih Rinci

B. MANUSIA DAN KEBERADAANNYA DI MUKA BUMI

1. Wujud Manusia yang berasal dari Tanah

2. Manusia Dituntut Tazkiyatun Nafsi 

3. Perlu Adanya Tazkiyatun Nafsi bagi Manusia

C. KEBERADAAN MANUSIA DI ALAM RAHIM  SANG IBU

1. Pertama Berada di Alam Rahim

2. Dzikir-dzikir si Cabang Bayi

3. Keberadaan INSAN di Bumi Rahasia Allah Swt

D. BAYANUL INSAAN


BAB. V

PASAL KE 4 PENJELASAN INSAN (MANUSIA)

الفصل  الخامس فى بيان الإنسان

A. KETERANGAN KEBERADAAN INSAN DI MUKA BUMI

1. Pengertian Insan

Kata insan berasal dari kata kerjanya atau fi'il madlinya : "ANSAA – YUNSII – INSAN dari wajan atau timbangan AF'ALA – YUF'ILU - IF'ALAN.

أَنْسَى يُنْسِى إِنْسَانًا فِى وَزْنٍ أَفْعَلَ – يُفْعِلُ إِفْعَالًا

Insan adalah isim masdar yang berarti :"LUPA IA  atau lalai ia atau bersalah ia"

Mengutip Artikel “Ringkasan AI Google” menyatakan bahwa Sifat insan (manusia) dalam pandangan umum dan agama mencakup kombinasi potensi mulia (khilafah, amanah, jujur) dan kelemahan bawaan (lalai, kikir, suka mengeluh, lemah). Insan berkualitas ditandai dengan zuhud terhadap dunia, amanah, dan kesungguhan ibadah, sementara dari sisi psikologis, manusia bersifat dinamis, ekspresif, dan kompetitif.

Insan adalah tempat berbuat kesalahan, ia melupakan akan dirinya. Seperti sabda Nabi Saw  :

وَقَوْلُهُ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ : اَلْإِنْسَانُ مَحَلُّ خَطَاءٍ وَنِسْيَانٍ .الحدث.

Artinya : Dan Sabda Nabi Saw :"Manusia itu tempatnya berbuat salah pelupa."

2. Penjabaran Sifat Insan Secara Lebih Rinci

Adapun penjabaran sifat insan secara lebih rinci adalah seagai berikut :

a. Sifat Mulia (Potensi Positif) :

1. Amanah/Terpercaya: Mampu memikul tanggung jawab (khalifah di bumi).

2. Zuhud/Sederhana: Tidak diperbudak harta dan duniawi.

Jujur & Sungguh-sungguh: Berakhlak mulia dan serius dalam beribadah.

3. Penyabar & Bersyukur: Teguh dalam iman dan menyadari nikmat.

b. Sifat Dasar/Kelemahan (Dalam Al-Quran) :

1. Pelupa & Lalai: Sering melupakan Tuhan saat mendapat nikmat.

2. Kikir & Tamak: Cenderung menyukai harta secara berlebihan.

3. Lemah & Keluh Kesah: Mudah bersedih, takut, dan mengeluh.

4. Suka Membantah & Sombong: Egois dan menolak kebenaran.

Sifat Psikologis/Karakter:

5. Sosial: Mudah bergaul dan ekspresif.

6. Aktif & Kompetitif: Memiliki dorongan tinggi untuk mencapai tujuan. Humoris & Impulsif: Spontan dan santai.

 Secara Terminologi, Insan adalah sifat dan sikap pribadi yang pelupa, lalai, selalu bersalah dalam melaksanakan sesuatu yang dipercayakan kepadanya berupa tugas dan kewajiban.

Memang sifat manusia sangat dipengaruhi dan ditentukan oleh intensitas dan efektivitas usahanya dalam melakukan tadzkiyatun nafs (pensucian jiwa). Mengapa dilakukan? Karena tidak dapat dipungkiri bahwa manusia diciptakan dengan membawa dua potensi yang berseberangan. Allah telah mengilhamkan ke dalam jiwanya fujur /dosa dan ketakwaan.


