Jumat, 28 Februari 2020

35. SYEKH IMAM ABDULLAH BA 'ALAWI

35. SYEKH  IMAM ABDULLAH BA 'ALAWI

(العارف بالله تعالى الشيخ الإمام عبد الله با علوى)

Al 'Arif billah Syekh Imam Abdullah bin Sa'ed Bajunaidi Ba Alawi.Dia adalah syekh Syari’at dan Hakekat  dari keturunan atau keluarga Ba 'Alawy, dia memegangi dokterin al Junaid al Bagdady yakni al muraqabah bil bathin. Dia  adalah menjadi murid Syekh Imam Al Alwi dan juga dia tercatat menjadi salah satu sanad silsilah  thariqat al Junaidiyah (thariqat al Qaum )yang ke Tiga Puluh Lima dari jalur sanad Sayyidina 'Ali bin Abi Thalib.

Belumlah terungkap, belum ada catatan yang ditemukan tentang biografi kapan dia lahir dan dimana dia wafatnya Syekh Imam Abdullah Ba Alawi ini, tetapi Dia adalah menjadi sanad silsilah Thariqat  al Junaidiyah  dan juga menjadi Gurunya Syekh Sayyid Umar bin Abu Bakar  Ba Junaidi al Hadrami (Hadramaut, Yordania) yang memegangi dokterin al Junaid al Bagdadi, yaitu ajaran al muraqabah bil batin daa-iman (المراقبة بالباطن دائما) mengintip hatinya selalu agar tidak keluar dari Allah

Tidaklah banyak yang Penulis ketahui tentang kehidupan rekam jejak Tokoh yang satu ini, sejak Beliau lahir, masa kanak-kanak, masa remajanya, masa tuanya sampai wafatnya secara pasti.  Penulis hanya berharap dan mendo’akan semoga Allah Swt mema’afkan dan mengampuni kesalahan kita dan kesalahannya,  kesalahan – kesalahan orang tua kita dan kesalahan kedua orang tuanya, kesalahan datuk-nenek kita dan kesalahan datuk-neneknya, dan kesalahan – kesalahan orang-orang yang pernah dekat dengan kita dan kesalahan – kesalahan orang-orang yang pernah dekat dengannya dan kesalahan – kesalahan dzuriat-dzurat kita dan dzuriatnya hingga akhir zaman, begitu juga semoga Allah Swt mengampuni dosa-dosa kita dan dosa-dosa orang-orang muslimin dan muslimat semuanya. Aamiin Aamiin yaa rabbal aalamiin.


اليمن تاريخ وثقافة

التّاريخ الّذي أخذه باصرّة ولم يردّه ، توفّي بعد الثّلاث مئة وألف.

ومنها : صاحبنا الفاضل ، الشّيخ عبد الله بن سعيد باجنيد ، طلب العلم بمكّة ، وولي قضاء دوعن والمكلّا عدّة مرّات ، ودرّس مدّة طويلة بمسيلة آل شيخ ، وكان في سنة (١٣٢٥ ه‍) بحوطة آل أحمد بن زين الحبشيّ يدرّس بها ، وله باع في الفقه ، وبضاعته مزجاة في النّحو ، ومع ذلك فقد درّس فيه بالحوطة ، وكان ليّن العريكة ، سهل الجانب ، عذب الرّوح ، دمث الأخلاق ، واسع الصّدر ، توفّي بالجحي سنة (١٣٥٩ ه‍) ، وله ولد اسمه محمّد ، تولّى القضاء بالمكلّا ، وكان طلب العلم بمصر ، ثمّ فصل عن قضاء المكلّا وجعل من أعضاء الاستئناف بها.

وآل باجنيد منتشرون في رحاب وهدون والجحي والمكلّا وعدن والحجاز ، ومثراهم بالخريبة ، حتّى لقد روي عن الحبيب حامد بن أحمد المحضار أنّه قال : دخلت الخريبة .. فإذا عالمها : باجنيد ، وقاضيها : باجنيد ، وتاجرها : باجنيد ، ودلّالها : باجنيد ، وقصّابها

باجنيد ، ونجّارها : باجنيد ، وسائر أعمالها بأيدي آل باجنيد.

وكانت الخريبة أولى بأخبارهم ، ولكنّها تدحرجت علينا إلى هنا ، ومنهم اليوم بعدن الشّابّ الغيور عبد الله بن سعيد بن بو بكر بن عبد الباسط ، له دين متين ، واهتمام بأمر المسلمين ، وأخوه المكرّم محمّد ، وابن عمّهم الشّيخ عبد القادر ، والشّيخ جنيد بن محمّد ، وكلّهم طيّبون مشكورون.

ومنهم : العلّامة الجليل الشّيخ السّيّدعمر بن أبي بكر باجنيد ، الغني باسمه عن كلّ تعريف وهو أحد أكابر علماء مكّة المشرّفة ، بل إليه انتهت رئاسة الشّافعيّة بها بعد شيخه العلّامة الشّيخ محمّد سعيد بابصيل ـ وقد أخذنا عن الاثنين ـ توفّي الشّيخ السّيّدعمر بمكّة المكرّمة سنة (١٣٥٤ ه‍) ، وقد سبق في الخريبة عن الحبيب أحمد بن محمّد المحضار ما يصرّح برجوع نسبهم إلى مضر.