B. MANUSIA DAN KEBERADAANNYA DI MUKA BUMI

Ketika Allah Swt telah berfirman kepada para Malaikat bahwa Ia akan menjadikan Khalifah sebagai pemimpin dan penguasa  dimuka Bumi dan untuk memakmurkan bumi. Sebagaimana firman Allah Swt pada surat al Baqarah ayat 30 yang berbunyi  

وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ ِانِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةًۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ ۝٣٠

Artinya : Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat "Aku hendak menjadikan Khalifah di bumi. Mereka berkata : "Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah disana. Sedangkan kami bertasbih memuji Mu dan mensucikan Mu." Dan Dia berfirman : "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." QS. Al Baqrh 30.

Mengutip dalam Risalahnya THARQUL HAYAT oleh Gr. Muhammad Syukri,HS telah menyebutkan tentang Manusia dan keberadaannya di muka bumi, yaitu dilihat dari wujudnya manusia itu terdiri jam'y dan kully, sehingga penampilannya dilihat dari segi zahir dan batin merupakan ujud kamaliah. Atau dengan istilah lain bahwa diri manusia itu globalistik yang struktural sehingga mampu berpenampilan dalam mengarungi kehidupan di alam material dan immaterial. Hanya manusia paripurna atau insan kamil yang dapat hidup di dua alam, alam zahir dan alam batin, alam musyahadah dan alam gaibiyah, alam material dan alam non material.

Zat Insaniyah terdiri dari tiga unsur yaitu :-Unsur Turabiyah (berasal dari tanah),  Unsur Ruhaniyah, -Unsur Nuraniyah Zat Insaniyah terdiri dari tiga unsur yaitu :-Unsur Turabiyah (berasal dari tanah),  Unsur Ruhaniyah, -Unsur Nuraniyah. Dan terakhir  adalah yang ke-4 yakni  Unsur Rabbaniyah.

1.Wujud Manusia yang berasal dari Tanah

Dengan Turabiyah terbentuklah jasad atau raga insaniyah, selaku penghuni bumi abadi. Dengan rohaniyah terbentuklah jiwa atau roh yang memberikan sifat hidup dan sifat lainnya pada jasad, sehingga jasad dapat berakitvitas aktif. Wujud Manusia yang berasal dari Tanah

Dengan Turabiyah terbentuklah jasad atau raga insaniyah, selaku penghuni bumi abadi. Dengan rohaniyah terbentuklah jiwa atau roh yang memberikan sifat hidup dan sifat lainnya pada jasad, sehingga jasad dapat berakitvitas aktif.

 

2. Manusia Dituntut Tazkiyatun Nafsi 

Mengutip salah satu Artikel “E.5 Sifat Manusia” menyebutkan bahwa Manusia yang beruntung adalah manusia yang melakukan tazkiyah nafsi(pensucian jiwa). Termasuk dalam pengertian tadzkiyah adalah pembelajaran, pelatihan, dan tarbiyah. Tazkiyatun nafs akan membentuk seseorang berkepribadian sebagai ‘ibadurrahman [hamba Sang Mahapenyayang]. Allah sangat mencintainya. Sifat-sifat mereka antara lain:

– Syakur [banyak bersyukur]

– Shabur [banyak bersabar]

– Ra’uf [penyantun]

– Rahim [penyayang]

– Halim [arif]

– Tawwab [banyak bertobat]

– Awwab [lemah lembut]

– Shaduq [sangat jujur]

– Amin [amanah]

Orang yang senantiasa mensyukuri nikmat akan mendorong jiwanya untuk memahami bahwa potensi baik yang sudah Allah tanamkan dalam jiwanya harus dipelihara, disirami, dipupuk, disiangi dan dihindari dari polusi, virus, hama dan penyakit. Dengan begitu ia akan tumbuh subur, berbunga, dan memberikan buanya setiap musim. Dialah yang [sukses] di dunia dan akhirat.

Rasulullah Saw bersabda :

 77 – الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ لِنَفْسِهِ وَ عَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ

Artinya : Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya dan beramal untuk bekal setelah mati.

191 – أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ حُلَيْمٍ الْمَرْوَزِيُّ، ثَنَا أَبُو الْمُوَجَّهِ، ثَنَا عَبْدَانُ، ثَنَا عَبْدُ اللهِ، أَنْبَأَ أَبُوْ بَكْرِ بْنُ أَبِيْ مَرْيَمَ الْغَسَّانِيُّ، عَنْ ضَمْرَةَ بْنِ حَبِيْبٍ، عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ سَلَّمَ – : “الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَ عَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ، وَ الْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا، وَ تَمَنَّى عَلَى اللهِ.”

[ ص: 231 ] هذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ عَلَى شَرْطِ الْبُخَارِيِّ وَ لَمْ يُخْرِجَاهُ.

191. Abul-‘Abbās ‘Abdullāh bin al-Ḥusain al-Qādhī mengabarkan kepada kami di Marwa, Ḥārits bin Abī Usāmah menceritakan kepada kami, Abul-Muwajjih menceritakan kepada kami, ‘Abdān menceritakan kepada kami, ‘Abdullāh menceritakan kepada kami, Abū Bakar bin Abī Maryam al-Ghassānī menberitakan (kepada kami), Dhamrah bin Ḥabīb, dari Syaddād bin Aus, dia berkata: Rasūlullāh s.a.w. bersabda: “Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya dan beramal untuk bekal setelah mati. Sedangkan orang yang lemah adalah yang mengikuti hawa-nafsunya dan berharap-harap kepada Allah (agar mengampuninya).” HR Muslim (2521)

Dalam kitab hadits lain juga disebutkan tentang ORANG CERDAS misalnya kitab hadits Imam Tirmidzi  :

عَنْ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ : "الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ، وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللَّهِ"

Artinya : "Orang yang cerdas adalah orang yang menundukkan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati, sedangkan orang yang lemah adalah yang mengikuti hawa nafsunya dan hanya berangan-angan kepada Allah." (HR. Tirmidzi, no. 2459; Ibnu Majah, no. 4260) 

Sedang keberadaannya pada jasad hanya sementara bilangan nafas dikandung badan karena ia bukan wujud material. Ia berasal dari Ruhul Ilahiyah yang Maha Ghaib, wujud Rohaniyah ini selalu terikat pada asalnya yang Maha Ghaib.

Wujud Insaniyah yang berasal dari turabiyah (asal tanah ) misalnya sarifati makanan berasal dari bumi. Contohnya kepala, badan, perut dan anggota, ada mata, telinga, dagu, mulut, dahi, otak, syaraf, hati, jantung, empedu, ginjal, usus, paru-paru   dan lain-lain. Kumpulan semua itu dinamakan raga atau jasad kita. Penghulu Raga/Jasad manusia adalah Nabi Adam AS. Ujud jasad atau raga ini memiliki watak, memiliki tabiat antara lain : kasar, keras, kaku, beku, dingin, gelap dan pekat.


3. Perlu Adanya Tazkiyatun Nafsi bagi Manusia

Mengutip salah satu Artikel “E.5 Sifat Manusia” menyebutkan bahwa Jiwa yang dibiarkan tanpa tadzkiyah akan berkarat dan akhirnya jadi kotor. Apabila sengaja dikotori. Akibat pengotoran itu muncullah sifat-sifat buruk padanya sehingga ia menjadi manusia yang merugi. Sifat-sifat mereka adalah:

– ‘Ajulan (عًجُوْلًا)[suka tergesa-gesa]

– Halu’an (هَلُوْعًا)[banyak berkeluh kesah]

– Ghafilan (غَفِيْلًا)[lalai]

– Thaghiyan [melampaui batas]