ومن النّوادر : أنّ الشّيخ سعيد بن بو بكر باجنيد عمل للفاضل السّيّد حسين بن حامد المحضار ضيافة بداره في الخريبة سنة (١٣٣٧ ه‍) ، وما كاد يستقرّ به المجلس

 

Sejarah dan Budaya Negeri Yaman

اليمن تاريخ وثقافة

Al Junaid atau Ba Junaid adalah nama sebuah marga dari keturunan Muhammad Rasulullah Saw dari sekian banyak nama marga dari keturunan Rasul Saw. Salah satu nama marga itu adalah Al Junaid atau Ba Junaidi, yang lain misalnya marga Ba Ghashim, Ba Alawi dan lain-lainnya.

Al-Junaid atau Ba Junaid ialah gelar yang dinisbahkan kepada keturunan waliyullah Abu Bakar bin Umar bin Abdullah bin Harun bin Hasan bin Ali bin Muhammad Jamallullail bin Hasan al-mu’alim Muhammad Asadillah bin Hasan Atturabi. Dinamakan Djunaid dengan maksud tabarukkan agar kelak menjadi waliyullah seperti waliyullah yang bernama Djunaid bin Muhammad seorang Sayid Atthaifah al-sufiyah yang terkenal.

Sejarah yang diambil Basrah dan tidak dikembalikan; ia meninggal setelah tahun 1300 H.

التّاريخ الّذي أخذه باصرّة ولم يردّه ، توفّي بعد الثّلاث مئة وألف.

Di antara mereka: Sahabat kita yang terhormat ((الْفَاضِل, Al-Fadhil Syaikh Abdullah bin Sa'eid Ba Junaid, mencari /menuntut ilmu di Mekah, dan ia menjabat sebagai hakim di kota Doan dan kota Mukalla (Yaman) beberapa kali. Ia mengajar dalam waktu lama di Masila Al Sheikh, Dan pada tahun 1325 H, di Madrasah Hawtat ia mengajar Keluarga Al Ahmad bin Zain Al-Habasyi. Ia mahir/ ahli dalam ilmu hukum, tetapi pengetahuannya luas tentang tata bahasa terbatas, namun ia tetap mengajarkannya di Madrasah Hawtat. Ia berwatak lemah lembut, mudah bergaul, berhati manis, baik hati, dan berpikiran luas. Ia meninggal di Kota Al-Jahhi pada tahun 1359 H. Ia memiliki seorang putra bernama Muhammad, yang menjabat sebagai hakim di Mukalla Yaman. Ia telah mencari/ menuntut ilmu di Mesir, kemudian dicopot dari jabatan hakim Mukalla dan diangkat ke Pengadilan Banding Tinggi di sana (Mesir).

Keluarga Bajunaid tersebar luas di wilayah kota Wahdun, kota Al-Jahi, kota Al-Mukalla, kota Aden, dan kota Hijaz, dengan pusat utama mereka di kota Al-Khuraybah, Arab Saudi wilayah Madinah.. Bahkan diriwayatkan bahwa Habib Hamid bin Ahmad Al-Mahdhar berkata: "Aku memasuki Al-Khuraybah... dan aku mendapati para ulama di sana semuanya Bajunaid, para hakimnya Bajunaid, para pedagangnya Bajunaid, para makelarnya Bajunaid, para tukang dagingnya Bajunaid, para tukang kayunya Bajunaid, dan semua bisnis di sana dijalankan oleh keluarga Bajunaid."

Al-Khuraybah kemungkinan besar merupakan sumber cerita mereka, tetapi pengaruh mereka telah menyebar hingga ke sini. Di antara mereka saat ini di Aden adalah pemuda yang bersemangat, Abdullah bin Saeed bin Abu Bakr bin Abdul Basit, seorang pria yang beriman teguh dan peduli terhadap urusan umat Islam, bersama dengan saudaranya, Muhammad yang terhormat, dan sepupu mereka, Syekh Abdul Qadir. Dan Syekh Junaid bin Muhammad, dan semuanya baik dan terpuji.

Di antara mereka: ulama terkemuka Syekh Sayyid Umar bin Abi Bakar Ba Junaid, yang namanya tidak perlu diperkenalkan lagi. Beliau adalah salah satu ulama terkemuka di Mekah, dan memang, kepemimpinan mazhab Syafi'i di sana beralih kepadanya setelah gurunya, Syekh Muhammad Saeed Babasil yang terkemuka—dan kami belajar di bawah bimbingan keduanya. Syekh Sayyid Umar bin Abi Bakar Ba Junaid, wafat di Mekah pada tahun 1354 H. Sebelumnya telah disebutkan dalam al-Khuraybah, berdasarkan riwayat Habib Ahmad bin Muhammad al-Mahdhar, bahwa garis keturunan mereka dapat ditelusuri kembali ke Mudar.

Di antara kejadian langka adalah Syekh Sa'eid bin Abu Bakr Bajunaid mengadakan pertemuan untuk Sayyid Hussain bin Hamid al-Mahdhar yang saleh di rumahnya di al-Khuraybah pada tahun 1337 H. Pertemuan tersebut baru saja berlangsung ketika itu.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bab. VIII “Menteladani Sifat Syaja'ah Nabi Saw” al-Risalah Mutaba'atul Hasanah

  BAB. VIII PASAL KE 8 PENJELASAN SIFAT SYAJJA'AH اَلْفَصْلُ الْثَامِنُ فِى بَيَانِ الشَّجَاعَةِ FASAL YANG KE 8   PENJELASAN   SYAJA...