– Qaturan [pelit]

– Kafuran (كُفُوْرًا)[kufur/ingkar]

– Aktsara jadalan (جِدَالًا)  [banyak mendebat]

– Kanudan (الْكَنُوْدُ)[banyak membantah] yang tiada syukur akan ni’mat, bakhil

– Zhaluman (ظَلُوْمًا)  [sangat dhalim]

– Jahulan  (جَهُوْلًا)[sangat bodoh]

Sangat disayangkan bahwa kesadaran untuk melakukan tazkiyatun nafs seringkali hilang akibat berbagai tantangan, baik internal maupun eksternal. Tantangan internal adalah nafsunya sendiri yang cenderung pragmatis. Ia lebih suka segera [tergesa-gesa] menikmati meskipun hanya sebentar kemudian hilang, daripada harus bersusah payah dengan kenikmatan jangka panjang yang lebih kekal. Sebenar-benar kerugian adalah apabila manusia lebih memilih kenikmatan sesaat dengan mengorbankan kenikmatan sesaat dengan mengorbankan kenikmatan yang abadi. Itulah orang yang tidak mendapat hidayah. Semoga Allah menghindarkan kita dari sifat-sifat yang demikian.


C. KEBERADAAN MANUSIA DI ALAM RAHIM  SANG IBU

Nabi Besar Muhammad Saw telah bersabda :

قال النبي عليه الصلاة والسلام : أنا أبوالأرواح وأدم أبو البشر.

Artinya :"Aku adalah bapaknya semua roh dan Adam adalah Bapaknya semua jasad".

1. Pertama Berada di Alam Rahim

Allah Swt berfirman pada Surat al Mu,min tentang asal usul kejadian anak cucu Adam As. : 

Allah Swt berfirman pada Surat al Mu,min tentang asal usul kejadian anak cucu Adam As. :

ولقد خلقنا الإنسان من سلالة من طين ثم جعلناه نطفة فى قرار مكين ثم خلقنا النطفة علقة فخلقنا العلقة مضغة فخلقنا المضغة عظاما فكسونا العظام لحما ثم أنشأناه خلقا آخر فتبارك الله أحسن الخالقين. = المؤمون 12-13

Artinya : "Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari sari pati (berasal) dari tanah.Kemudian kami jadikan dari sari pati itu air mani (yang tersimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim wanita). Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal daging dan segumpal daging itu kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang-belulang itu kami bungkus dengan daging, kemudian kami jadikan ia mahluk yang berbentuk lain. Maha suci Allah Pencipta yang paling baik." QS. Al Mu'min 12-13

Alam rahim adalah alam dimulainya proses kejadian manusia, yaitu manusia dijadikan oleh Allah Swt dari pada saripati berasal dari tanah, dan dari saripati itu Allah menjadikan air mani yang tersimpan dalam rahim (tempat yang kokoh). Kemudian dari air mani itu Allah ciptakan segumpal darah, lalu dari segumpal darah itu, Allah jadikan segumpal daging, tulang belulang yang dibungkus dengan daging.

Berkata Ahli Tahkik bahwa : "Dari NUR MUHAMMAD SAW dijadikanlah air, tanah, angin dan api". Keempat macam inilah asal kejadian lembaga atau jasad Manusia, Allah menjadikan bentuk wujud manusia ini. Jadi pada tahab pertama ini, manusia telah mengalami kehidupan di alam rahim seorang ibu.  Sebagaimana firman Allah pada surat  Ali Imran yang berbunyi :

هو الذى يصوركم فى الأرحام كيف يشاء (أل عمران : 5)

Artinya :"Dialah yang akan membentuk/menempa kamu di alam kandungan sang ibu sebagaimana yang ia kehendaki". QS. Ali Imran 5.

Apabila manusia yang berada dalam Rahim kandungan seorang ibu selama kurang lebih 120 hari -160 hari maka Allah menyuruh Malaikat untuk meniupkan ROH ke dalam tubuh janin dalam kandungan sang ibu. Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadis yang berbunyi :

إن أحدكم يجمع خلقه فى بطن أمه أربعين يوما ثم يكون فى ذلك علقة مثل ذلك ثم يكون فى ذلك مضغة مثل ذلك ثم يرسل الملك فينفخ فيه الروح ويؤمر بأربع كلمات,بكتب رزقه وأجله وعمله وشقي أوسعيد ... رواه مسلم

Artinya : "Bahwasanya seorang dari kamu itu dikumpulkan kejadiannya dalam kandungan ibu 40 hari dalm ujud air mani. Lalu jadilah segumpal darah selama 40 hari. Lalu jadilah segumpal daging selama 40 hari juga. Kemudian Allah mengutus Malaikat, lalu meniupkan ROHnya kedalam jasadnya dan diperintahkan dengan empat perkara yaitu :1. Menulis ........ ketetapan rejekinya, 2. Menulis ketetapan ajalnya, 3. Menulis ketetapan amalnya,  4.Menulis ketetapan menjadi orang celaka atau orang bahagia.HR. Muslim.

(Berupa Titik Noktah) atau Cikal bekal Insan sebelum berada dirahim sang ibu, ia berada dalam rahim Bapak selama 40 hari, dari Mada, Madi, Mani, Manikam, pusat, jantung, watsulbi Muntaraib, otak. Dalam otak ada lemak, dalam lemak ada minyak, Dalam minyak ada Nur. Dalam Nur ada Nur Akal, Dalam Nur Akal ada Hizabbunnur, Dalam Hizabbunnur ada hidayamul amanah Allah Swt.

 

2. Dzikir-dzikir si Cabang Bayi

Susunan dalam Rahim Bapak :

- Di Otak ......................................:   7 hari

- Di Tulang Belulang ....................  : 7 hari

- Di Tsulbi Muntara'it ..................    : 7 hari

- Di Tulang Dada .........................   : 7 hari

- Di Pusat ....................................   : 7 hari

- Di Kalam .............................  ...... : 7 hari

Dalam Rahim Ibu ada yang 7 bulan + 7 hari,  ada yang 9 bulan, + 9 hari. Cabang Bayi dalam kandungan itu berdzikir terus menerus kepada Allah dengan dzikir berikut :

1. Satu hari .........................   = HU, HU, HU (هُوْ هُوْ هُوْ)

2. Tiga hari ..................  = ALLAH, ALLAH, ALLAH ( (ألله ألله ألله

3. Tujuh hari ..... = ILLALLAH, ILLALLAH, ILLALLAH,   (إلا ألله إلا ألله)

4. Empat Bulan+4 hari = THURAABUN NUUR   ( (طراب النور

5. Tujuh Bulan+7 hari .........   = SUBHAANALLAH   ( (سبحان الله

6. Delapan Bulan+8 hari ....... = ALHAMDULILLAH   ( (الحمد لله

7. Sembilan Bulan+9 hari = INNA, ANNAA AAMANNAA=

(إن أنا آمنا اَوْ اِنَّنَا آَمَنَّا)

Kemudian selama bayi tsb berada dalam kandungan sang ibunya, ada yang 7 bulan lebih, lahir ke alam Insan atau alam dunia sebagai bayi primatur. Ada yang 9 bulan lebih lama berada dalam kandungan sang ibunya, maka lahirlah ia ke alam dunia. Berwujud bayi yang masih kecil, lemah, tak berdaya dan kekuatan. Inilah asal kejadian INSAN. Janin yang berada dalam kandungan sang ibunya itu ada punya kawan atau teman sebagaimana syair seorang Ulama Kalimantan yang hidup sezaman dengan Syekh Muhammad Arsyad al Banjari yaitu bernama Datu Sanggul , :

Manusia lahir ke alam Insan

Di alam ajsam empat berkawan

Si Tubaniyah dan Tambuniyah

Uriyah lawan si Camariyah

3. Keberadaan INSAN di Bumi Rahasia Allah Swt

Berkata Guruku KH. Jumberi Bihara bahwa Insan  itu adalah rahasia. Dalam bahasa Arab insan itu adalah sebuah singkatan dari kata "IN – S –IN      maksud :

أنا سر أنا

Syekh Dr. KH. Jalaluddin dalam Bukunya "SERIBU SATU WASIAT" menjelaskan tentang INSAN pada firman Allah surat at Tiin :

لقد خلقنا الإنسان فى أحسان تقويم... التين 4

Artinya : "Sungguh telah kami jadikan INSAN itu sebaik-baik rupa atau bentuk."

Bagaimana baiknya rupa Insan itu ? Tidaklah dapat dipandang, dilihat dengan mata kepala dan tidak dapat dirasa oleh anggota.  tubuh yang zahir belum sempurna baik, karena tubuh.

yang zahir telah tersusun dari darah dan daging dan akan binasa atau rusak, lagi mengandung najis di dalam perut.

Lalu bagaimana dengan rupa yang batin itu ? Allah telah menerangkan dalam hadis qudsi :

وقوله عليه الصلاة والسلام : قال تعالى : خلق الإنسان على صورة الرحمن اى إسم الرحمن

Sabda Nabi Saw Allah berfirman :"Dia jadikan Insan itu atas rupa Rahman yaitu nama Rahman"

Siapakah yang dimaksud nama Rahman dalam hadis ini ? Jawabnya adalah kalimah Allah, Allah, Allah pada Tarekat Naqsyabandi. Kalimah Hu ........Allah, Hu ........Allah, pada Tarekat al Junaidiyah, dan 'Ainiyah. Daut penulisnya NUR MUHAMMAD Kalimah Allah, Allah, Allah, dimaksud adalah NUR MUHAMMAD. Kalimah Allah, Allah, Allah, telah bercahaya cahaya pada sekalian tubuh. Kalimah Allah, Allah, Allah itu membaca sendiri, dzikir sendiri, bergerak sendiri secara terus menerus berkepanjangan. Manakala Nur Muhammad bercahaya cahaya pada sekalian tubuh yang zahir dan tubuh yang batin maka dinamakanlah manusia saat itu JAGA atau Tidak tidur. Kalau Nur Muhammad bercahaya cahaya pada sekalian tubuh yang batin saja maka dikatakanlah manusia saat itu tidur. Jikalau Nur Muhammad bercahaya cahaya tidak diluar tubuh dan tidak pula didalam tubuh maka dinamakanlah manusia waktu itu meninggal dunia. Adalah Nur Muhammad atau Kalimah Allah, Allah, Allah, atau Rahasia Allah itu seolah-olah Nyawa kita.

Dalam sebuah hadis qudsi Allah berfirman :

وقوله عليه الصلاة والسلام : قال تعالى : الإنسان سرى وأنا سره

Sabda Nabi Saw Allah berfirman :"Insan itu adalah rahasia Ku dan Aku rahasianya."

Insan itu adalah rahasia Ku maksudnya tempat menaruh rahasia Allah yaitu ilmu agama dan ilmu ma'rifat. Akupun rahasianya maksudnya Aku pandangan hatinya, aku pendangaran dan penglihatannya dari pada ku.


D. BAYANUL INSAAN

الإنسان

اعلم الإنسان فى أصل فطرته وتركيبه قد اجتمع فيه أربعة شوائب, فمنها الصفات السبعية والبهيمة والشيطانية والربانية. فهو من حيث سلط عليه الغضب يتعاطى أفعال السباع, ومن حيث سلط عليه الشهوات يتعاطى فعل البهائم,ولتركب هاتين الصفتين فيه, وتولد حب الشر فيه والقهر والغلبة والمكر والخديعة غلبت عليه الشيطانية.

1.Ketahuilah bahwa manusia, dalam sifat dan konstitusi aslinya, memiliki empat kenajisan: sifat predator, sifat kebinatangan, sifat setan, dan sifat ilahi. Ketika amarah mengendalikannya, ia berperilaku seperti binatang buas; ketika keinginan mengendalikannya, ia berperilaku seperti hewan. Karena kedua sifat ini tergabung dalam dirinya, dan karena kecintaan pada kejahatan, penindasan, dominasi, tipu daya, dan penipuan, sifat setanlah yang berkuasa.

ومن حيث أنه فى نفسه أمر ربانى كما قال تعالى : قل الروح من أمر ربى سورة الأسراء 85  فانه يدعى لنفسه الربوبية والإستعلاء وترك الانقياد ويفرح بما يناسب هذا الأمر من المعرفة والوصف بها. ويحزن بما يناقضه من الجهل والوصف به,فإذا عرفت هذا فاعلم أن الإستغال بالعبادات والمواظبة عليها القصد منه تحصيل الغرض من قهرمالاينبغى وابقاء ما ينبغى فى باب رياضه النفس ذلك إن شاء الله تعالى.

Karena pada dasarnya ini adalah perkara ilahi, sebagaimana firman Allah Yang Maha Kuasa: “Katakanlah, ‘Ruh itu adalah perintah Tuhanku’” (Surah Al-Isra 85), maka ia mengklaim keilahian dan keunggulan, menolak ketundukan dan bergembira atas apa yang sesuai dengan perkara ini dalam hal pengetahuan dan digambarkan sebagai demikian. Ia berduka atas apa yang bertentangan dengannya dalam hal ketidaktahuan dan digambarkan sebagai demikian. Setelah memahami hal ini, ketahuilah bahwa melakukan ibadah dan tekun dalam ibadah tersebut dimaksudkan untuk mencapai tujuan mengatasi apa yang tidak diinginkan dan memelihara apa yang sesuai dalam ranah pendisiplinan jiwa. Ini adalah kehendak Allah Yang Maha Kuasa.

و اعلم ان العلم الصالح الحاصل فى القلب إن كان بطريق التعلم وتقديم المقدمات فهو طريق العلماء وماورائه فهو طريق الصوفية وهو بكشف ومشاهدة وذلك قسمان.

Dan ketahuilah bahwa ilmu yang baik yang diperoleh di dalam hati, jika diperoleh melalui pembelajaran dan penyampaian pendahuluan, maka itu adalah jalan para ulama, dan apa yang melampauinya adalah jalan para Sufi, dan itu melalui pengungkapan dan kesaksian, dan itu ada dua macam.

Menurut Tuan Guru KH. Ahmad Syarbaini Banjarmasin Kalimantan Selatan bahwa Insan atau Manusia itu terdiri dari 4 unsur yaknia :

1.Jasmani

2.Rohani

3.Nurani

4.Rabbani

Pengendali Jasmani atau batang tubuh adalah Rohani, pengendali Rohani adalah Nurani atau Nur Muhammad, sedang pengendali Nur Muhammad adalah Rabbani yakni Allah SWT.

أحدها : مثل وقوع الالهام فى النفس وهو النفث فى الروع وإليه والإشارة بقوله صلى الله عليه وسلم : إن روح القدس نفث فى الروعى.. احبب من شئت فإنك مقارقه واعمل ما شئت فإنك مجزى به وعش ما شئت فإنك ميت.

Artinya : Salah satunya adalah: seperti terjadinya inspirasi dalam jiwa, yaitu hembusan napas ke dalam hati dan kepadanya, dan merujuk pada apa yang dikatakan Nabi, صلى الله عليه وسلم: “Roh Kudus menghembuskan napas ke dalam hati… Cintailah siapa pun yang kamu kehendaki, karena kamu akan terpisah darinya, dan lakukanlah apa pun yang kamu kehendaki, karena kamu akan diberi pahala untuk itu, dan hiduplah sesuai keinginanmu, karena kamu akan mati.”

وقسم آخر: هو من جنس الإلهام وذلك ان يكشف له حقائق الأشياء ويرى الملك الموكل بها الذى منه يستفيد.

Jenis lainnya adalah ilham, di mana hakikat sejati segala sesuatu diungkapkan kepadanya, dan ia melihat malaikat yang ditunjuk atas segala sesuatu, dari siapa ia mendapat manfaat.

و اعلم ان القلب إذا كان كالمرأة الصقيلة المجلوة. وقد علمت قبل ذالك أن حقائق الأشياء منقوشة فى اللوح المحفوظ فمنهما ارتفع الحجاب,وكان المرأة فى محاذة اللوح المحفوظ, انكشف فيه حقائق العلوم و ارتفع الحجاب, تارة بهبوب رياح الا لطاف من غير سبب من جهة العبد او استعداد. فيلمع فى القلب من وراء ستر الغيب شيئ من غرائب العلوم وتمام هذا الكشف بالموت فيه ارتفع الحجاب بالكلية وإليه والإشارة بقوله صلى الله عليه وسلم :"الناس نيام فإذا ماتوا إنتبهوا". ويقرب من الميت تصفية الصفوفية, فلذلك لا يشتغلون بدراسة العلم بل يشتغلون بتصفية القلب وقطع العلائق, ليكون ذلك سببا فى الإقبال على الله تعالى بالكلية

Artinya : Ketahuilah bahwa hati itu seperti cermin yang dipoles dan berkilauan. Dan engkau telah mengetahui bahwa hakikat sejati segala sesuatu tertulis di Loh Batu yang Terpelihara. Dari situ, tabir diangkat, dan cermin disejajarkan dengan Loh Batu yang Terpelihara, mengungkapkan kebenaran pengetahuan, dan tabir pun diangkat.

Terkadang, angin sepoi-sepoi bertiup tanpa sebab atau persiapan dari sang hamba. Kemudian, sebagian dari keajaiban ilmu pengetahuan terlintas di hati dari balik tabir yang tak terlihat. Pengungkapan ini disempurnakan dengan kematian, ketika tabir itu sepenuhnya terangkat. Hal ini disinggung dalam sabda Nabi, صلى الله عليه وسلم, "Manusia tertidur, dan ketika mereka mati, mereka bangun." Penyucian hati membawa seseorang lebih dekat kepada kematian, sehingga mereka tidak menyibukkan diri dengan mempelajari ilmu pengetahuan, tetapi lebih kepada menyucikan hati dan memutuskan keterikatan, sehingga hal ini dapat menjadi alasan untuk sepenuhnya berpaling kepada Allah Yang Maha Kuasa.

 

Referensi :

Artikel “E.5. Sifat Manusia” Materi Tarbiyah // .https://rasmulbayantarbiyah.wordpress.com/2014/04/18/e-5-sifat-manusia/

Artikel “Ringkasan AI Google” https://www.google.com/search?q=SIFAT+INSAN&rlz=1C1CHBD_idID1040ID1040&oq=SIFAT+INSAN&aqs=chrome..46i512j69i57j0i22i30l8.16598j0j15&sourceid=chrome&ie=UTF-8

Artikel “Orang Yang Cerdas” https://www.threads.com/@dnh_hamdani/post/DH9qNPqBO-r/orang-cerdas%D8%B9%D9%8E%D9%86%D9%92

Kitab Hadits Sahih Muslim Nomor 2521

Memahami sifat-sifat ini bertujuan agar manusia dapat melakukan tazkiyah (penyucian diri) untuk menonjolkan potensi positif dan mengurangi sifat-sifat tercela

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bab. VIII “Menteladani Sifat Syaja'ah Nabi Saw” al-Risalah Mutaba'atul Hasanah

  BAB. VIII PASAL KE 8 PENJELASAN SIFAT SYAJJA'AH اَلْفَصْلُ الْثَامِنُ فِى بَيَانِ الشَّجَاعَةِ FASAL YANG KE 8   PENJELASAN   SYAJA...